Monday, August 20, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


A'irin Nur Widyastuty, Juara 2 Guru Berprestasi Tingkat Nasional

Posted: 20 Aug 2018 08:35 AM PDT

JAKARTA,Sebuah prestasi membanggakan diukir oleh guru SMPN 1 Kraksaan, A'irin Nur Widyastuty di tingkat nasional. Dalam pemilihan Guru Berprestasi Pendidikan Dasar Tahun 2018 untuk jenjang SMP yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada 10-18 Agustus 2018, Airin sukses meraih sebagai juara 2 nasional.

Atas prestasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada A'irin Nur Widyastuty, guru SMPN 1 Kraksaan atas prestasi dan dedikasinya yang tinggi sehingga berhasil terpilih sebagai juara 2 Tingkat Nasional Guru Berprestasi Pendidikan Dasar Tahun 2018.




"Semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi guru lainnya di Kabupaten Probolinggo. Salah satu indikator guru berprestasi adalah menghantarkan peserta didik menjadi murid yang berprestasi pula, baik prestasi akademik, berkarakter, berakhlak mulia dan terampil," ungkapnya.

Menurut Dewi, saat ini Dispendik Kabupaten Probolinggo sedang menyiapkan seleksi Guru dan Pengawas berprestasi, untuk diberikan pembekalan dan pemantapan. "Adapun sebagai salah satu narasumbernya adalah Ibu A'irin Nur Widyastuty," tegasnya.

Sementara A'irin Nur Widyastuty menyampaikan ada beberapa penilaian yang dilakukan dalam kegiatan ini. Meliputi, portofolio, tes kepribadian, tes tertulis kompetensi, presentasi, wawancara dan akhlaq mulia. "Dari semua komponen tersebut saya sendiri menganggap bahwa komponen terpenting adalah presentasi dan wawancara yang harus diikuti oleh akhlak mulia peserta saat presentasi, katanya.

Menurut Airin, ada salah satu peserta yang ditegur oleh juri dikarenakan dianggap kurang sopan terhadap juri. Latar belakang daerah asal juga dipertimbangkan dalam penulisan karya tulis ini. Juri memberikan apresiasi tinggi bagi daerah terbatas tetapi guru dapat berinovasi dengan keterbatasannya.

"Juara 1 berasal dari Lombok NTB yang saat ini berada dalam kondisi bencana. Dalam kondisi tersebut, guru dapat berinovasi dengan mengajarkan bagaimana memainkan musik dengan cara baik dan mengetahui not-notnya. Juara 3 berasal dari Merauke Papua yang membuat alat peraga IPA berupa model sistem pernapasan. Hal ini mengundang kekaguman dari juri karena pada daerah tersebut, guru dapat menyajikan pembelajaran yang menarik bagi siswanya," jelasnya.

Airin mengaku sangat bangga sekali menjadi peserta guru berprestasi mewakili Provinsi Jawa Timur ke Tingkat Nasional. Dimana selama kegiatan telah diperlakukan sangat baik oleh panitia. Panitia juga bersikap sangat sabar dan menganggapnya yang terbaik dari provinsi masing-masing dan selalu memberikan pujian pada semua.

"Kami mendapatkan tas, setelan jas yang dijahitkan pada penjahit profesional sehingga terasa pas di badan kami, flasdish, setelan training, tas cangklong juga pointer. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah se-Indonesia menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dimana kami bisa berbagi pengalaman dan cerita dari daerah masing-masing serta menambah teman dan mempererat silaturahim," tegasnya.

Dari hasil penilaian ini, Airin mengaku ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, salah satunya dalam penulisan PTK. Masih ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki dalam penulisannya termasuk penulisan bagian kesimpulan dan penulisan data. "Pengetahuan tes tertulis bagian profesional juga perlu ditingkatkan untuk lebih banyak lagi membaca dan latihan soal. Untuk bagian lain sudah dianggap baik oleh juri, " akunya.

Sebagai satu-satunya perwakilan dari Jawa yang bisa masuk kedalam 3 besar, Airin mengaku menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dan rasa bersyukur yang teramat dalam. Terlebih saat presentasi dan wawancara memang mendapatkan respon positif dari juri karena ide yang diangkat sangat positif dan bagus bagi siswa.

"Kontingen peserta lain juga mengatakan bahwa presentasi yang saya lakukan sangat bagus. Bahkan ada yang mengatakan bahwa saya seharusnya mendapatkan juara 1. Tapi buat saya ini adalah capaian yang luar biasa, mengingat perjuangan yang saya lakukan dalam mempersiapkan ini semua benar-benar melelahkan. Lebih dari seminggu saya sering pulang malam dan lembur untuk mempersiapkan segalanya, " ungkapnya.

Ke depan Airin berharap semoga setelah kembali ke sekolah bisa bermanfaat dan menjadi teladan bagi siswa ataupun guru lainnya. Tetap memegang komitmen dan budaya kerja, dapat memberikan masukan dan pendapat bagi daerah sendiri untuk dapat mengembangkan potensi pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

"Dalam mengikuti ajang Guru Prestasi harus memiliki totalitas, sepenuh hati dan keikhlasan. Jangan memperhitungkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan dalam mengikuti ajang ini, tapi harus bisa memberikan yang terbaik dalam semua aspek penilaian. Guru mulia karena karya. Kerja keras budaya kita prestasi bangsa, " tambahnya.

