Sunday, April 22, 2018

Hari Kartini, Polwan Adu Cepat Bongkar Pasang Senapan SSV-2 Pindad

Hari Kartini, Polwan Adu Cepat Bongkar Pasang Senapan SSV-2 Pindad


kraksaan online


Posted: 22 Apr 2018 05:36 AM PDT

PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM - Mengenang jasa RA. Kartini, puluhan polisi wanita (Polwan) anggota Polresta Probolinggo adu ketangkasan, Sabtu (21/4/2018). Selain persamaan gender, lomba-lomba itu untuk juga untuk mengasah keahlian Polwan.

Halaman Mapolresta Probolinggo tiba-tiba riuh rendah dengan sorak sorai. Mereka menyemangati Polwan yang adu ketangkasan membongkar senjata laras panjang. Mereka harus membongkar dan memasang kembali senapan SSV-2 buatan PT. Pindad. Siapa yang cepat dan terampil akan menjadi pemenang dalam lomba ini. Pada adu bongkar senjata, Bripda Dian menjadi yang tercepat.

"Hanya berlatih sekali untuk belajar bongkar pasang senjata laras panjang itu. Yakni sehari sebelum pelaksanaan. Jadi tidak ada persiapan khusus. Masak mau kalah dengan lelaki. Kan kita harus mentauladani RA. Kartini yang telah membuka cakrawala bagi kaum perempuan," kata Bripda Dian.

"Melalui lomba triatlhon ala Polwan Polresta Probolinggo ini, kami memperingati hari Kartini. Jadi polwan itu benar-benar wanita tangguh, pantang menyerah, tanpa melupakan identitas sebenarnya sebagai wanita, yang penuh kelembutan," terang Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal.

Rangkaian peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April ini, sengaja dibuat meriah, dengan memperhatikan keterampilan dan keahlian yang harus dikuasai seorang polwan. Meliputi kekuatan, sebagai bukti bahwa polwan Polresta Probolinggo mampu menjaga kondusifitas wilayah.(choirul)

Saturday, April 21, 2018

Jangan Lupa Ikuti Job Market Fair 2018 Kota Probolinggo

Jangan Lupa Ikuti Job Market Fair 2018 Kota Probolinggo


kraksaan online


Posted: 21 Apr 2018 08:49 AM PDT

Posted: 21 Apr 2018 07:43 AM PDT

KRAKSAANONLINE.COM - Tim Pemenangan pasangan calon (Paslon) A. Malik Haramain – Muzayyan atau MMC, membantah telah melakukan pengeroyokan terhadap Kepala Desa Rangkang, Sulaiman.

"Tidak ada unsur penganiayaan, hanya saja dari Tim MMC menghalangi niat Pak Sulaiman yang mau mencabut kabel Sound System. Kalau ada pengaduan (dari) Pak Sulaiman itu dikeroyok, itu omongan buatan alias tidak benar adanya mas," kata Ketua Tim Pemenangan MMC, Abdul Wahab. Sabtu (21/4/2018)

BACA :

Buntut Kericuhan Tim Kampaye MMC Dengan Kades Rangkang


Hal itu juga di iyakan oleh Sekretaris Tim Pemenangan MMC, Dedik Riyawan. Menurut Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo itu, Tim MMC terpaksa menghalangi aksi koboi Sulaiman, karena yang bersangkutan dalam kapasitasnya sebagai Kades, tidak berhak menegur proses berlangsungnya kampanye pasangan calon (Paslon).

Sebelumnya tim kampaye MMC melakukan kampaye di 4 (empat) titik meliputi Desa Asembakor, Kelurahan Kebonagung, Desa Kandang Jati dan Desa Rangkang Timur. terakhir, MMC akan melanjutkan kampanye ke Desa Kalibuntu dengan melewati jalan Desa Rangkang.

"Nah, saat mau ke Desa Kalibuntu ini, Tim Kampanye MMC melewati jalan umum Desa Rangkang. Tim kami tidak berhenti kami berkampanye tertib seperti biasanya, malah sempat mobil yang ditumpangi oleh calon Wakil Bupati (Muzayyan, red) digedor-gedor. Perbuatan Kades itu tidak bisa dibenarkan karena melakukan tanpa izin dari Tim kami," Dedik menjelaskan.

BACA :

Video Kericuhan Kades Rangkang dengan Salah Satu Tim Kampaye Palson No 2


Sementara itu ,AKBP Fadly Samad, menyatakan bahwa kasus penganiayaan pengeroyokan pada korban Kades Rangkang, Sulaiman, adalah tindak pidana murni dan tidak ada kaitannya dengan politik.


Sehingga petugas Polres Probolinggo setelah menerima laporan dari korban, maka petugas siap memproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak pandang bulu bahwa dimata hukum siapapun sama yaitu yang salah harus ditindak tegas.

