Monday, September 10, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Lowongan Kerja Probolinggo, Dibutuhkan Marketing Online di Aura Senja dot Com

Posted: 10 Sep 2018 06:57 AM PDT

AURA SENJA WEB sebuah jasa yang bergerak di bidang jasa pembuatan website & periklanan online.




Alamat : Jl Raya Alaskandang – Besuk, Besuk, Probolinggo 67283
Membutuhkan sebuah team MARKETING ONLINE
Dengan kriteria berikut :




  • Perempuan
  • Pendidikan SMA/K
  • Bisa Corel Draw / Photoshop (Di Utamakan)
  • Editing Video
  • Familiar Dengan Media Sosial
  • Dapat Berbahasa Indonesia Dengan Baik.
Kirim CV Anda Lewat Email :
admin@aura-senja.com
Contact Person
(0335) 8471515
Sumber :
www.aura-senja.com/lowongan-kerja

Lowongan di tutup tanggal 30 september 2018.


Kesenian Ronjengan diharapkan jadi ikon Krejengan

Posted: 10 Sep 2018 03:54 AM PDT

KREJENGAN,Festival musik tradisional Ronjengan, Minggu (10/09/2018) pagi menjadi penanda semarak selamatan desa (kadisah) Krejengan tahun 2018. Seperti pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya kadisah desa Krejengan juga selalu berbarengan dengan giat menyambut pergantian tahun baru Hijriyah 1 muharrom.




Seiring sukses pelaksanaan festival seni musik yang hampir punah tersebut, tak ayal Pemerintah Desa Krejengan pun menuai banyak apresiasi dan motivasi dari berbagai pihak yang hadir dalam gelaran tersebut.

Salah satu motivasi datang dari anggota Komisi D DPRD Kabupaten Probolinggo Hj Masruro, yang terlihat sangat menikmati tiap penampilan grup Ronjengan itu. Bahkan ia tidak segan – segan untuk menari dan bernyanyi bersama ibu – ibu tua personil grup Ronjengan.




"Alhamdulillah sekali lagi desa Krejengan sukses menjadi pelopor di wilayah Kecamatan Krejengan dan di Kabupaten Probolinggo. Kali ini dalam bidang sosial budaya yang mana menurut kami seni budaya Ronjengan ini sangat layak untuk kita angkat menjadi penunjang sektor wisata Kabupaten Probolinggo," ungkap Masruro.

Terkesan dengan segenap penampilan grup Ronjengan ini, pihaknya berkenginan untuk membawa kesenian lokal yang hampir punah ini ke lingkup Kabupaten melalui Komisi D DPRD Kabupaten Probolinggo yang juga concern dalam bidang budaya dan pariwisata untuk sebisa mungkin ditindaklanjuti.

Apresiasi berikutnya disampaikan juga oleh Siman M.Pdi, selaku Peneliti Budaya pada Dewan Kesenian Probolinggo (Dekapro) yang saat itu juga bertindak selaku dewan juri. Atas nama Dekapro ia sangat mengapresiasi semangat masyarakat desa Krejengan untuk menghidupkan kembali seni budaya lokal yang boleh dikatakan hampir punah.




Hal ini menurut Pak Siman sesuai dengan interupsi pemerintah bahwa kita akan kembali ke karakter bangsa. dimana budaya ini adalah betul – betul budaya yang Adi Luhung atau budaya baik, karena menanamkan moral yang sesuai dengan kepribadian bangsa.

"Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat yang masih mau menindak lanjuti dan "menguri – uri" budaya yang menjadi Jati diri bangsa kita. Budaya lokal itu adalah budaya bangsa yang Arif dan mengutamakan nilai spiritual, akhlak dan budi pekerti luhur. Budaya seperti inilah yg akan menangkis segala pengaruh negatif budaya barat," kata Siman.

"Mudah – Mudahan desa lain akan mengikuti langkah ini, tidak hanya Ronjengan manakala disitu ada budaya tradisional warisan leluhur, gandeng generasi muda untuk bisa mengekspresikanya ke permukaan. Dewan kesenian selalu siap untuk memfasilitasi dan membina ke tingkat selanjutnya," tandasnya.

Hal ini diamini oleh Nurul Huda Kepala Desa Krejengan. Disamping antusias masyarakatnya, dukungan ini memang sangat dibutuhkan, pasalnya pihaknya juga berharap seni tradisional Ronjengan ini bisa menjadi ikon Kecamatan Krejengan sekaligus Kabupaten Probolinggo. "Semoga festival musik tradisional ini bisa dibawa ke tingkat Kabupaten. Karena ini juga merupakan salah satu budaya warga masyarakat Kabupaten Probolinggo," harap alumni Unzah ini.