Setelah mendapatkan juara 2 nasional, Airin mengaku banyak hal yang diperoleh. Selain pengalaman berharga dan menambah banyak teman se-Indonesia, fasilitas lain adalah ketika diundang ke gedung MPR/DPR RI pada 16 Agustus 2018.

"Atas prestasi ini kami juga mendapatkan hadiah sertifikat besar dalam pigura yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy ditambah penghargaan berupa uang pembinaan serta hadiah laptop yang awal mulanya hanya diberikan pada juara 1. Tetapi alhamdulillan pada akhirnya panitia memberikan hadiah laptop bagi juara 1, 2 dan 3," ujarnya.

Tidak lupa Airin juga menceritakan pengalamannya selama mengikuti pemilihan apresiasi untuk pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi. Dimana kontingen Jawa Timur mendarat di Jakarta pada 11 Agustus 2018 pukul 09.00 yang kemudian terpisah ke beberapa hotel.




"Tim Guru SD dan SMP menuju Hotel Aryaduta, sementara tim lain ada yang menuju Hotel Millenium, Hotel Sahid, Hotel Sunlake dan Hotel Horison. Pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018 belum ada proses kegiatan penilaian. Pukul 14.00-16.00 adalah kegiatan check in yang dilanjutkan pukul 16.00-17.00, kegiatan registrasi dan pada malam harinya penjelasan teknis, " kenangnya.

Minggu, 12 Agustus 2018 dilaksanakan kegiatan pembukaan pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional di Hotel Sahid. Dilanjutkan pada pukul 13.30 tes kepribadian di Hotel Aryaduta. Pada pukul 16.00 dilanjutkan tes tertulis yang merupakan materi profesional sesuai dengan bidang mapel yang diampu.

"Pada malam harinya dilanjutkan sesi presentasi dan wawancara hingga pukul 22.00 dengan cara diundi. Alhamdulillan saya tidak kebagian sesi presentasi dan wawancara pada malam tersebut karena kondisi fisik dan otak sudah benar-benar lelah," urainya.

Kemudian pada Senin, 13 Agustus 2018 kegiatan presentasi dan wawancara masih tetap dilanjutkan hingga pukul 22.00. "Alhamdulillah saya maju pada urutan ke 26 pada pukul 21.00 dengan nomer peserta adalah 15 untuk Kontingan Jawa Timur, " katanya.

Pada Selasa tanggal 14 Agustus 2018, masih dilanjutkan sesi presentasi dan wawancara hingga pukul 11.30 dan dilanjutkan kegiatan refleksi hasil presentasi dan wawancara hingga pukul 13.00. Pada pukul 14.00 dilanjutkan sesi materi: Profesionalisme Guru oleh Prof. Abdorrahman Gintings. Dilanjutkan pada pukul 16.30 sampai pukul 18.00 Materi: Program Unggulan Direktorat Pembinaan Guru Dikdas

"Pada hari Rabu tanggal 15 Agustus 2018 adalah kegiatan Wisata Kebudayaan ke Kebun Raya Bogor. Kami sudah harus selesai makan dan berada di bus pada pukul 06.00. Dilanjutkan menuju Monas pada pukul 13.00. Sayangnya karena ada kemacetan dikarenakan even obor Asian Games 2018, maka kami tidak bisa masuk ke Monas dan langsung menuju Masjid Istiqlal dan kembali ke hotel," bebernya.

Hal ini juga disebabkan karena pada pukul 16.00 mereka sudah harus berangkat menuju Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikbud untuk acara Pemberian Penghargaan kepada Pemenang serta Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hati ini dag dig dug menunggu hasil pengumuman. "Alhamdulillah meraih Juara 2," ungkapnya.




Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 16 Agustus 2018 jelas Airin, peringkat 8 besar Guru SD dan 8 besar guru SMP menuju gedung MPR/DPR RI untuk mengikuti pidato kenegaraan di gedung MPR/DPR RI. Sesampainya di gedung MPR/DPR RI, mereka hanya bisa mengikutinya di aula luar saja, dikarenakan terbatas 5 peserta saja yang bisa masuk kedalam gedung yang diwakili oleh guru daerah khusus.

"Kami kembali ke hotel untuk mengikuti materi: Meningkatkan Profesionalisme Mengajar di Pendidikan Dasar oleh Bank Dunia dan dilanjutkan Materi: Peran Keluarga dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Dasar oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga oleh Dr. Sukiman, " ujarnya.

Pada hari Jumat 17 Agustus 2018 jam 05.00 pagi, Airin bersama rombongan sudah berada di bus untuk mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di gedung Kemendikbud dengan memakai pakaian adat. Kegiatan ini sangat seru karena peserta memakai pakaian adat daerah masing-masing dan dihiasi dengan kegiatan foto pribadi dengan peserta dari daerah lain.