"Semoga pak Sulaiman cepat sembuh. Kalau sudah sembuh, agar pak Sulaiman langsung menghadap ke petugas penyidik Polres untuk diperiksa lebih lanjut."kata Fadly Samad.(iwan)


Posted: 21 Apr 2018 07:10 AM PDT

KRAKSAANONLINE.COM - Buntut insiden pengeroyokan terhadap Kepala Desa Rangkang, Sulaiman, Jumat (20/4/18) menjadi perhatian serius sejumlah kalangan.

Sebut saja LSM Gajahmada (Gerakan Anti Kejahatan Masyarakat Daerah), M Khairi menegaskan, dirinya berharap kepolisian serius mengusut kasus itu.

Menurut M Khairi pihak Pasangan Cabup dan Cawabup Malik -Muzayyan (MMC) harus bertanggungjawab dalam insiden tersebut."Kami meminta polisi juga memeriksa keduanya (Malik-Muzayyan), sebab Muzayyan juga ada saat kejadian pengeroyokan tersebut terjadi, " tegasnya.

BACA : 

Video Kericuhan Kades Rangkang dengan Salah Satu Tim Kampaye Palson No 2


Seperti diketahui, Rombongan Cawabup Muzayyan (MMC) melintasi jalan di Desa Rangkang, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, mereka juga membunyikan seperangkat sound sistem.

Saat kejadian, Sulaiman selaku kepala desa hendak menegur rombongan, agar mematikan sound sistem, supaya tak mengganggu ketertiban masyarakat di desanya.

"Apalagi mereka juga melintasi pondok pesantren. Wajar kan, saya menegur. Tapi, nyatanya mereka mengeroyok saya, " ujarnyasaat melapor ke Mapolsek Kraksaan.

Terpisah Kapolres Probolinggo AKBP Fadli Samad kepada wartawan saat menjenguk Korban Kades Sulaiman di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Sabtu (21/4/2018) menegaskan, akan mengusut tuntas perkara ini.

"Ini adalah pidana murni. Akan kita proses cepat, biar pelakunya bisa segera kita tangkap," ungkapnya. (iwan)

Posted: 20 Apr 2018 10:22 PM PDT

         
KRAKSAANONLINE.COMKampanye politik yang digelar Paslon nomer urut 2, A. Malik Haramain – Muhammad Muzayyan, Jum'at malam ( 20/4/2018) diwarnai keributan.

Kericuhan ini bermula,  saat tim kampaye paslon no 2 melintasi Desa Rangkang,  tepatnya di depan Pesantren Syeikh Abdul Qodir Jailani, sekitar pukul 19.00 WIB. Diduga karena suara sound dari salah satu tim terlalu nyaring dan dapat menganggu aktivitas kegiatan di Pondok Pesantren.Kepala Desa Rangkang, Sulaiman memberanikan diri untuk menegur agar suara sound dapat diperkecil.

Namun cek cok pun antara Sulaiman dan salah satu tim MMC tidak terhindarkan, kontak fisik pun terjadi alhasil Sulaiman pun sempat dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, guna menjalani pemeriksaan. 

Kepala Desa Rangkang, Sulaiman di larikan ke Rumah Sakit,  guna menjalani pemeriksaa


Seorang warga yang melintas sempat merekam setelah terjadinya pengeroyokan Kades Rangkang tersebut. 

Sementara itu,terkait kampanye dari MMC di wilayah Kecamatan Kraksaan, Muqsith Ketua Panwascam Kraksaan,  menungkapkan  jika pihaknya tidak mengetahui secara pasti titik kampanye paslon yang diusung PKB – Demokrat itu, lantaran surat pemberitahuan kampanye belum ia terima.

"Saya cari mulai dari tadi mas, titik-titik mereka berkampanye, tapi tidak saya temukan, sehingga dari kami tidak ada pengawasan. " tegas Muqsith.(iwan)
Posted: 20 Apr 2018 05:30 PM PDT

Posted: 20 Apr 2018 05:23 PM PDT

TONGAS,KRAKSAANONLINE.COM -
Warga Dusun Gunungtugel I Desa Curahtulis Kec. Tongas, bersama Kapolresta Probolinggo, Koramil Tongas, Muspika, Pemuda Ansor dan Banser, Bhayangkari Polresta serta anggota Polresta Probolinggo, bergotong – royong membedah rumah seorang nenek  tua bernama Tinarja ( 70 Tahun ), Rabu (18/04/18).

"Rumah ini dibangun sudah lama, dan belum pernah direnovasi," ujar Tinarja.

"Apabila hujan atap bocor, sehingga basah di dalam rumah dan jika hujan malam hari terpaksa saya tidak bisa tidur karena tempat tidur basah, terkadang harus mengungsi kepada tetangga sebelah rumah, apalagi belakangan cuaca cenderung buruk," ungkapnya.