Huda menambahkan bahwa pemerintah desa Krejengan bersama segenap elemen masyarakatnya bersepakat, disamping gencar dalam pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia pihaknya juga tidak akan pernah melupakan dan menghilangkan sejarah dan budaya lokal. Bahkan akan menjaga kelestarian tradisi desa Krejengan.

"InsyaAllah tahun ini kami berencana membuat sebuah taman desa dan akan kami upayakan disertai monumen Ronjengan untuk menandai adanya semangat baru ini. Semoga kami bisa mewujudkan hal itu bersama taggline baru kami yaitu "Krejengan desa yang berbudaya," pungkasnya. (Trisianto)

REKOMENDASI PEMBACA :

Kembali bangkitkan seni tradisional ronjengan

Posted: 09 Sep 2018 05:26 PM PDT

KREJENGAN,Seni tradisional Ronjengan bangkit kembali, setelah sekian lama dan seakan tertidur pulas di tengah hingar bingar pemanfaatan teknologi serta masuknya budaya – budaya asing di Indonesia sejak beberapa dekade yang silam. Kedua hal tersebut seakan turut membenamkan salah satu kearifan lokal Indonesia yang juga terdapat di Kabupaten Probolinggo ini.



Ronjengan dalam bahasa Jawa disebut juga dengan lesung, adalah alat tradisional warisan nenek moyang terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil yang digunakan untuk mengolah padi atau gabah menjadi beras dengan cara ditumbuk menggunakan alu (seperti tongkat kayu besar dan panjang).

Dahulu para wanita yang bekerja menumbuk padi tidak secara serentak menumbukkan alu mereka, melainkan secara bergantian. Inilah yang pada akhirnya menghasilkan irama musik. Dari sini kemudian lahir kesenian musik tradisional yang punya banyak sebutan ini, dan di kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo disebut sebagai kesenian "Ronjengan".



Tidur bukanlah berarti mati, tetapi menunggu siapapun yang tergerak hatinya untuk membangunkannya kembali. Atas inisiatif Nurul Huda Kepala Desa Krejengan beserta kepedulian masyarakat desa terhadap budaya lokal setempat, seni Ronjengan pun sukses dibangunkan kembali dengan nafas baru melalui Festival musik Ronjengan antar RT lingkup desa Krejengan, Minggu (09/09/2018) pagi.
Festival yang digelar dalam rangka semarak selamatan desa (Kadisah) desa Krejengan tahun 2018 ini dilaksanakan di balai desa Krejengan. Kesan penasaran bercampur kerinduan seakan terpancar dari ekspresi masyarakat desa dari berbagai kalangan umur tersebut.

Ibarat kupu-kupu yang baru keluar dari pertapaan kepompongnya, seni Ronjengan ini pun seakan menjelma berhias warna -warni indah. Karena turut mengkolaborasikan generasi muda di dalam masing-masing grup Ronjengan itu, maka jadilah seni Ronjengan Krejengan ini menjadi sebuah suguhan seni yang apik. Ada seni musik, seni teater, dan seni koreografi yang terpadu harmonis bersama pernak pernik kostum yang menarik.



Nurul Huda mengungkapkan, bahwa meskipun pemanfaatan alat Ronjengan itu sendiri sudah lama ditinggalkan masyarakat petani, namun adanya nilai – nilai luhur yang terkandung di dalam Ronjengan harus diangkat kembali agar menjadi sebuah pembelajaran bersama tentang adanya budaya asli yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

"Dengan ukuran ronjengan yang begitu besar tentu menumbuk padi akan terasa berat jika hanya di kerjakan satu orang. Di sinilah nilai kebersamaan terjalin. Para warga akan saling bekerja sama untuk menumbuk padi. Saat itulah mereka bisa bersosialisasi dan bercengkerama. Warga pun bisa lebih guyub rukun satu dengan yang lain, inilah salah satu budaya yang harus kita pertahankan," ungkap ketua Apdesi Kabupaten Probolinggo ini.

Sementara Zainul Haq, Koordinator Festival Ronjengan turut menambahkan, festival unik ini seakan memberikan inspirasi baru bagi dirinya selaku generasi muda di desa krejengan. Meski warga asli krejengan namun sebelumnya ia mengaku tidak paham dengan adanya kesenian lokal di desanya ini, bahkan belum pernah menyaksikan secara langsung.

Namun, lanjutnya, meski persiapan waktunya hanya sepekan tetapi dengan adanya para sesepuh yang masih bersemangat dan sabar mengajarkan seni ini kepada yang muda, semua kesulitan terasa ringan dan mudah bersama cengkrama hangat khas warga desa.