"Pada pukul 14.00 kami sudah menuju Hotel Sahid untuk acara penutupan dan malam harinya kegiatan penyelesaian administrasi. Pada hari Sabtu 18 Agustus 2018, sudah tidak ada kegiatan dan peserta bisa kembali ke daerah masing-masing," pungkasnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Info Lowongan Kerja Pasuruan, Dibutuhkan Custumer Service Di JNE

Posted: 20 Aug 2018 08:38 AM PDT










Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini, Kapolres dan Dandim Dampingi Siswa TK Lomba Mewarnai

Posted: 20 Aug 2018 06:37 AM PDT

PROBOLINGGO,Puluhan anak - anak Taman Kanak-kanak se-Kota Probolinggo tampak sedang sibuk dan asyik dengan pensil warna atau crayon miliknya pada Senin (20/8/18) pagi. Puluhan anak – anak TK tersebut rupanya memang sedang mengikuti lomba mewarnai dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Kantor Disdikpora Kota Probolinggo, Jalan Basuki Rahmad, Kota Probolinggo.

Mereka berlomba - lomba mewarnai kertas berisikan gambar yang sudah disediakan panitia. Tema dalam kegiatan lomba mewarnai ini adalah member warna kepada simbol-simbol Negara Republik Indonesia, dengan maksud tujuan agar anak usia dini semakin mencintai NKRI dan tidak terpengaruh terhadap paham – paham yang berbahaya.




Acara ini dihadiri oleh Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Moch Maskur, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, Dandim 0820 Letkol Kav Depri Rio Saransi, kepala sekolah, guru sekaligus wali murid yang mengikuti lomba tersebut.

Kapolres Kota Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M. Hum mengatakan, lomba mewarnai tersebut dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke -73 dengan tujuan membentuk karakter dan watak generasi penerus bangsa yang di mulai pada usia dini. Kapolres juga mengungkapkan, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap NKRI mulai sejak dini dan hal tersebut sebagai langkah antisipasi agar para anak – anak ini tidak terpengaruh paham yang berbahaya.

"Bersama Dandim, Dinas terkait , kami ingin menanamkan jiwa Nasionalisme ke anak-anak, kemandirian serta gotong royong melalui lomba mewarnai simbol-simbol Negera Republik Indonesia ini," katanya.

Selain itu, kata dia, lomba ini juga dilakukan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang Kemerdekaan, makanya gambar yang diwarnai untuk lomba ini identik dengan NKRI. Ada bendera, dan lainnya.

"Kami berpesan, di era digital seperti ini, para guru harus lebih peka dan jangan bosan untuk terus tanamkan Nasionalisme kepada anak-anak didik kita," jelasnya.




Dandim 0820 Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi juga mengatakan hal yang sama. Ia memang selalu mengedepankan pendidikan karakter ke anak - anak tentang nasionalisme dan cinta NKRI.

Pendidikan tentang itu harus ditanamkan sejak kecil, salah satunya lomba mewarnai seperti ini.

"Kami TNI-POLRI sebagai garda paling depan dalam hal pengamanan Bangsa Indonesia khususnya di Kota Probolinggo, kita harus bersama-sama menjaga keamanan Kota Probolinggo dan bertanggung jawab untuk menanamkan nilai pancasila dan nasionalisme khususnya ke anak - anak. Semoga lomba ini memberikan dampak yang baik dan bermanfaat," tambahnya.(*)

REKOMENDASI PEMBACA :


Sunday, August 19, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Mendikbud ke Probolinggo, telusuri pawai TK kontroversial

Posted: 19 Aug 2018 03:57 PM PDT

PROBOLINGGO,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy datang ke Probolinggo pada Minggu petang untuk menelusuri maksud dan tujuan pawai budaya anak-anak TK Kartika V yang menjadi kontroversi karena menampilkan anak-anak berbaju hitam dan bercadar yang membawa replika senjata.

"Setelah saya turun langsung dan mengecek di lapangan, sebenarnya karnaval anak-anak TK itu tidak ada yang luar biasa," katanya mengenai pawai anak-anak yang videonya sempat viral di media sosial itu.




Ia mengatakan video yang beredar di media sosial hanya fokus pada pasukan anak-anak bercadar yang membawa replika senjata.

"Kalau dilihat secara utuh, karnaval itu seperti karnaval biasa," katanya.

Ia menjelaskan pawai budaya yang digelar TK tersebut mengangkat tema perjuangan umat Islam dalam kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan penjelasan dari pengurus sekolah, properti yang digunakan anak-anak dalam karnaval itu merupakan properti lama dan sekolah tidak berniat mengarahkan anak-anak ke radikalisme yang berbahaya.

"Itu hanya kebetulan saja dan tidak terpikir dampaknya seperti ini," tuturnya.

Muhadjir mengatakan kementerian melakukan penelusuran supaya bisa menyampaikan kejelasan mengenai pawai TK tersebut.




Kasus tersebut, ia menjelaskan, bisa menjadi pelajaran bagi semua sekolah dan guru supaya cermat dalam mendidik murid dan menggunakan properti dalam kegiatan sekolah, termasuk pawai.

"Kalau memang belum waktunya dikenalkan properti itu, sebaiknya dipertimbangkan masak-masak lebih dulu," katanya.

Dia juga mengimbau semua kalangan pendidikan mewaspadai penyebaran ajaran radikalisme di sekolah-sekolah.

Kepolisian Resor Probolinggo Kota sebelumnya sudah mengundang pihak terkait menyampaikan keterangan pers mengenai pawai TK tersebut.