Kapolresta ditengah – tengah kegiatan gotong – royong tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari Polri dan Muspika  kepada yang masyarakat kurang mampu, kegiatan ini juga diharapkan bisa semakin memperkokoh keberadaan Polri sebagai bagian dari masyarakat, dengan ini akan terbangun pula simpati yang muaranya terbangun sinergitas Polri dan masyarakat. Kapolres juga menambahkan, kegiatan bedah rumah ini dilakukan secara bertahap dan untuk sementara, nenek Tinarja tinggal di rumah tetangga dekat rumahnya.

"Semoga rumah ibu Tinarja bisa menjadi lebih baik dan layak sehingga dia bisa menikmati masa tuanya dengan tenang dan nyaman", terang AKBP Alfian.

Lanjutnya, kegiatan ini berhasil terlaksana berkat sumbangsih ataupun bantuan dan partisipasi aktif dari seluruh anggota serta Forkompika dan Kepala Desa setempat.

AKBP Alfian mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktunya untuk bergotong royong mensukseskan kegiatan bedah rumah itu.

Sementara itu, Tinarja hanya bisa tersenyum bahagia serta meneteskan air mata."Mator Sekelangkong Pak Kapolres (Terimakasih Banyak Pak Kapolresta),"harunya.(choirul)

Friday, April 20, 2018

Dispendik-GOPTKI Gelar Temu Silaturahim

Dispendik-GOPTKI Gelar Temu Silaturahim


kraksaan online


Posted: 20 Apr 2018 08:25 AM PDT

KRAKSAANONLINE.COM - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) mengadakan kegiatan temu silaturahim di Pesanggrahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Jumat (20/4/2018) pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan yayasan pondok pesantren, GOPTKI, IGTKI, TP PKK Kabupaten Probolinggo serta Bhayangkari Polres Probolinggo dan Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0820 Probolinggo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, Ketua GOPTKI Kabupaten Probolinggo Ny. Sudjilawati Soeparwiyono, Kepala Bidang Data Pelaporan dan Pengaduan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo Maryoto dan Kasi Propam Polres Probolinggo Iptu Suwarno.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah tidak dapat melaksanakan amanah mencerdaskan anak bangsa tanpa bersinergi dengan semua pihak. Silaturahim ini sangat diperlukan sehingga sekecil apapun kebijakan bisa disampaikan sejak dini, katanya.

Sebuah regulasi terbaru Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2018 mengamanahkan Bupati/Walikota bahwa Pemerintah Daerah wajib melaksanakan Standart Pelayanan Minimal (SPM). Jika sebelumnya SPM bidang pendidikan hanya diwajibkan untuk jenjang SD hingga SMP saja. Tetapi saat ini sudah menyentuh pada pendidikan anak usia dini usia 5 hingga 6 tahun.

"TK negeri di Kabupaten Probolinggo hanya ada 5 (lima) lembaga saja. Kekurangan ini ditutupi oleh yayasan dan perusahaan. Untuk memenuhi SPM kita bergandengan tangan dengan TK milik yayasan dan perusahaan di Kabupaten Probolinggo, " jelasnya.

Selain itu juga ada regulasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pendelegasian Kewenangan di Bidang Perijinan dan Non Perijinan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo.
"Sesuai Perbup Nomor 4 Tahun 2018, seluruh perijinan sudah dialihkan kepada DPM PTSP Kabupaten Probolinggo. Ijin baru maupun perpanjangan ini wajib dilakukan sebagai syarat diterimanya BOP. Ini merupakan komitmen dari Bupati Probolinggo dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," terangnya.

Disamping itu juga ada Kesepakatan PBB tanggal 25 September 2015 Tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang memuat 17 tujuan. Dimana pembangunan ini dimulai tahun 2015 dan hasilnya akan dilihat tahun 2030. "Pada tujuan nomor 4 berkaitan dengan pendidikan berkualitas. Setiap penduduk wajib mendapatkan layanan pendidikan," tegasnya.

Menurut Dewi, kebijakan Pemerintah Daerah di dalam Program Pendidikan Anak Usia Dini (Formal dan Non Formal) diantaranya memberikan bantuan tenaga guru TK berstatus PNS sebanyak 104 orang terdiri dari 90 orang lembaga TK swasta dan 14 orang di lembaga TK negeri. Memberikan insentif kepada guru TK swasta sebanyak 1.940 orang sebesar Rp 200.000/bulan selama 12 bulan dengan total Rp 2.169.600.000.

"Selain itu tunjangan kinerja untuk 186 orang TK sebesar Rp 300.000/bulan selama 12 bulan dengan total Rp 669.600.000. Pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi guru TK serta bantuan beasiswa bagi guru TK Pendidikan Diploma 1 (D1) PAUD bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Jember, " terangnya.