"Alhasil manakala budaya tradisional ini dikolaborasikan bersama sentuhan modern, ternyata memberikan Harmonisasi seni yang menarik dan wow….! masyarakat sangat antusias sekali dengan gebrakan kami ini, tandasnya dengan bangga. (Trisianto)

REKOMENDASI PEMBACA :

Saturday, September 8, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Besok Jangan Lewatkan Walk Interview Lowongan Kerja Kraksaan Di Diva Swalayan Kota Kraksaan

Posted: 07 Sep 2018 10:43 PM PDT


DIVA SWALAYAN membutuhkan karyawati (wanita) dengan Ketentuan :




1. USIA Max 22 thn
2. Minimal SLTA
3. Penampilan menarik Dan komunikatif
4. Belum pernah menikah
5. Sehat
6. Diutamakan yg bisa komputer.
7. Untuk kasir diutamakan bagi yang sudah
berpengalaman

Syaratnya:
Buat lamaran kerja Dan dilampirkan :
1. Daftar riwayat hidup
2. Foto warna 4x6 = 3 lembar
3. FC ijazah di legalisir
4. FC transcript nilai
5. FC KTP
6. FC KK
7. FC SKCK
8. FC sertifikat ketrampilan kalau ada
9. Suara Ijin Orang tua.

TES PADA HARI MINGGU, Tanggal 9 September 2018 JAM 08.30 WIB. LAMARAN LANGSUNG DI BAWA KE DIVA SWALAYAN. (pakaian bebas rapi bersepatu dan bawa alat tulis)



Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kesadaran Berlalu - Lintas

Posted: 08 Sep 2018 03:31 AM PDT

PROBOLINGGO,Kesadaran untuk mengutamakan keselamatan dalam berkendara selalu berusaha digaungkan oleh jajaran Sat. Lantas Polresta Probolinggo kepada warga masyarakat yang masuk di dalam lingkup wilayah hukum Polresta Probolinggo. Karena, tanpa kesadaran yang berasal dari diri sendiri, tentunya pihak kepolisian juga akan sedikit kesulitan untuk selalu melakukan baik himbauan maupun penindakan kepada masyarakat yang memang pada dasarnya, masih belum memiliki rasa sadar untuk mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Hal inilah yang dilaksanakan oleh PS. Kanit Dikyasa Polresta Probolinggo Bripka Breni Raharjo A.Md. Pi. S.H yang pada jumat pagi, (07/09/18) melaksanakan kegiatan sosialisasi Mengutamakan keselamatan dalam berkendara di MAN 2 Kota Probolinggo.



Dalam kegiatan tersebut, Kanit Dikyasa menyampaikan bahwa para generasi muda harus menjadi contoh untuk para generasi diatasnya untuk bisa menjadi pelopor dalam keselamatan saat berkendara. Hal tersebut tentunya bisa dilaksanakan dengan contoh dari yang paling mudah saja, pemakaian helm misalnya. Bripka Breni menjelaskan bahwa helm merupakan komponen paling penting dalam berkendara karena helm melindungi organ tubuh kita yang paling vital jika pada saat dijalan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

"Tanpa mengesampingkan kelengkapan yang lain, helm merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keselamatan dalam berkendara. Selain itu, mematuhi rambu – rambu lalu – lintas yang berlaku juga merupakan faktor penting untuk terhindar dari kecelakaan pada saat berkendara", Ucap PS Kanit Dikyasa.



Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para pengajar di MAN 2 Kota Probolinggo. Salah satu pengajar menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para anak didiknya untuk meningkatkan kesadaran menjaga keselamatan pada saat berkendara.(*)

REKOMENDASI PEMBACA:


Thursday, September 6, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Bursa Kerja Terbuka Tahun 2018

Posted: 06 Sep 2018 08:49 AM PDT

Daftar online bisa klik DAFTAR 


source :
Infokerja-jatim

Google Resmikan Android 9 Pie

Posted: 06 Sep 2018 08:35 AM PDT

TECHNO,Semenjak diumumkan pada konferensi Google I/O 2018 bulan Mei lalu, banyak pihak coba menerka julukan resmi untuk sistem operasi Android versi ke-9 alias Android P. Kini Google telah resmi mengungkapkan kepanjangan dari huruf "P" di nama sang OS, yakni "Pie".



Melanjutkan tradisi Google, Pie dikenal sebagai salah satu jenis makanan dengan isian manis yang biasa disajikan sebagai hidangan penutup atau dessert, meski sebenarnya ada juga versi asin dengan isian macam daging.

Sebelum Android 9, Android 8 (O), memiliki julukan "Oreo", Android 7 (N) bernama "Nougat", Android 6 (M) disebut sebagai "Marshmallow", kemudian Android 5 (L) adalah "Lollipop".



Android 9 Pie sendiri mulai tesedia dalam versi official release hari ini. Namun, OS ini baru hadir untuk seri smartphone Pixel besutan Google lewat update over-the-air.Update Android P untuk ponsel merek lain akan menyusul belakangan.

