Friday, November 16, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Sembilan SD Terpilih Ikuti Workshop Literasi Program Inovasi

Posted: 16 Nov 2018 04:27 AM PST


PAITON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Program Inovasi dengan sumber dana hibah dari Pemerintah Australia mengadakan workshop literasi program Inovasi di SD Insan Terpadu Paiton, Jum'at (16/11/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 38 guru dan kepala sekolah dari 9 SD pilot project literasi yang ada di Kecamatan Paiton. Sebagai narasumber hadir 9 (sembilan) orang Fasilitator Daerah dari unsur guru, kepala sekolah dan pengawas yang sudah dlatih oleh Tim Inovasi Jawa Timur. Materi yang diberikan berupa modul pembelajaran literasi.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Fathur Rozi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah.

"Selain itu menumbuhkembangkan budaya literasi membaca peserta didik dan seluruh warga sekolah, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak," ungkapnya.

Menurut Rozi, workshop literasi program Inovasi ini juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan. "Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya tumbuh dan terwujud budaya literasi bagi peserta didik dan warga sekolah," harapnya.

Sementara DF Probolinggo Program Inovasi Vita Novianti mengatakan pelatihan ini adalah kegiatan pengantar dari program literasi. "Salah satu materi "growth mindset" bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pola pikir yang berkembang akan mempengaruhi semangat dan kemauan untuk belajar dan berusaha keras sehingga akan membawa perubahan yang lebih baik," katanya. (Zidni Ilman)

Thursday, November 15, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Jangan Lewatkan Tanggal 18 November 2018 Walk In Interview Diva Swalayan Kota Kraksaan

Posted: 15 Nov 2018 01:06 AM PST

DIVA SWALAYAN membutuhkan kasir dengan ketentuan :

1. USIA Max 22 thn
2. Minimal SLTA
3. Penampilan menarik Dan komunikatif
4. Belum pernah menikah
5. Sehat
6. Bisa komputer.
7. Diutamakan bagi yang sudah berpengalaman

Syaratnya:
Buat lamaran kerja Dan dilampirkan :
1. Daftar riwayat hidup
2. Foto warna 4x6 = 3 lembar
3. FC ijazah di legalisir
4. FC transcript nilai
5. FC KTP
6. FC KK
7. FC SKCKm
8. FC sertifikat ketrampilan kalau ada
9. Suara Ijin Orang tua.

Walk in Interview
Hari minggu 18 November 2018
Berpakaian Bebas Rapi dan Bersepatu

Lamaran di bawa sendiri ke Kantor Diva Swalayan 
Jl. Panglima Sudirman 
No. 56-57 Kraksaan Probolinggo.
Jam 09.00 - selesai

DPKH Kampayekan Stop PemotonganSapi Betina Produktif

Posted: 14 Nov 2018 10:01 PM PST

BESUK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) terus berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pemotongan sapi betina produktif untuk menjaga keberlangsungan populasi sapi di Kabupaten Probolinggo.

Hal terungkap dalam kegiatan Stop pengendalian pemotongan sapi betina produktif yang digelar oleh DPKH Kabupaten Probolinggo di Pendopo Kecamatan Besuk, Rabu (14/11/2018).

Kegiatan yang dihadiri narasumber Camat Besuk Teguh Prihantoro dan Aipda Alim dari Polres Probolinggo ini diikuti oleh peternak, jagal dan pemilik kios daging di Kecamatan Besuk dan Pakuniran. Serta Kapolsek Besuk dan Kapolsek Pakuniran.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi kepada para pelaku usaha khususnya peternak, jagal dan pemilik kios daging di Kecamatan Besuk dan Pakuniran tentang larangan pemotongan ternak ruminansia betina produktif yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, khususnya pasal 18 ayat 2.

"Selain itu, memberikan pemahaman kepada para jagal, peternak dan pemilik kios daging bahwa sesuai Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 pada pasal 61 ayat 1 disebutkan pemotongan ternak yang dagingnya diedarkan dan dijualbelikan harus di RPH (Rumah Potong Hewan)," ungkapnya.