Sementara Ketua GOPTKI Kabupaten Probolinggo Ny. Sudjilawati Soeparwiyono mengatakan program kerja GOPTKI meliputi 3 bidang. Yakni, bidang organisasi mengenai Gebyar HUT GOPTKI dan bidang pendidikan meliputi peningkatan SDM, bantuan APE dalam ke-24 kecamatan yang layak mendapatkannya serta lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Probolinggo.

"Bidang kesejahteraan dan ekonomi diantaranya istighotsah dan sholat tasbih serta monitoring ke lembaga yang menerima sarana pendidikan. Serta keseketariatan mencakup pertemuan pengurus dan pleno," ujarnya.

Menurut Sudjilawati, sumber dana GOPTKI Kabupaten Probolinggo diperoleh dari penetapan hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2018 dengan Keputusan Bupati Probolinggo Nomor 903/862/426/2017 Tanggal 12 Desember 2017. "Pencapaian kegiatan yang sudah terlaksana sudah mencapai 75%. Sehingga sisanya akan dilaksanakan pada sisa tahun ini," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan materi oleh Kepala Bidang Data Pelaporan dan Pengaduan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo Maryoto tentang Sosialisasi Perbup Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Pendelegasian Kewenangan di Bidang Perijinan dan Non Perijinan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Probolinggo. Serta pencegahan dan pemberantasan pungutan liar oleh Kasi Propam Polres Probolinggo Iptu Suwarno. (zidni ilham)

Thursday, April 19, 2018

Lagi Lagi Praktek Pengadaan Uang Terjadi Di Probolinggo

Lagi Lagi Praktek Pengadaan Uang Terjadi Di Probolinggo


kraksaan online


Posted: 18 Apr 2018 10:02 PM PDT
Foto istimewah

PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM - Setelah Kasus Praktek Pengadaan Uang Dimaz Kanjeng sempat viral dan menjadi berita Nasional,  Kali ini kasus tersebut terulang kembali,  namun praktek ini dilakukan oleh seorang yang mengaku Ustadz, ia telah ditetapkan sebagai tersangka utama oleh Satreskrim Polres Probolinggo.

Sebut saja Sunariyanto (42) warga Desa Bago, Kecamatan Besuk. Ia diamankan saat melakukan ritual di rumah korban Djama'a (43) warga Desa Seboro, Kecamatan Gading, yang sebelumnya melaporkan tersangka. Korban mengalami kerugian Rp 64 juta, dengan modus mampu melipat gandakan uang korban.

Tidak hanya itu, dari laporan korban, tersangka juga memberikan koin plus batangan emas serta sejumlah minyak untuk menggandakan uang dan pengasihan. Namun, koin dan batangan emas tersebut setelah dicek ke toko emas, ternyata palsu.

"Saya hanya memenuhi permintaan saja. Mereka yang datang ke rumah minta tolong dan saya mengiyakan permintaan setiap yang datang. Kadang minta gandakan uang, kadang juga pengasihan dan pengobatan alternatif,"aku tersangka, saat di temui rabu kemarin  (18/4/2018).

Disisi lain petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa  2 (dua) dus berisi batu bata, satu buah dandang besar, keris kecil, tiga kotak dupa panjang, tiga botol kecil minyak gajah, satu botol minyak kasturi, 11 bungkus dupa gaharu, lima buah koin bergambar Soekarno, dua buah balok kuningan bergambar Soekarno, batu mainan bentuk guci berisi 2 butir kuningan, 31 lembar uang kertas Rp 100 bergambar perahu layar dan uang tunai Rp 40 juta.

"Aksi t ini terbilang canggih, ia mengiming-imingi korbannya dengan berbagai cara, termasuk bisa menggandakan uang, menyembuhkan penyakit, ilmu pengasihan, dan lainnya, pelaku ini mengaku sebagai ustadz,"ungkap Kapores Probolinggo AKBP Fadly Samad.

Modus penggandaan uang itu kata Fadly, ia memasukan sejumlah uang ke dalam kardus yang telah ia modifikasi sendiri, agar pasiennya yakin, kardus itu diberi batu bata agar berat dan dikira berisi uang, di atas batu bata itu ditutupi dengan uang kertas, dengan tujuan tipu muslihat agar dikira berisi uang karena berat.

"Kasus ini masih kami dalami lagi, kami masih terus melakukan pengembangan takut masih ada korban lainnya. Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara,"tukas Kapolres Fadly, Kamis(19/4/2018).(Rian)

Posted: 18 Apr 2018 09:45 PM PDT

PROBOLINGGO,KRAKAAANONLINE.COM – Komari (45) asal Desa Bladu kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, seorang spesialis pencuri hewan ternak sapi, diberondong peluru di kedua kakinya, oleh Satreskrim Polres setempat.Karena saat dilakukan penangkapan Komari, yang sudah ditetapkan tersangka ini berusaha melawan dan kabur saat dilakukan penangkapan di rumahnya pada 16 April 2018.