Daftar Pabrikan Android yang ikut serta dalam program Android P beta untuk persiapan rilis OS tersebut antara lain Sony, Xiaomi, Nokia, Oppo, Vivo, OnePlus, dan Essential.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Selasa (7/8/2018), Google mngklaim para pabrikan peserta program beta Android P bakal memperoleh update dalam waktu dekat, sekitar kuartal ketiga 2018.



"Kami juga bekerja sama dengan para partner lain untuk meluncurkan perangkat baru dengan Android 9, atau upgrade ke Android 9, di tahun ini," sebut sang raksasa software itu.

Android Pie dibekali sejumlah fitur anyar, seperti "dark mode" resmi yang akan mengubah tampilan UI menjadi serba gelap, Digital Wellbeing, navigasi berbasis gestur, notifikasi gaya baru, hingga status bar yang sengaja dikosongkan di bagian tengah untuk mengakomodir bagian "notch" alias poni di layar.(*)

REKOMENDASI PEMBACA :

Rombongan Jamaah Haji Sampai Kabupaten Probolinggo

Posted: 06 Sep 2018 12:19 AM PDT

GENDING,Rombongan jamaah haji kloter 27 dan 28 Kabupaten Probolinggo yang baru selesai menunaikan ibadah haji tiba di kawasan Wisata Religi Miniatur Ka'bah Curahsawo Gending, Rabu (5/9/2018) malam dan Kamis (6/9/2018) dini hari.




Kedatangan mereka disambut keluarga dan kerabat yang sudah menunggu sejak Rabu sore, bahkan tak sedikit yang menginap di lokasi, menunggu kedatangan rombongan kloter 28 yang tiba belakangan.

Rombongan kloter 27 tiba lebih dulu di miniatur Ka'bah pada pukul 22.15 WIB, sementara rombongan jamaah haji kloter 28 tiba pukul 04.30 dini hari berikutnya.




Ikut menyambut kedatangan rombongan kloter 27, Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH, M.Hum dan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan PCNU Krakaaan yang juga anggota DPR-RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Aminuddin, M. Si.

Pj. Bupati R. Tjahjo Widodo menyampaikan ucapan selamat datang kepada jamaah haji Kabupaten Probolinggo sembari mengajak semuanya untuk selalu bersyukur atas nikmat kesempatan beribadah yang telah diberikan Allah SWT. "Alhamdulillah para jamaah haji Kabupaten Probolinggo bisa tiba kembali di tanah air dengan selamat. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah," harapnya.

Bergantian ratusan jamaah haji tersebut bersalaman dengan H. Hasan Aminuddin dan Pj. Bupati R. Tjahjo Widodo serta tamu undangan yang lain. Nampak raut muka cerah dan bahagia di wajah mereka yang telah menunaikan rukun Islam ke-5 sebagaimana diperintahkan Allah SWT.




Jamaah haji Kabupaten Probolinggo yang datang dari tanah suci tahun 2018 berjumlah 819 orang dengan rincian kloter 27 sebanyak 445 orang dan kloter 28 sebanyak 374 orang. Awalnya calon jamaah haji yang diberangkatkan berjumlah 821 orang, namun 2 orang jamaah haji dari kloter 28 meninggal dunia di tanah suci.

Banyaknya keluarga dan kerabat jamaah yang datang menjemput membuat suasana sekitar Miniatur Ka'bah nampak ramai dengan ribuan massa dan ratusan kendaraan yang melintas maupun parkir di sekitar lokasi. Namun berkat kesiapan dan kesigapan petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Satkorcab Banser semuanya dapat berjalan aman terkendali. (Mujiono)

REKOMENDASI PEMBACA :


Wednesday, September 5, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Sosialisasikan Pengelolaan Sanitasi Aman Dalam Program RTLH

Posted: 05 Sep 2018 07:34 AM PDT

BESUK,USAID IUWASH Plus Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Besuk memberikan sosialisasi pengelolaan sanitasi yang aman untuk masyarakat penerima manfaat program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dana ADD (Alokasi Dana Desa) di Kecamatan Besuk, Selasa (4/9/2018).



Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Besuk ini diikuti oleh 61 orang peserta terdiri dari Kasi Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Desa, Kaur Pembangunan Desa, tokoh masyarakat serta Pendamping Dana Desa Kecamatan Besuk.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang pengelolaan sanitasi yang aman oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo dan spesifikasi teknis jamban dan tangki septik Program RTLH serta peran dan fungsi Pendamping Dana Desa dalam Program RTLH oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo.

Camat Besuk Teguh Prihantoro mengungkapkan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya memiliki jamban sehat dan dapat tersampaikan ke masyarakat secara luas. Serta memberikan pemahaman kepada peserta tentang pengelolaan sanitasi yang aman dan dapat tersampaikan ke masyarakat secara luas dan meningkatkan jumlah masyakarat yang memiliki akses ke jamban sehat.



"Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini peserta memahami tentang pentingnya memiliki jamban sehat, pengelolaan sanitasi yang aman serta adanya peningkatan jumlah masyakarat yang memiliki akses ke jamban sehat," katanya.