Pawai Budaya dengan tema Bhinneka Tunggal Ika tingkat TK se-Kota Probolinggo yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Probolinggo untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 RI itu dilaksanakan pada Hari Sabtu (18/8) di Kota Probolinggo. Pesertanya 158 anak.

Kepala TK Kartika V Probolinggo Hartatik mengatakan sekolahnya mengangkat tema karnaval "Bersama Perjuangan Rasulullah untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT".

Pemilihan kostum cadar dan replika senjata pada anak-anak dari Taman Kanak-Kanaknya, menurut dia, dilakukan untuk menghemat biaya karena bisa memanfaatkan properti yang ada di sekolah.

"Kami tidak ada niat apa-apa, apalagi menanamkan jiwa kekerasan. Semua hanya niat pawai dengan memanfaatkan properti yang ada sehingga lebih hemat. Atas kejadian itu, saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama," katanya.(*)

source: antaranews
REKOMENDASI PEMBACA :

Saturday, August 18, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Kapolres Undang Pihak Terkait Lakukan Klarifikasi, Atas Viralnya Video Pawai Anak TK Membawa Astribut Senjata Laras Panjang

Posted: 18 Aug 2018 04:55 AM PDT

PROBOLINGGO,Setelah beredarnya foto dan video pawai budaya anak TK menggunakan baju hitam dan cadar serta membawa replika senjata viral di media sosial (18/08/18), Polres Probolinggo Kota mengundang pihak terkait untuk konferensi pers mengklarifikasi kejadian tersebut.

Dalam klarifikasi tersebut, hadir Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, SH. S.Ik,. M.Hum., Dadim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi, S.Sos, MM., Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo Drs. Moch. Maskur, M.Pd, Ketua Panitia Pawai Budaya Ibu Supini dan Kepala Sekolah TK Kartika V Probolinggo Ibu Hartatik.




Pelaksanaan Pawai Budaya dengan tema Bhinneka Tunggal Ika tingkat TK se-Kota Probolinggo oleh Diknas Kota Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-73 dilaksanakan pada Hari Sabtu, 18 agustus 2018 Pkl. 07.00 s/d 11.00 WIB di Kota Probolinggo dengan 158 peserta, merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dengan Tema Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika.

Salah satu peserta pawai dengan nomor urut 1 dari TK Kartika V Probolinggo menggunakan Pakaian berhijab dan bercadar hitam dengan membawa replika senjata sehingga membuat sorotan dan membuat publik bertanya - tanya.

Hartatik selaku kepala sekolah menggunakan tema "Bersama perjuangan Rasulullah untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT". Selain itu Kostum tersebut dipilih karena alasan memanfaatkan properti yang ada di Sekolah TK, sehingga tidak perlu menyewa kostum, serta pemilihan tema tersebut berdasarkan spontanitas.

"Kami tidak ada niat apa-apa, apalagi menanamkan jiwa kekerasan. Semua hanya niat pawai dengan memanfaatkan properti yang ada sehingga lebih hemat. Atas kejadian ini saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama," ucap Hartatik.

Dalam pelaksanaan pawai tersebut, rupanya dari pihak panitia tidak terdapat petugas khusus untuk melakukan pengecekan terkait kostum dan atribut yang dipakai oleh Peserta Pawai Budaya.

Letkol Kav. Depri Rio Saransi, S.Sos, MM. mengungkapkan sebagai penanggung jawab TK dan Paud Kartika yang berada di dalam naungan Kodim 0820 Probolinggo bahwa kejadian ini memang murni untuk memanfaatkan properti yang tersimpan di tempat penyimpanan barang - barang yang ada di TK / Paud Kartika.




"Dalam hal konteks tema yang sudah disampaikan oleh kepala sekolah, hal itu merupakan murni bertujuan untuk memberikan murid murid tentang perjuangan agama Islam dan saya tekankan lagi murni tidak ada maksud sama sekali atau unsur sengaja untuk menunjukkan paham radikalisme", jelasnya.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat bahwa ini semuanya tidak unsur dengan sengaja sekali lagi tidak unsur dengan sengaja, ini hanyalah semata mata untuk menunjukkan bahwa ikut berpartisipasi dan bukan pemberian doktrin radikalisme", tambahnya.

AKBP Alfian Nurrizal, SH. S.Ik,. M.Hum. menjelaskan bahwa pelaksanaan Pawai Budaya tingkat TK tersebut tidak mengajukan ijin dari Kepolisian, namun Polres Probolinggo Kota tetap melakukan pengamanan jalur dan pengamanan kegiatan secara spontanitas mengingat kegiatan tersebut ditonton oleh banyak orang dengan rute di tengah kota.

"Sedangkan terkait penggunakan kostum dan atribut tersebut akan kami lakukan pendalaman", jelasnya.(*)

REKOMENDASI PEMBACA :


Geger, Pawai Anak TK Di Probolinggo Bercadar dan Membawa Replika AK47

Posted: 18 Aug 2018 04:48 AM PDT


PROBOLINGGO, Kota Probolinggo kembali diviralkan dengan pawai anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasalnya pawai yang momentumnya kemerdekaan itu, justru dicederai dengan melambangkan kekerasan membawa replika senjata api mirip AK47.