Sementara itu dari tangan tersangka petugas  mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) ekor sapi, sepeda motor yang digunakan tersangka, dan satu buah karung warna putih untuk membungkus sapi hasil curiannya.

"Ini merupakan modus baru pencurian hewan dengan dibungkus menggunakan karung.  Tersangka adalah seorang spesialis pencuri hewan. Dan kami terpaksa melumpuhkannya dengan empat kali tembakan pada kakinya, karena ia melawan dan berusaha kabur saat dilakukan penangkapan,"ungkap Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, Kamis (19/4/2018).

Kapolres menambahkan,  pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus ini. Pasalnya, di wilayah hukumnya , sering terjadi pencurian hewan, sedikitnya ada 23 TKP pencurian hewan berdasarkan laporan yang diterima dari 2017 hingga 2018.(Ilham)




Posted: 18 Apr 2018 09:46 PM PDT
Oleh : Hendra Juga Makanasi
Pesisir desa Asembagus, pict by Hendra Juga Makanasi (5:am_photography)

Hobby fotografi ternyata cukup memberikan wahana wawasan baru bagi kami yang tergabung dalam 5:am_Photography. Terutama setelah kami memilih jalur wildlife fotografi yang memang boleh dibilang sedikit lebih menantang dan laki, (yang ini kata istri saya saja sih 😂).

Bagaimana tidak, minimal kita harus tahu dong nama satwa liar yang kita jepret. Dan secara bersamaan pula, kita pun harus bisa mengidentifikasi satwa itu dengan baik, misalnya ciri-ciri tubuh, perilakunya, dan atau warna bulu dan bentuk paruh pada bangsa burung. Nah selanjutnya Mbah google bisa menjadi rujukan awal atas hasil jepretan kita ini. Dan taarraaaaa.... Akhirnya hobby membaca pun turut mengiringi aktivitas ini. Dengan membaca maka pengetahuan kita pun bertambah, kan seperti itu??.

Mangrove/pesisir desa Asembagus, pict by Bung Sol
(5:am_photography)
Gear yang relatif mahal dan sulitnya untuk mendapatkan objek foto di alam liar membuat genre ini terbilang masih minim peminat khususnya di Indonesia. Namun kondisi minoritas ini ternyata mampu menghubungkan dan menyatukan mereka semua di dalam grup-grup khusus di media sosial. Melalui wadah ini sudah dipastikan ilmu tentang wildlife fotografi dan sharing terkait satwa liar menjadi agenda utama didalamnya.

Seperti arti pada nama Wildlife Photography, adalah genre yang mendokumentasikan berbagai bentuk dan perilaku satwa liar di habitat alami mereka. Seperti cara makan, cara berkomunikasi sampai cara mereka berkembang biak. Oleh sebab itu kita pun harus benar-benar berada di alam liar untuk mendapatkan gambar satwa liar.

Lereng utara Argopuro, pict by Zulkarnaen Izul
(5:am_photography)
Disini bisa dengan menjelajah gunung hutan, menyisiri areal mangrove/pesisir, keluar masuk perkebunan rakyat atau bahkan di taman kota saat sedang bersantai bersama keluarga tercinta. Tergantung kita ingin mendapatkan foto satwa liar jenis apa, mamalia, burung, amfibi, primata, serangga atau kehidupan bawah air. Lain habitat maka lain pula satwa liar yang menghuninya.

Mangrove/pesisir desa Penambangan, pict by Djoko Prasetio (5:am_photography)
Sesuai dengan gear yang kita miliki, yakni kamera DSLR plus lensa tele maka kita lebih fokus pada jenis satwa burung, mamalia, reptilia dan primata. Untuk mendapatkan foto tersebut seringkali kita menyisiri areal mangrove/pesisir dan sesekali kami juga mengunjungi gunung hutan. Seperti yang sudah kami lakukan beberapa waktu lalu di wilayah BKSDA Wilayah VI Kabupaten Probolinggo lereng utara gunung Argopuro.

Mangrove desa Penambangan, pict by Djoko Prasetio
(5:am_photography)
Hal ini bukan tanpa alasan, memperhatikan Letak geografis Kabupaten Probolinggo pada posisi 7° 40' s/d 8° 10' LS dan 112° 50' s/d 113° 30' BT membuat Kabupaten Probolinggo memiliki potensi alam yang lengkap. Mulai gunung hutan, ladang dan persawahan serta garis pantai yang membentang sepanjang 72 Km dari ujung barat sampai ujung timur wilayah Kabupaten Probolinggo.