Menurut Niko, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan, khususnya daging tahun 2026 serta memberikan pemahaman kepada jagal, peternak dan pemilik kios daging bahwa aturan perundangan-undangan dibuat untuk dipatuhi oleh siapapun.

"Tugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah melaksanakan sosialisasi pembinaan dan memberikan penjelasan terkait Undang-undang Nomor 18 tahun 2009, khususnya pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif agar masyarakat yang bergerak dibidang peternakan sudah mengetahui larangan dan tindakan yang ditanggung bila melanggar aturan," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa tahun anggaran 2019 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo juga akan melaksanakan Juleha (juru sembelih halal).

"Harapannya panitia qurban takmir masjid saat Idul Adha memiliki ilmu memotong ternak yang baik dan benar sesuai dengan syariat Islam dan Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2012 Tentang Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) dan Kesrawan (Kesejahteraan Hewan)," pungkasnya. (Zidni Ilman)

Wednesday, November 14, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Adi Wibowo Berada ditengah Ribuan Jama'ah Majelis Sholawat di Ponpes Darut Tauhid

Posted: 14 Nov 2018 03:06 PM PST

PROBOLINGGO - Adi Wibowo (Caleg DPRD Jatim) nomor urut 4 dari Partai Golkar menghadiri Majelis Taklim dan Sholawat untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati 1000 hari Almarhun KH Masyhudi atau Kyai Barongan di Ponpes Darut Tauhid desa Tanjung Sari Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Rabu (14/11) malam.

Di acara tersebut, tampak Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, KH Mutawakkil Alallah KH Taufiqurrahman (Gus Abung) dan KH Syakur Dewa (Gus Dewa) Pengasuh Ponpes Darut Tauhid dan sejumlah Kyai dan Habaib.

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, KH Mutawakkil Alallah menyebutkan, kalau banyaknya musibah yang terjadi di Indonesia akibat ulah manusia sendiri.

"Banyaknya musibah yang terjadi saat ini, sebagai peringatan dari Allah SWT,"jelasnya.

Sehingga, dengan adanya musibah dan bencananya tersebut, membuat warga Indonesia menggalakkan Sholawat hingga ke pelosok desa. "Alhamdulillah, banyak ditemukan majelis Sholawat di daerah-daerah dan pelosok-pelosok desa,"ucapnya.

Sementara itu Adi Wibowo kagum dengan Majelis Taklim dan Sholawat di Ponpes Darut Tauhid tersebut.

"Subhanallah, sungguh luar biasa. Dengan adanya Majelis ini supaya Kita semua tetap menjaga keutuhan NKRI tercinta ini,"jelas Adi mantan aktifis PB HMI ini.

Sebelumnya, Gus Dewa menyebutkan, kalau Adi Wibowo adalah sosok anak muda yang diyakni amanah dalam membawa aspirasi masyarakat Probolinggo dan Pasuruan.

"Yang juga saya Hormati, Mas Adi Wibowo yang merupakan Sahabat Kyai Masduki. Masih Muda dan Gagah. Insyallah mampu membawa Aspirasi Masyakarat di DPRD Jatim,"jelasnya.

Tak hanya itu. Gus Dewa juga mengajak para jamaah untuk mendoakan Adi Wibowo, sehingga hajatnya menjadi anggota DPRD Jatim diberi kemudahan oleh Allah Swt.