Menurut Teguh, untuk memastikan peningkatan akses terhadap layanan WASH secara berkelanjutan, USAID IUWASH PLUS berpegang pada hipotesis pembangunan yang berfokus pada penguatan sistem pemberian layanan agar dapat menjangkau segmen penduduk yang paling miskin dan rentan secara lebih efektif.

"Untuk mencapai hal tersebut, program ini melakukan sejumlah kegiatan melalui empat komponen yang saling terkait. Meliputi, meningkatkan layanan WASH rumah tangga, memperkuat kinerja kelembagaan WASH di tingkat kota, memperkuat lingkungan pembiayaan WASH dan memajukan advokasi, koordinasi dan komunikasi WASH nasional," jelasnya.

Untuk mendukung komponen-komponen tersebut jelas Teguh, USAID IUWASH PLUS juga menjalankan Komponen Keberlanjutan dan Inovasi Lokal (LSIC) yang dirancang untuk mendorong inovasi WASH yang dapat memperkuat masyarakat, sektor swasta, pemerintah dan penyedia layanan WASH.



"Untuk mendukung pencapaian Akses Universal di Kabupaten Probolinggo, USAID IUWASH PLUS bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat, terutama masyarakat B40. Sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk percepatan peningkatan akses air minum dan sanitasi di tahun 2019," terangnya.

Teguh menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memiliki program pembangunan 1000 RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang didanai dari ADD. Di tahun 2018, pembangunan RTLH tidak hanya fokus pada pembangunan atau renovasi rumah namun juga harus dilengkapi dengan pembangunan jamban rumah tangga.

"Pelaksanaan program ini akan dikawal oleh fasilitator atau pendamping dana desa yang akan memastikan pembangunan akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan," tegasnya.



Oleh karena itu tambah Teguh, perlu adanya peningkatan pemahaman kepada fasilitator atau pendamping dana desa tentang pengertian jamban sehat dan syarat yang harus dipenuhi dan hal-hal lain yang harus diperhatikan selama penggunaan jamban tersebut.

"Selain itu, mereka juga harus mengerti hal-hal yang harus dilakukan (termasuk kewajiban untuk menguras tangki septik) dan tidak boleh dilakukan dalam perawatan jamban. Dengan demikian, para fasilitator atau pendamping dana desa ini dapat menyampaikan ke masyarakat secara luas sebagai calon penerima manfaat," tambahnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Tuesday, September 4, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Kenikmatan Kopi Lokal Probolinggo

Posted: 04 Sep 2018 03:53 PM PDT


KRAKSAAN,Seiring pesatnya perkembangan tren kopi nusantara di era teknologi informasi saat ini, tidak dipungkiri juga diikuti oleh meningkatnya pemahaman masyarakat awam tentang cita rasa kopi itu sendiri. Dan kini "Ngopi" telah menjelma menjadi sebuah gaya hidup tanpa membedakan klaster – klaster masyarakat, baik itu perkotaan maupun masyarakat pinggiran.



Tren Ngopi ini pun seakan memantik keinginan masyarakat luas untuk turut menikmati secangkir kopi yang berkualitas melalui berbagai metode penyajian. Hal ini lah yang kemudian mendorong bermunculannya coffee shop lengkap dengan penyeduh kopi bersertifikat yang bernama barista. Tidak hanya di kota – kota besar saja, namun juga meluas ke daerah pinggiran.

Fenomena ini akhirnya turut memacu para petani dan tengkulak kopi lokal untuk senantiasa menjaga dan menjamin kualitas kopinya. Singkat cerita, hilir mudik perjalanan kopi dari kebun yang akhirnya bermuara pada sebuah cangkir seduh itu seakan membawa gairah baru dalam roda perekonomian nusantara khususnya pada daerah penghasil kopi.

Tak terkecuali di Kabupaten Probolinggo yang kini juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi jenis Robusta dan Arabika berkualitas. Salah satu contohnya adalah Kopi Krucil dan Kopi Tiris yang kini pun mulai menjadi buah bibir para penikmat kopi nusantara baik untuk jenis Robusta maupun Arabika. Meskipun belum se tenar kopi Gayo dan Kopi Toraja namun kualitas dan cita rasa nya layak disandingkan bersama kopi – Kopi kenamaan tersebut.



Hal ini diungkapkan oleh Agus Santuso (36), barista muda asal kota Kraksaan yang sudah 5 tahun menggeluti profesi yang terbilang masih cukup langka ini. Kecintaannya terhadap kopi nusantara menyeretnya untuk belajar dan kemudian menekuni bidang ini disebuah coffee shop yang cukup populer di Kota Kraksaan.