Lutung Jawa di lereng utara Argopuro, pict by Inung Djadoel (5:am_photography)
Kondisi geografis semacam ini tentu akan menjadi surga tersendiri bagi satwa liar. Dan selaku putra daerah kami juga ingin mengexplore lebih luas lagi, dengan harapan turut memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keanekaragaman hayati. Sisi lain yang didapatkan adalah untuk mengenalkan kepada dunia melalui media fotografi, bahwa Kabupaten Probolinggo selain kaya potensi alam, juga kaya akan keanekaragaman satwa liar di dalamnya.

Media sosial yang berbiaya cukup murah meriah, menjadi pilihan utama dalam pengaktualisasian diri atas karya yang kami hasilkan, itu awalnya. Seiring waktu berjalan dan saking seringnya kita berdekatan dengan kehidupan satwa liar, memperhatikan tingkah lakunya, dan tentu saja mendapatkan gambarnya, maka tak ayal rasa cinta pun tumbuh diantara kita, yakin ini serius gaess😇.

Rasa cinta ini kemudian merangsang rasa empati kita atas keberadaan satwa liar yang kini notabene makin terjepit dan terhimpit. Maraknya eksploitasi alam, dan gencarnya pembangunan tanpa memperhatikan dampak lingkungan serta keberlangsungan hidup satwa liar didalamnya, seakan semakin menggerus habis keberadaan satwa liar ini.

Mangrove/pesisir desa Penambangan, pict by Inung Djadoel (5:am_photography)
Belum lagi ditambah semakin maraknya perburuan beragam jenis satwa liar dengan membabi buta melalui berbagai macam trik dan peralatanya. Hanya untuk memenuhi berkembangnya permintaan pasar dan banyak juga yang hanya untuk sekedar memuaskan hasrat berburu nya saja. Sementara adanya undang-undang perlindungan satwa yang telah ada seakan belum mampu melindungi keberadaan satwa liar ini.

Taman Nasional Baluran, pict by Abang Uuk
 (5:am_photography)
Sangat miris memang melihat fenomena yang seakan tiada berujung ini. Di satu sisi ada yang sibuk mempertahankan eksistensinya, di sisi lain banyak pula yang sibuk membinasakannya. Rasa empati ini pun seakan merubah sudut pandang kami yang awalnya hanya berorientasi pada hasil foto. Namun kini rasa ini seakan mendorong kami untuk ambil bagian dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati, minimal disekitar kami dulu. Seperti yang sudah gencar dilakukan fotografer wildlife lainnya di Indonesia bahwa konservasi satwa juga bisa dilakukan melalui media foto.

Lereng utara Argopuro pictures by Inung Djadoel
(5:am_photography)
Akhirnya, melalui pendekatan media foto satwa liar yang selalu kami unggah di media sosial itu, kami berharap bisa memancing kepedulian masyarakat luas terhadap keberadaan satwa liar yang kian hari makin terancam. Dan tidak berlebihan jika kami berharap hal ini juga akan menginspirasi para elite kedepannya. Untuk berfikir dan merumuskan suatu aturan dan perundang-undangan yang lebih berpihak pada satwa liar, lebih tegas dan lebih berwibawa. (dra)

Posted: 18 Apr 2018 07:26 PM PDT
sumber
Papan informasi kantor pos probolinggo
Posted: 18 Apr 2018 07:22 PM PDT
sumber
Papan informasi kantor pos probolinggo
Posted: 18 Apr 2018 07:17 PM PDT
sumber
Papan informasi kantor pos probolinggo
Posted: 18 Apr 2018 07:09 PM PDT

GENDING,KRAKSAANONLINE.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Camat Gending Muhamad Ridwan bergerak cepat dalam merespon kesalahpahaman yang terjadi antara Kepala Desa (Kades) Bulang Hasan dengan Perawat Jaga Puskesmas Gending Septian Adi Candra. Respon ini dilakukan dengan segera mempertemukan kedua belah pihak untuk melakukan mediasi di di Pendopo Kecamatan Gending, Rabu (18/4/2018) sore.

Setelah dilakukan mediasi, kasus kesalahpahaman Kades Bulang Hasan dan Perawat Jaga Puskesmas Gending berakhir damai. Keduanya menyelesaikan permasalahan ini melalui musyawarah dan keduanya sepakat untuk saling memaafkan.

Mediasi yang dipimpin oleh Camat Gending Muhamad Ridwan ini dihadiri oleh Kapolsek Gending AKP Ohim, Kepala Puskesmas Gending Mujoko dan Ketua Bidang Humas dan Pemberdayaan Hukum dan Politik PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Probolinggo Sugianto beserta segenap jajaran pengurus PPNI. Serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

"Mediasi semacam ini sangat diperlukan agar permasalahan yang muncul tidak tambah besar dan bisa segera bisa diselesaikan melalui cara musyawarah. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini, khususnya di Kecamatan Gending," kata Camat Gending Muhamad Ridwan.