"Mari kita doakan bersama-sama mas Adi ini. Supaya, Hajatnya tercapai dan di beri kemudahan,"pungkasnya. (*)

Sekda Soeparwiyono Buka Raker I RSUD Waluyo Jati Kraksaan

Posted: 14 Nov 2018 06:34 AM PST

KRAKSAAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono secara resmi membuka rapat kerja (raker I) Dewan Pengawas dan Manajemen RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan workshop tentang manajemen kinerja dan cost containment dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit pada era JKN di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (14/11/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh Dewan Pengawas terdiri dari Dr dr Widodo (Ketua), Tanto Walono dan dr Shodiq Tjahjono (anggota) serta dr Mirrah Samiyah (Sekretaris). Hadir pula para manajemen, para pejabat eselon III dan IV serta Ketua Komite Medik dan Ketua Komite Keperawatan RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Endang Astuti mengatakan berdasarkan analisis TOWS saat ini RSUD Waluyo Jati Kraksaan berada pada kuadran I (Strenght-Oppurtunities). Rumah sakit memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang dan kekuatan tersebut. "Strategi yang akan dilakukan oleh rumah sakit diantaranya related diversification, market development, product development dan kemitraan (aliansi)," katanya.

Menurut Endang, arah bisnis RSUD Waluyo Jati Kraksaan tahun 2018-2023 berdasarkan RPJMD untuk kebijakan dasarnya diantaranya penyelenggaraan manajemen rumah sakit yang akuntabel, implementasi PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien) di rumah sakit serta tata kelola klinik dan tata kelola rumah sakit yang good governance.

"Sasaran strategis RSUD Waluyo Jati Kraksaan tahun 2018-2023 adalah menjadi rumah sakit yang terstandarisasi secara nasional dalam pelayanan, pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan," jelasnya.

Endang menambahkan program prioritas RSUD Waluyo Jati Kraksaan tahun 2018 diantaranya review master plan, pengembangan dan pemanfaatan SIMRS, persiapan menuju kelas B, program keunikan RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan pelaksanaan survey indeks kepuasan masyarakat dan kepuasan karyawan.

"Untuk program prioritas tahun 2019, RSUD Waluyo Jati Kraksaan memiliki rencana program keunggulan diantaranya pengembangan poli klinik eksekutif, pengembangan pelayanan instalasi rehabilitasi medik, pengembangan pelayanan hemodialisa, rawat inap NICU level III serta pengembangan pelayanan instalasi laboratorium," tegasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono berharap seluruh petugas di rumah sakit baik dokter, perawat, bidan, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya selalu meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya agar dapat melayani masyarakat yang semakin kompleks.

"Disamping itu kita sebagai insan pemberi layanan di instansi pemerintah harus selalu memperhatikan regulasi yang terkait dengan pelayanan publik termasuk kepastian pelayanan seperti waktu tunggu di pelayanan rawat jalan, waktu tunggu pelayanan di ruang operasi, kepastian visite pasien rawat inap dan waktu tunggu di pelayanan penunjang medis dan non medis.

Sekda Soeparwiyono juga mengharapkan para dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya menyempatkan waktu untuk memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga agar kesadaran akan kesehatan dapat meningkat.

"Tenaga profesi harus mempunyai loyalitas yang tinggi kepada RSUD Waluyo Jati sebagai tempat mengabdi para profesi pemberi asuhan diharapkan semakin tahun semakin meningkat mutu pelayanannya, semakin solid, semangat yang tinggi, kerja sama yang baik dan semakin berkurang keluhan-keluhan terkait pelayanan yang berasal dari masyarakat agar RSUD Waluyo Jati semakin berjaya," jelasnya.

RSUD Waluyo Jati sebagai organisasi pemerintah daerah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan (PPK) BLUD, Sekda Soeparwiyono mengharapkan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan kinerja keuangan secara selaras dan berkesinambungan agar tetap terlaksana mutu pelayanan yang sesuai standar dan peningkatan keselamatan pasien dengan tetap melakukan pengendalian mutu dan pengendalian biaya.

"Sesuai dengan rencana pemerintah bahwa Universal Health Coverage untuk program JKN ditargetkan pada akhir tahun 2019, sehingga semua masyarakat yang berobat ke RSUD Waluyo Jati mayoritas adalah peserta JKN. Oleh karena itu saya berharap bahwa semua pasien yang berobat baik pasien peserta JKN maupun pasien umum tetap diberi pelayanan yang sama (non diskriminatif) karena mau tidak mau target sistem pembiayaan kesehatan melalui asuransi (JKN) harus kita laksanakan," terangnya.