Pawai yang digelar Sabtu (18/8/2018) pagi dengan rute Jl. Panglima Sudirman (depan Pemkot) – Jl. Suroyo – Alun-alun itu diikuti ratusan anak Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK). Salah satu TK menampilkan anak-anak berpakaian hitam bercadar dan membawa replika senjata AK47.

Foto dan video itu awalnya diunggah juga oleh akun bernama Ahmad Zainullah. Dalam foto tersebut, terlihat anak-anak perempuan mengenakan pakaian tertutup berwarna hitam, dilengkapi atribut seperti senjata laras panjang.

Sontak hal ini viral di media sosial, beberapa akun FB juga melakukan protes. Warganet (netizen) pun ramai- ramai mengomentarinya.Tak hanya di dunia maya . Video itu juga viral di luar kota.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Muhammad Maskur mengaku, sudah memanggil Kepala Sekolah dan Guru TK yang bersangkutan. TK yang dimaksud adalah TK Kartika.

"Saya sudah menghubungi pihak sekolah. Bahkan kepala TK sampai bersumpah bahwa itu tidak ada maksud apa-apa."

"Kepala TK berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu."

"Dia (kepala TK) menyampaikan bahwa penampilan seperti itu hanya untuk hiburan, dan tidak ada maksud negatif sama sekali," kata Maskur.





Terpisah , viralnya video itu akhir membuat pihal TK bersangkutan angkat suara , Pihak sekolah mengatakan bahwa kejadian itu diluar kesengajaan.

Kepala TK Kartika V-69, Hartatik mengaku bahwa busana pawai yang dikenakan anak-anak murni hanya untuk pawai tanpa ada niat apa-apa. Kostum inipun, merupakan properti bekas yang tersimpan dalam gudang sekolah.

Pemakaian kostum itu di sesuaikan dengan tema "Perjuangan Bersama Rasulullah Untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa". Pihak sekolah pun meminta maaf atas ketidaknyamanan ini.

"Atas kejadian ini saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami berjanji untuk tak mengulangi hal yang sama," tandas Hartatik seusai dimintai keterangn oleh polisi di Maporesta Probolinggo, Sabtu (18/8/2018).

Sementara itu Letkol Depri Rio Saransi Dandim 0820 menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui pawai menggunakan atribut itu. " Mereka tidak koordinasi sebelumnya, tahu-tahunya begini" tegasnya.

Atas hal itu, pihaknya atas nama Kodim 0820 Probolinggo meminta maaf atas hal ini. Kodim juga juga akan menyiapkan sanksi. " Akan kami siapkan sanksinya, berupa administrasi", tukas Dandim.

Seperti diketahui TK Kartika V-69 terletak di kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggu itu sendiri berada dalam naungan Kodim 0820 Probolinggo.Bahkan lokasi sekolah, berada dalam kompleks Makodim setempat. (*)

REKOMENDASI PEMBACA :




Friday, August 17, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Beto Mengancam Striker Korsel

Posted: 17 Aug 2018 03:58 PM PDT

Beto Goncalves sudah mencetak tiga gol untuk Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018. (INASGOC/Hery Sudewo)
JAKARTA, Penyerang Timnas Indonesia U-23 Beto Goncalves mengancam posisi striker Korea Selatan Hwang Ui-jo di puncak daftar top skor cabang sepak bola Asian Games 2018 usai mencetak dua gol ke gawang Laos, Jumat (17/8).

Beto kembali menunjukkan ketajamannya bersama Timnas Indonesia U-23. Setelah tidak dimainkan saat Indonesia dikalahkan Palestina, penyerang naturalisasi berdarah Brasil itu mencetak dua gol saat mengalahkan Laos 3-0.




Seperti yang terlansir di cnnindonesia.com, Tambahan dua gol membuat Beto kini sudah mengoleksi tiga gol di Asian Games 2018. Sebelumnya, penyerang Sriwijaya FC itu mencetak satu gol saat Timnas Indonesia U-23 mengalahkan Taiwan 4-0 di laga pertama.


Dengan torehan tiga gol Beto memiliki jumlah gol yang sama dengan pemain Hong Kong Tan Chun Lok dan penyerang Malaysia Safawi Rasid. Ketiga pemain itu hanya tertinggal satu gol dari penyerang Korea Selatan Hwang Ui-jo.

Ui-jo menciptakan hattrick saat Korea Selatan mengalahkan Bahrain 6-0 pada laga pertama Grup E dan mencetak satu gol saat juara bertahan Asian Games itu dikalahkan Malaysia 1-2.

Gelandang Timnas Indonesia U-23 Stefano Lilipaly juga bersaing di daftar top skor Asian Games 2018 dengan torehan dua gol. Lilipaly merupakan salah satu dari 13 pemain yang sudah mencetak dua gol di Asian Games 2018.




Kemenangan atas Laos membuat Timnas Indonesia U-23 berada di posisi ketiga klasemen Grup A Asian Games 2018 dengan torehan tiga poin. Tim Garuda Muda selanjutnya akan menghadapi Hong Kong, Senin (20/8).