Sementara Kades Bulang Hasan menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kesalahpahaman dengan perawat jaga Puskesmas Gending pada waktu menangani pasien beberapa waktu lalu.

"Tiada kata yang lebih pantas saya ucapkan selain kalimat mohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Waktu itu saya benar-benar khilaf dan mohon untuk dimaafkan," ujar Kades Bulang Hasan.

Mendengar permintaan maaf yang tulus dari Kades Bulang Hasan tersebut, Septian Adi Candra diwakili Ketua Bidang Humas dan Pemberdayaan Hukum dan Politik PPNI Kabupaten Probolinggo Sugianto menyatakan menerima dan memaafkan kesalahpahaman yang sudah terjadi.

"Mediasi ini merupakan langkah terbaik untuk sama-sama mencari jalan keluar.  Kita sama-sama pelayan masyarakat yang tidak luput dari salah dan khilaf.  Kami memberikan maaf.  Sebagai profesi perawat semoga kejadian ini tidak terulang lagi," ungkap Sugianto.

Sementara Kapolsek Gending AKP Ohim memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh Camat Gending yang telah berinisiatif atas dilakukannya mediasi ini. Karena jangan sampai masalah kecil dibiarkan karena dikhawatirkan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Saya bersyukur karena masalah ini bisa segera diselesaikan dengan musyawarah mufakat.  Oleh karena itu saya meminta jika ada sebuah permasalahkan maka segera diselesaikan baik-baik," pintanya.

Terpisah Kepala Puskesmas Mujoko memyambut sangat baik sekali terselenggaranya mediasi sehingga kasus kesalahpahaman yang terjadi bisa segera diselesaikan dan berakhir damai. Karena bagaimanapun ke depan sebagai pelayan masyarakat harus bersinergi dengan seluruh elemen yang ada di masyarakat. 

"Saya sangat puas dan senang karena semua masalah yang terjadi bisa diselesaikan dengan musyawarah sehingga mengedepankan kebersamaan dan kepentingan masyarakat," katanya. (zidni Ilman) 

Posted: 19 Apr 2018 05:32 AM PDT

KRAKSAANONLINE.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo (Pilbup) tahun 2018, Rabu (18/4/2018).

Rapat Pleno Terbuka yang dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi didampingi seluruh Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), Panwaslu Kabupaten Probolinggo, perwakilan SKPD terkait serta perwakilan tim sukses pasangan calon (paslon) Puput Tantriana Sari-A. Timbul Prihanjoko (HATI) dan Abdul Malik Haramain-Moh. Muzayyan (MMC).

Kegiatan ini diawali dengan penyampaian Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT Pilgub dan Pilbup 2018 oleh 24 PPK se-Kabupaten Probolinggo. Dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Ketua dan Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya hasil rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT ini diserahkan kepada Panwaslu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta 2 (dua) perwakilan paslon HATI dan MMC.

Dari hasil rekapitulasi tersebut didapatkan DPT Pilbup Probolinggo dan Pilgub Jawa Timur tahun 2018 sebanyak 845.901 pemilih. Terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 409.597 orang dan perempuan sebanyak 436.304 pemilih.

DPT ini diperoleh dari DPS dikurangi TMS (Tidak Memenuhi Syarat) dan Pemilih Baru. Jumlah DPS yang ditetapkan sebelumnya itu sebanyak 857.224 pemilih terdiri dari 415.230 laki laki dan 441.994 perempuan. Dari hasil DPSHP, jumlah pemilih baru sebanyak 2.780 pemilih, terdiri dari laki-laki 1.415 orang dan perempuan 1.365 orang.

Jumlah pemilih TMS sebanyak 14.103 pemilih terdiri dari 7.048 laki laki dan 7.055 perempuan. Sementara pemilih ubah data sebanyak 3.059 pemilih yakni 1.543 laki-laki dan 1.516 perempuan. Secara keseluruhan, jumlah pemilih dalam DPT lebih sedikit dibandingkan jumlah pemilih saat penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi menyampaikan ucapan terima kasih kepada PPK yang kerjanya sudah luar biasa siang dan malam. Karena jika dihitung dengan materi tentunya sudah tidak sesuai. "Kami bangga kepada teman-teman PPK yang telah bekerja semaksimal mungkin demi suksesnya Pilbup Probolinggo dan Pilgub Jawa Timur tahun 2018," katanya.

Menurut Zubaidi, DPT ini akan menjadi rujukan pleno secara berjenjang. Penetapan DPT itu bukanlah harga mati. Masyarakat masih bisa ikut mencoblos dengan membawa KTP Elektronik dan surat keterangan.