Beberapa festival Kopi di sekitaran Jawa Timur pun tidak jarang dia ikuti. Seperti beberapa waktu lalu di Bondowoso yang juga turut mengkonteskan teknik manual brewing dalam acara Festival Kopi Nusantara 3. Sayangnya perjuangannya mewakili Kabupaten Probolinggo saat itu harus gugur di semi final, namun masih ada satu misi yang tetap membuatnya bertahan.

Selain untuk menambah pengalaman dan jaringan, hadirnya para pemerhati dan pengusaha kopi pada setiap event tersebut di manfaatkan Cak Doyok untuk sebisa mungkin mengenalkan kopi lokal Probolinggo kepada mereka.

"Target utama kami sebenarnya menjuarai kontes ini, namun tidak lupa selalu kami kenalkan kualitas kopi kita, alhamdulillah kopi yang kita bawa selalu laris manis diborong para barista dan penikmat kopi dari berbagai daerah," jelasnya sambil berpromosi.



Sementara untuk pasar lokal khususnya di coffee shop tempatnya bekerja, Cak Doyok mengungkapkan bahwa ada kenaikan yang cukup signifikan atas permintaan seduhan berbahan dasar kopi lokal. Oleh karenanya setiap bulan, pihaknya kini harus menyiapkan minimal 30 kilogram roastbean kopi lokal disamping Kopi nusantara lainnya.

"Alhamdulillah masyarakat Probolinggo kini mulai paham dan sadar bahwa kopi lokal kita tidak kalah dengan kualitas kopi nusantara lainnya, semoga semakin terus meningkat dan mampu mensejahterakan petani lokal," tandas bapak dua anak ini. (Tri)

REKOMENDASI PEMBACA :

Monday, September 3, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Prestasi Indonesia di Urutan ke- 4 Asian Games 2018, Menpora: Torehan Terbaik Yang Akan Menjadi Catatan Sejarah Yang Abadi

Posted: 03 Sep 2018 08:31 AM PDT

JAKARTA , Asian Games 2018 telah berakhir kemarin, tak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, sukses besar prestasi olahraga juga telah dibuktikan Indonesia dengan berada pada posisi ke-4 terbaik di antara 45 negara peserta pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa di Asia. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sekali lagi mengapresiasi pencapaian prestasi tertinggi yang dicapai pahlawan olahraga Indonesia sepanjang sejarah Asian Games ini dalam acara Forum Merdeka Barat 9, bertema, "Atlet Kita, Prestasi Bangsa", yang digelar di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama sejumlah peraih medali bagi Tim Indonesia, Senin Pagi (3/9).

"Asian Games 2018 telah menjadi menjadi sejarah baru pencapaian tertinggi prestasi olahraga Indonesia selama keikutsertaan Indonesia di Asian Games, dengan raihan total 98 medali, yang terdiri dari 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu," ujar Menpora yang menjelaskan bahwa catatan terbaik prestasi Indonesia sebelumnya di ajang Asian Games terjadi 56 tahun lalu pada saat Asian Games tahun 1962 dengan raihan 51 medali dengan 11 medali emas.



"Mari kita beri penghargaan setinggi-tingginya dan sehormat-hormatnya atas perjuangan pahlawan olahraga yang berjuang menegakkan kehormatan kita di mata dunia lewat prestasi olahraga" ajaknya kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengapresiasi perjuangan atlet di Asian Games 2018 kali ini.

Sebelumnya Menpora dalam berbagai kesempatan telah meminta para atlet untuk bertarung habis-habisan demi bangsa dan negara, "Kepada seluruh pahlawan olahraga Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018, ingatlah sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka bertarunglah, menanglah dan jadikan namamu abadi, Ayo Indonesia, Indonesia Juara," ucapnya saat mengawali Asian Games dua pekan lalu.

Dengan capaian ini, Indonesia melampaui target minimal 16 medali emas yang dicanangkan pemerintah sejak awal untuk bisa berada di peringkat 10 besar Asian Games 2018. Sebanyak 9 dari 31 emas yang berhasil diraih Indonesia, berasal dari cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade (Olympic Sports), dan 22 emas dari cabang Non-Olympic Sports.



Sementara dari Pencak Silat, Indonesia meraih 14 dari 16 medali emas yang diperebutkan. Ke depan Indonesia akan memastikan Pencak Silat untuk dapat dipertandingkan di Oimpiade, "Pemerintah akan memperjuangkan agar Pencak Silat menjadi cabang eksebisi pada Olimpiade 2020 Tokyo dan untuk selanjutnya bisa dipertandingkan secara reguler," jelas Imam Nahrawi.


Pencapaian Prestasi Tim Indonesia di Asian Games 2018
Sejumlah pencapaian penting dicatatkan oleh Tim Indonesia sepanjang pertandingan di Asian Games 2018, diantaranya Indonesia menciptakan All Indonesian-Final (Pertandingan Final sesama Indonesia) pada nomor pertandingan Panjat Tebing Nomor Speed Relay Putri dan Speed Relay Putra dan Bulutangkis Nomor Ganda Putra.