Daftar top skor Asian Games 2018:

4 Gol:
Hwang Ui-jo (Korea Selatan).

3 Gol:
Tan Chun Lok (Hong Kong)
Beto Goncalves (Indonesia)
Safawi Rasid (Malaysia)

2 Gol:
Gao Zhunyi (China)
Wei Shihao (China)
Zhang Yuning (China)
Jordi Tarres (Hong Kong)
Stefano Lilipaly (Indonesia)
Yuto Iwasaki (Jepang)
Ernist Batyrkanov (Kirgistan)
Abdulrahman Gharib (Arab Saudi)
Supachai Jaided (Thailand)
Zayed Al-Ameri (Uni Emirat Arab).(bac/ccnindonesia)

REKOMENDASI PEMBACA :





Ini Dia Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Laos di Asian Games 2018

Posted: 17 Aug 2018 09:02 AM PDT

Susunan pemain Timnas Indonesia U-23 vs Laos hampir tidak berubah dari saat melawan Taiwan. (ANTARA/INASGOC/Ary Kristianto)
JAKARTA , Pelatih Luis Milla kembali menurunkan penyerang Beto Goncalves dalam susunan pemain Timnas Indonesia U-23 vs Laos pada laga ketiga Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (17/8).





Seperti yang dilansir dari situs CNNINDONESIA.COM, Milla hampir menurunkan susunan pemain yang sama seperti Timnas Indonesia U-23 vs Taiwan di laga pertama. Satu-satunya perubahan terjadi di posisi sayap, dengan Saddil Ramdani menggantikan posisi Irfan Jaya yang sempat mengalami cedera saat melawan Palestina.

Beto yang tidak dimainkan saat Indonesia dikalahkan Palestina, kembali menjadi starter. Penyerang naturalisasi itu akan tampil di belakang tiga pemain bertipe menyerang: Saddil, Stefano Lilipaly, dan Febri Hariyadi.


Evan Dimas Darmono kembali berduet dengan Zulfiandi di lini tengah Indonesia. Sebelumnya, posisi Evan Dimas digantikan Muhammad Hargianto saat Timnas Indonesia U-23 melawan Palestina.

Empat kuartet lini belakang menjadi I Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin, dan Rezaldi Hehanusa. Kiper Andritany Ardhiyasa kembali dipercaya menjadi starter di bawah mistar gawang Timnas Indonesia U-23.



Timnas Indonesia U-23 wajib meraih kemenangan atas Laos untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018. Indonesia saat ini berada di posisi tiga klasemen Grup A dengan tiga poin.

Susunan pemain

Timnas Indonesia U-23: Andritany Ardhiyasa; I Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanusa; Zulfiandi, Evan Dimas Darmono; Saddil Ramdani, Stefano Lilipaly, Febri Hariyadi; Beto Goncalves.

Timnas Laos U-23: Saymanolinh Paseuth; Xayasith Singsavang, Aphixay Thanakhanty, Xouxana Shihalath; Phoutthasay Khochalern, Bounpachan Bounkong, Tiny Bounmalay, Phithack Kongmathilath, Phouthone Innalay; Soukchinda Natphasouk. (bac)

REKOMENDASI PEMBACA




Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Dipimpin Dandim 0820

Posted: 17 Aug 2018 09:15 AM PDT

KRAKSAAN – Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi bertindak sebagai inspektur upacara (irup) upacara penurunan bendera merah putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kota Kraksaan, Jumat (17/8/2018) sore.




Sebagai Komandan Upacara adalah Kapten Czi Prayitno dari Kodim 0820 Probbolinggo. Sementara perwira upacara adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Probolinggo Agus Mukson

Upacara ini diikuti oleh karyawan dan karyawati (Korpri) Pemkab Probolinggo, TNI/Polri, Satpam, Lintas, Banser, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), karang taruna, mahasiswa, pelajar SLTA serta Pramuka.

Hadir dalam upacara ini jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Upacara penurunan bendera ini juga dimeriahkan dengan penampilan marching band Gita Wibawa Praja Satpol PP Kabupaten Probolinggo yang berkolaborasi dengan kesenian daerah Reog Ponorogo dan Barongsai. Dimana dalam tampilan ini membawakan 2 (dua) buah lagu terbaik yakni Hari Merdeka dan Mars Satpol PP.



Penurunan bendera merah putih ini kembali dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Probolinggo. Komandan Paskibra dipercayakan kepada Kanit Tindak Pidana Korupsi Polres Probolinggo Ipda Fauzan Zikro.

Sementara sebagai petugas pengerek bendera Wildan Azril Umaya dari SMAN 1 Dringu, Rizqi Abdillah Rahman dari SMAN 1 Kraksaan dan Hilmi Eka Rahmatulloh dari SMKN 1 Wonomerto.

Selanjutnya bendera sang merah putih dibawa oleh pembawa baki bendera Feby Nadia dari SMAN 1 Tongas. Kemudian Sang Merah Putih ini diserahkan kepada Irup Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi. Secara umum pelaksanaan upacara penurunan bendera merah putih berjalan dengan khidmat dan lancar. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :


Cara Penulisan Ucapan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018 yang Benar, Bukan Dirgahayu HUT RI ke 73

Posted: 17 Aug 2018 02:13 AM PDT

Hari kemerdekaan RI atau HUT Kemerdekaan RI jatuh pada 17 Agustus 2018. Kemerdekaan Indonesia sudah berlangsung selama 73 tahun.