"DPT bukan segala-galanya. Meskipun tidak masuk DPT tapi memenuhi syarat dan mempunyai surat keterangan masih bisa menyalurkan hak pilihnya. Karena KPU tidak bekerja sendiri, kami bermitra dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Probolinggo. Semua ini dilakukan demi lancar dan suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (Zidni Ilham))
Posted: 18 Apr 2018 07:02 PM PDT

PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM - Polresta Probolinggo terus berupaya untuk menjaga situas kamtibmas di wilayah Kota Probolinggo agar tetap kondusif menjelang Pilkada Serentak 2018. Selasa malam (17/4/18) Tim gabungan Polresta Probolinggo berhasil menggerebek lokasi perjudian cap jeki. Jajaran polresta berhasil mengamankan 6 penjudi dan seorang pembawa sajam (senjata tajam).

Berawal dari informasi warga, tim gabungan dari beberapa satuan, seperti Sat Reskrim, Sat Sabhara, Sat Reskoba dan Sat Lantas, mengerebek arena perjudian cap jeki di jalan Bengawan Solo, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok. Tim menyasar sebuah arena judi cap jeki yang berada di sebelah selatan arena lomba tarik tambang.

Tak hanya para penjudi, petugas juga mengamankan seorang yang membawa sajam. Selanjutnya, hasil penangkapan tersebut langsung diangkut ke truk petugas untuk dibawa ke Mapolresta. "Ada tujuh pelaku yang kami amankan berserta barang buktinya," kata Kapolresta Probolinggo, AKBP. Alfian Nurrizal, Selasa (17/4/2018).

Menurut Kapolresta, perjudian cap jeki, marak digelar oleh warga ketika ada keramaian. Semisal lomba tarik tambang, pesta pernikahan, maupun keramaian jenis lainnya. Sehingga, pihak kepolisian melakukan pengintaian untuk memastikan adanya perjudian. Sebab, arena judi tersebut selalu berpindah mengikuti keramaian.

"Jadi mereka itu selalu berpindah tempat mengikuti keramaian yang ada. Sehingga perlu pengintaian terlebih dahulu, agar pengerebekan itu membuahkan hasil," terang Kapolres.Rabu (18/4/2018)

Kegiatan itu, merupakan razia cipta kondisi (Cipkon) menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Razia semacam ini, akan terus digelar oleh Polresta Probolinggo agar tercipta suasana kondusif di tengah masyarakat.(choirul)
Posted: 18 Apr 2018 06:48 PM PDT

PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakabpro) ke-272 ditandai dengan ziarah ke makam Bupati Probolinggo pertama Kiai Djojolelono dan Bupati Kedua Raden Tumenggung Djojonegoro, Rabu (18/4/2018).

Ziarah ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH, M.Hum didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ziarah ini diawali di makam Bupati Probolinggo pertama Kiai Djojolelono di tempat pemakaman Kampung Sentono, Kelurahan Mangunharjo Kota Probolinggo. Kiai Djojolelono sendiri menjabat sebagai bupati pada tahun 1748-1768.

Ziarah ini diisi dengan pembacaan surat Yasin dipimpin oleh KH. Ahmad Ketua PD IPHI Kabupaten Probolinggo, Masrur Nasor. Dilanjutkan tahlil bersama dipimpin oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Hadi Saifullah dan doa bersama dipimpin oleh Rais PCNU Kabupaten Probolinggo, Jamaludin Al Hariri.

Usai pembacaan surat Yasin, Tahlil dan doa dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Bupati pertama Djojolelono oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo beserta Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Tri Juningsih SH, M.Hum diikuti pejabat OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Kegiatan yang sama juga dilakukan di makam Bupati Probolinggo kedua Raden Tumenggung Djojonegoro yang berada di komplek pemakaman umum di belakang Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo. Raden Tumenggung Djojonegoro memimpin memerintah dalam kurun waktu 1768 hingga 1805.

Ziarah di makam Djojonegoro diawali dengan tahlil bersama dipimpin oleh KH. Syihabudin Sholeh dan doa bersama dipimpin oleh KH. Munir Kholili, dilanjutkan dengan pelaksanaan tabur bunga di makam Djojonegoro. Setelah itu dilaksanakan tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur Harjakabpro ke-272 di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Pj. Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo menjelaskan bahwa ziarah ini bertujuan untuk mengenang dan menghormati para leluhur yang telah berjasa mendirikan dan membangun Kabupaten Probolinggo, khususnya Kiai Djojolelono sebagai Bupati pertama dan Raden Tumenggung Djojonegoro sebagai Bupati kedua.

"Semoga kita dapat meneladani dan melanjutkan perjuangan para Bupati terdahulu dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Probolinggo," harapnya.(mujiono/yono)