Indonesia juga mengakhiri puasa emas pada sejumlah cabang-cabang Olympic Sports seperti pada cabang Tenis, Karate dan Angkat Besi. Pada cabang olahraga Non-Olympic Sports, Sepak Takraw juga mengakhiri puasa emas dengan raihan emas pertama sepanjang gelaran Asian Games.

"Jangan pernah sekalipun mengecilkan perjuangan atlet Indonesia, apakah mereka bertanding di cabang yang dipertandingkan di Olimpiade (Olympic Sports) atau tidak dipertandingkan di Olimpiade, semua atlet menjalani proses menempa diri untuk menjadi yang terbaik dengan latihan dan kedisiplinan yang tidak ada bedanya,'' ucap Menpora lagi.




Bonus Asian Games 2018 Cair
Terkait pemberian bonus bagi peraih medali sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin bonus segera diberikan sebelum keringat atlet mengering. Bonus bagi atlet peraih medali telah diberikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, Minggu Pagi (2/9) di Istana Negara sebelum acara penutupan Asian Games 2018 kemarin. Bonus diberikan baik bagi atlet peraih medali (emas, perak dan perunggu), maupun atlet yang tidak meraih medali. Bonus juga diberikan kepada pelatih serta asisten pelatih.

Menpora Imam Nahrawi menjelaskan pemberian bonus ini, diberikan dengan rincian, sebagai berikut: Peraih Emas perorangan mendapatkan 1, 5 Miliar Rupiah, Peraih Medali Emas untuk Pasangan/Ganda sebesar 1 Miliar Rupiah per-orang, dan Emas beregu 750 juta Rupiah per-orang.

Peraih perak perorangan mendapatkan 500 juta Rupiah, Perak untuk Ganda sebesar 400 juta Rupiah per orang, dan perak beregu 300 juta Rupiah per orang.

Untuk peraih perunggu perorangan mendapatkan 250 juta Rupiah, Perunggu Ganda 200 juta Rupiah per orang, dan peraih perunggu beregu sebesar 150 juta Rupiah per orang.

Pemerintah juga akan memberikan bonus kepada pelatih dan asisten pelatih, dimana para pelatih perorangan/ganda mendapatkan 450 juta Rupiah untuk emas, 150 juta Rupiah untuk perak, dan 75 juta Rupiah untuk perunggu.



Para pelatih beregu mendapatkan 600 juta Rupiah untuk emas, 200 juta Rupiah untuk perak, 100 juta Rupiah untuk perunggu.

Setiap medali kedua dan seterusnya, para pelatih mendapatkan 225 juta Rupiah untuk emas, 75 juta Rupiah untuk perak, dan 37,5 juta Rupiah untuk perunggu.

Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan 300 juta untuk emas, 100 juta untuk perak, dan 50 juta untuk perunggu.

Para asisten pelatih beregu mendapatkan 375 juta Rupiah untuk emas, 125 juta Rupiah untuk perak, dan 62,5 juta Rupiah untuk perunggu.

Setiap medali kedua dan seterusnya, para asisten pelatih mendapatkan 150 juta Rupiah untuk emas, 50 juta Rupiah untuk perak, dan 25 juta Rupiah untuk perunggu.

Imam Nahrawi menjelaskan bahwa seluruh bonus telah dikirim langsung ke rekening masing-masing dengan nominal yang diterima berupa bonus bersih tanpa potongan pajak.



Selain berbentuk uang, bonus yang diberikan pemerintah kepada atlet juga berupa pengangkatan status sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bonus rumah bagi setiap peraih medali.


Momentum Kebangkitan Olahraga Nasional Menuju Olimpiade 2020
Dengan total 31 medali emas, menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara terbaik sepanjang sejarah Asian Games yang memperoleh pencapaian sebanyak 31 medali. Sebelumnya, tidak pernah ada negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu meraih 31 emas di ajang Asian Games.

Imam menegaskan, bahwa seluruh pencapaian tersebut tentu merupakan hal yang membanggakan. Namun, perjuangan tidak akan berhenti sampai di sini mengingat masih ada Olimpiade Tokyo 2020.

Pelatnas jangka panjang akan berjalan setelah Asian Games 2018. Ia yakin, dengan modal positif dalam Asian Games 2018 ini, Indonesia kini menatap Tokyo 2020 dengan penuh optimisme, karena Indonesia berhasil mendapatkan emas dalam beberapa cabang olahraga Olimpiade, seperti angkat besi, tenis, bulutangkis, panjat tebing, dayung hingga karate.