Berkaitan dengan HUT RI, biasanya orang akan ramai mengunggah kalimat-kalimat kemerdekaan di media sosial. Tulisan ucapan hari kemerdekaan Indonesia (HUT Kemerdekaan RI) itu diunggah di medsos.




Namun apakah kamu tahu apakah ucapan kemerdekaan Indonesia sudah ditulis sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar?

Seperti biasa Badan Bahasa Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan menerbitkan penulisan kemerdekaan Indonesia dengan baik dan benar.

Mengutip Tribunsumsel.com, kami bagikan bagaimana penulisan kemerdekaan Indonesia sesuai kaidah Bahasa Indonesia dikutip dari akun Instagram @badanbahasakemendikbud.

SALAH

Dirgahayu Hut RI Ke 73
Dirgahayu RI Ke 73
Dirgahayu Kemerdekaan Kita Ke-73
Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-73

Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-73

Peringatan Ulang Tahun RI Ke-73
Selamat Hari Ulang Tahun RI Ke-73
Selamat Dirgahayu RI Ke-73
H.U.T.R.I Ke-73




BENAR

Dirgahayu Republik Indonesia
Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia
Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia
Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia
Peringatan Ulang Tahun Ke-73 Republik Indonesia
Selamat Ulang Tahun Ke-73 Republik Indonesia
Dirgahayu RI


source : banjarmasin.tribunnews.com
REKOMENDASI BERITA :



Alhamdulillah, 161 WBP Rutan Kraksaan Dapat Remisi

Posted: 17 Aug 2018 09:27 AM PDT

KRAKSAAN – Agenda Tahunan Rakyak Indonesia ini selalu membawa berkah, dimana sebanyak 161 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kraksaan mendapatkan remisi masa hukuman dari pemerintah. Dari jumlah tersebut, 8 (delapan) orang di antaranya langsung bebas. Mereka mendapatkan remisi bervariasi antara 1 hingga 4 bulan masa tahanan.





Remisi ini diserahkan secara simbolis oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH. M.Hum didampingi jajaran Forkopimda dan Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Mohammad Kafi, Jumat (17/8/2018) siang usai upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dan pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-alun Kota Kraksaan.

Penyerahan remisi ini disaksikan oleh pimpinan dan anggota DPRD, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Pj Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo mengharapkan dengan pemberian remisi ini para WBP Rutan Kelas IIB Kraksaan yang bebas tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. "Mereka bisa berbaur kembali dengan masyarakat dan berkarya dengan baik dan mampu memberikan manfaat bagi warga sekitarnya," katanya.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Mohammad Kafi mengatakan para peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, dari 399 orang WBP Rutan Kelas IIB Kraksaan, pihaknya mengusulkan 161 orang untuk mendapatkan remisi. "Ternyata usulan itu diterima semuanya oleh Kementerian Hukum dan HAM RI," ungkapnya.

Menurut Kafi, remisi yang diberikan bervariasi antara 1 bulan sampai 4 bulan dari Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Jawa Timur. Remisi 1 bulan diberikan kepada 53 orang, remisi 2 bulan diberikan kepada 78 orang, remisi 3 bulan diberikan kepada 25 orang dan remisi 4 bulan diberikan kepada 5 orang.





"Dari pemberian remisi tersebut, 8 orang mendapatkan remisi umum 17 Agustus 2018 dan langsung bebas. Mereka yang mendapatkan remisi sudah menjalani hukuman lebih dari 6 bulan dan berkelakuan baik selama berada di dalam Rutan Kelas IIB Kraksaan," pungkasnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :


Berjalan Hikmat, Pemkab Peringati Proklamasi Ke-73 Kemerdekaan RI

Posted: 17 Aug 2018 09:08 AM PDT

KRAKSAAN – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Probolinggo ditandai dengan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dan pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-alun Kota Kraksaan, Jumat (17/8/2018) pagi. Tema Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI tahun 2018 ini adalah Kerja Kita Prestasi Bangsa.





Bertindak sebagai inspektur upacara Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad. Sementara komandan upacara dipercayakan kepada Kepala Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno. Sedangkan perwira upacara adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Probolinggo Agus Mukson.

Upacara ini diikuti oleh karyawan dan karyawati (Korpri) Pemkab Probolinggo, TNI/Polri, Satpam, Lintas, Banser, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), karang taruna, mahasiswa, pelajar SLTA serta Pramuka..

Hadir dalam upacara ini Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH, M.Hum, jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.





Tampak pula, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ny. Tri Juningsih Tjahjo Widodo serta para perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Probolinggo.

Tepat pukul 10.00 WIB, bunyi sirine terdengar memecah kesunyian sebagai tanda peringatan peristiwa bersejarah 73 tahun lalu. Selanjutnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Musayyib Nahrawi membacakan Teks Proklamasi.

Sebagai acara puncak, dilakukan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dengan formasi 17, 8 dan 45 sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia.

Sang merah putih diserahkan oleh Pj Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH., M.Hum kepada pembawa baki bendera Mustika Oktaviani dari SMAN 1 Leces untuk selanjutnya dikibarkan.

Bertindak sebagai Komanda Paskibra Kanit Tindak Pidana Korupsi Polres Probolinggo Ipda Fauzan Zikro. Sementara pengibar bendera Wildan Azril Umaya dari SMAN 1 Dringu, Rizqi Abdillah Rahman dari SMAN 1 Kraksaan dan Hilmi Eka Rahmatulloh dari SMKN 1 Wonomerto.

Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia ini juga dimeriahkan dengan penampilan Marching Band Gita Wibawa Praja Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

Upacara peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI ini juga diisi oleh persembahan lagu-lagu oleh paduan suara Pasmatra dari SMAN 1 Kraksaan. Mereka membawakan 3 (tiga) lagu berturut-turut meliputi Syukur, Bagimu Negeri dan Tanduk Majeng.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyeraham remisi bagi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Kraksaan serta tali asih kepada perintis kemerdekaan. Dilanjutkan dengan 3 (tiga) pleton terbaik diantaranya SMKN 2 Kraksaan, SMPN 1 Kraksaan dan SMAN 1 Kraksaan. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :


Kapolres Pimpin Apel Renungam Suci Di TMP Kraksaan

Posted: 17 Aug 2018 08:40 AM PDT

KRAKSAAN – Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kraksaan di Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan, Jum'at (17/8/2018) dini hari. Acara itu dimulai pada pukul 00.00 WIB dalam rangka memeringati Hari Kemerdekaan ke-73 RI.

Apel kehormatan dan renungan suci ini diikuti oleh jajaran TNI/Polri, PNS, Linmas dan pramuka. Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah AKP Mohammad Dugel dari Polres Probolinggo.




Hadir dalam apel kehormatan dan renungan suci ini Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0820 Probolinggo Mayor Arh Ciptadi, perwakilan Pengadilan Negeri Kraksaan, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Suasana terasa semakin khidmat dan syahdu dikala seluruh lampu di TMP Kota Kraksaan dimatikan dan hanya diterangi oleh sepasang obor di samping Irup. Saat itu pula Kapolres Probolinggo membacakan naskah Apel Kehormatan dan renungan suci.

"Kami yang hadir pada hari ini Jum'at tanggal 17 Agustus 2018 pukul 00.00 WIB pada upacara untuk memperingati dan mengenang akan jasa arwah para pahlawan yang berjuang untuk nusa dan bangsa," kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keridhaan, keiklasan dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdi kepada perjuangan demi kebahagiaan nusa dan bangsa.

"Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami pula. Dan jalan kebaktian yang saudara tempuh adalah jalan kami juga. Kami berdoa semoga arwah para pahlawan di terima Tuhan Yang Maha Esa serta mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya," pungkasnya.



Apel kehormatan dan renungan suci ini ditutup dengan mengheningkan cipta dan salam penghormatan perpisahan dengan iringan koorsik Genderang Sangkakala Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dari empat sudut TMP Kota Kraksaan.

Suara tiupan terompet yang syahdu pada dini hari itu cukup menambah rasa khidmat pada apel kehormatan dan renungan suci menjelang pelaksanaan upacara Detik-Detik Proklamasi dalam memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Zidni Ilham)

BACA :



Sambut HUT RI Ke 73, Polresta Undang Para Veteran

Posted: 17 Aug 2018 04:05 PM PDT

PROBOLINGGO, Memperingati HUT RI ke 73 tahun 2018, Polresta Probolinggo pada Kamis, (16/08/18) menggelar acara yang bertajuk "Menghormati jasa-jasa para Pahlawan dalam rangka HUT RI ke 73 Untuk Veteran Republik Indonesia di Kota Probolinggo". Acara yang bertempat di halaman depan mako Polres Probolinggo tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum dan dihadiri oleh para PJU Polresta dan seluruh anggota Polresta Probolinggo.



Kapolresta Probolinggo mengungkapkan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa ini, merupakan jasa dari para pahlawan yang pada saat berjuang merebut kemerdekaan, rela mengorbankan jiwa dan raga untuk bangsa ini. Kapolres juga mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa, para pemuda wajib bisa menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan ini dengan cara tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini sudah terjalin di negara Indonesia.

"Acara ini bermaksud untuk menimbulkan kembali semangat perjuangan di HUT RI yang ke 73 ini. Karena kemerdekaan, tidak bisa dipisahkan dari para pejuang, untuk itu Pancasila merupakan ideologi bangsa kita dan kita siap menjaga keutuhan NKRI," ucap Kapolresta.

Ketua LVRI Kota Probolinggo, Subyakto mengucapkan rasa terima kasih kepada jajaran Polresta Probolinggo karena telah mengundang para veteran dan memberikan sebuah penghormatan kepada para veteran di suasana peringatan HUT RI yang ke 73 ini. Subyakto juga berharap, agar para generasi muda bisa tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI karena negara Indonesia merupakan negara yang beragam dan terdiri dari berbagai suku, agama dan ras yang berbeda.




"Sejarah perjuangan bangsa kita terutamanya para veteran tidak boleh lepas dari memori ingatan kita, sama halnya rasa kasih sayang kepada orang tua kita karena melahirkan dan membesarkan kita begitu pula kita bisa menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang merdeka karena perjuangan para veteran untuk kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang kita cintai," ungkap Subyakto.

Diakhir kegiatan, Kapolresta Probolinggo memberikan sebuah cinderamata kepada para veteran sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas perjuangan yang sudah mereka lakukan demi bangsa dan negara Indonesia.(*)

REKOMENDASI PEMBACA :