"Setelah Asian Games 2018 ini kita akan melakukan evaluasi agar hasilnya lebih maksimal di Olimpiade 2020. Fokus setelah Asian Games ini adalah memperbaiki performa atlet-atlet kita yang akan dipersiapkan untuk cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo tahun 2020, serta penyusunan Peta Jalan (Road Map) Pembangunan Keolahragaan Nasional menuju prestasi olahraga Indonesia Hebat 2030.

"Ini adalah momentum kebangkitan prestasi olahraga Indonesia. Hari ini pahlawan olahraga kita telah tunaikan janji dan sumpah mereka atas perjuangan untuk ibu pertiwi. Telah mereka abadikan nama mereka sebagai juara dan pemenang yang akan dikenang selamanya. Terima kasih Pahlawan Olahraga Indonesia, untuk semua energi dan perjuangan yang menyatukan bangsa ini dan membuat kami semua bangga menjadi Indonesia," ucapnya dengan penuh rasa bangga dan haru. (*)

REKOMENDASI PEMBACA :




Ayo ikuti dan Daftar Segera Jobs Market Fair 2018

Posted: 03 Sep 2018 06:19 AM PDT

source :
Dinas Tenaga Kerja
Kabupaten Probolinggo

Pengembangan Sentra Madu Kecamatan Lumbang

Posted: 02 Sep 2018 07:23 PM PDT

LUMBANG,Sentra madu Lumbang turut berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Untuk mendukung pengembangan sentra madu tersebut, dilaksanakan Program Kemitraan Wilayah (PKW) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilaksanakan Sabtu (1/9/2018) di Kantor Kecamatan Lumbang.



Proposal PKW Sentra Madu yang diajukan Ubaya dan UMM telah disetujui Kementerian Riset, Tenologo dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sejak 2017 dan akan berakhir tahun 2019. Implementasi program ini berupa pembinaan, pendampingan dan pengembangan usaha madu di Kecamatan Lumbang.

Terlaksananya program ini untuk mengevaluasi terhadap permasalahan dalam pengembangan usaha madu. Sementara pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah disesuaikan dengan kondisi setempat agar tepat sasaran, efektif, efisien dan diperoleh manfaat yang optimal.

Ubaya memberikan bantuan mesin penurun kadar air (dehumidifier). Sedang disiapkan pula pembangkit listrik tenaga matahari sebagai antisipasi jika aliran listrik PLN padam. Banyak bantuan bantuan yang diberikan untuk melengkapi lokasi sentra madu seperti display "Kampung Madu Kecamatan Lumbang."

Melalui PKW) dan Ubaya telah menyumbang 7.000 bibit randu. Sedangkan swadaya masyarakat berjumlah sekitar 1.000 bibit. Seluruhnya ditanam dilahan Perhutani. Untuk penanaman tersebut sudah dikoordinasikan dengan pihak Perhutani.

Camat Lumbang Bambang Heri Wahyudi menjelaskab, Kecamatan Lumbang mengalokasikan anggaran pembuatan bangunan untuk tempat mesin, pengadaan alat uji kadar air pada madu. Telah dilakukan pula fasilitasi pada Koperasi Ternak Hidup Makmur Sejahtera sebagai wadah para peternak lebah.



Dalam mengoptimalkan potensi tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada tahun 2019 akan memberikan dukungan berupa bantuan alat kemasan madu (sachet), Kedit Modal Kerja (KMK), sistem hak paten untuk logo maupun label dan juga dukungan dukungan lainnya. (Mujiono)

REKOMENDASI PEMBACA :

Saturday, September 1, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Rindi Diarak Keliling Kota Bersama Medali Emas Asian Games

Posted: 31 Aug 2018 07:21 PM PDT

PROBOLINGGO, Pulang kampung, Rindi Sufriyanto, atlit panjat tebing peraih medali emas asian games diarak keliling kota oleh Kapolres AKBP Alfian Nurrizal dan Walikota probolinggo terpilih, Habib Zainal Abidin. Hasilnya, disepanjang jalan warga mengapresiasi dan memberikan sambutan meriah ke pejuang olah raga dari kota mangga ini.




Meski di arak keliling kota, tidak terlihat rasa lelah yang dirasakan Rindi. Ia berharap di Kota Probolinggo bermunculan atlit-atlit masa depan. "Kedepan pemerintah segera membuat fasilitas latihan yang berkualitas standar internasional," harap Rindi Sufriyanto.

Sementara itu, Habib Hadi Zainal Abidin, Walikota Probolinggo terpilih, mengungkapkan, kedepan fasilitas latihan atlit berbagai cabang olah raga akan diperbaiki.




Hal senada diungkapkan Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, sudah seharusnya kepolisian mengapresiasi atlit muda berprestasi. "Salah satunya dengan mengarak keliling kota," katanya.

Atas prestasi membanggakan ini, kepolisian memberikan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan. Semoga kedepan makin banyak bermunculan atlit-atlit muda kebanggaan Indonesia dari Kota Probolinggo.(*)

REKOMENDASI PEMBACA :