Menurut Sekda Soeparwiyono menyampaikan bahwa program prioritas pembangunan Kabupaten Probolinggo ada 3 (tiga) meliputi peningkatan pelayanan pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan infrastruktur.

"Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya berharap agar pelayanan di RSUD Waluyo Jati yang menurut saya sudah cukup baik, agar lebih ditingkatkan lagi dengan sikap lebih ramah, nyaman dan kecepatan pelayanan pasien, tanggap dan lain sebagainya. Dengan harapan pasien senang, nyaman dan tentunya bisa termotivasi untuk cepat sembuh," pungkasnya.

Sedangkan Ketua Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr Widodo menyampaikan laporannya di hadapan para manajemen RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Menurutnya, laporan Dewan Pengawas yang disampaikan ini adalah hasil pelaksanaan pembinaan dan pengawasan serta penilaian yang dilaksanakan oleh Dewan Pengawas BLUD pada tahun 2018.

"Kerja keras pejabat pengelola dalam peningkatan kinerja BLUD dan komunikasi yang baik dalam berkoordinasi selama ini tercermin dalam hal penerapan RSB dan RBA, tata kelola, pelayanan, sarana prasarana, SDM dan SIM RS. Selain itu, kinerja BLUD RSUD Kabupaten Probolinggo telah dilaksanakan sangat baik sesuai dengan RSB dan RBA setiap tahunnya," katanya. (Zidni Ilman)

Puluhan Siswa Kelas V SD Ramaikan Olimpiade Bahasa

Posted: 14 Nov 2018 06:38 AM PST

KRAKSAAN - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Rabu (14/11/2018) menggelar olimpiade bahasa tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2018. Olimpiade bahasa ini meliputi 3 (tiga) kategori diantaranya Bahasa Inggris, Bahasa Jawa dan Bahasa Madura.

Olimpiade Bahasa ini diikuti oleh 72 siswa kelas V SD yang merupakan juara di tingkat kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Terdiri dari 24 siswa untuk Bahasa Inggris, 24 siswa untuk Bahasa Jawa dan 24 siswa untuk Bahasa Madura.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Fathur Rozi mengatakan olimpiade bahasa ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi siswa di bidang bahasa yang fokus kepada bahasa Inggris dan bahasa lokal (Jawa dan Madura).

"Bahasa Indonesia memang tidak masuk, karena Bahasa Indonesia sudah ada dan dibuat bahan ujian. Sengaja kami fokus kepada Bahasa Inggris, Jawa dan Madura. Karena tiga bahasa ini menjadi bahan dalam muatan lokal," katanya.

Dengan adanya olimpiade bahasa ini Rozi mengharapkan nantinya akan muncul bibit-bibit prestasi siswa. Dengan demikian akan membuat anak itu terbiasa dalam bahasa internasional namun tidak melupakan bahasa lokal.

"Olimpiade bahasa ini merupakan salah satu bagian dalam pengembangan program muatan lokal di jenjang SD se-Kabupaten Probolinggo. Kalau berfikir ke depan dengan hiruk pikuk teknologi, maka kita tidak boleh ada alasan tidak mengenal bahasa internasional," tegasnya.

Dalam Olimpiade Bahasa ini baik Bahasa Inggris, Jawa dan Madura, masing-masing siswa dan siswi harus mengerjakan soal sebanyak 50 soal. Terdiri dari 35 soal pilihan ganda, 10 soal isian dan 5 soal uraian. Nanti hasil nilai dari mengerjakan soal ini akan dirangking dan diketahui hasilnya mulai dari nilai tertinggi sampai terendah.

Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, maka untuk kategori Bahasa Inggris juara 1 diraih oleh M. Wildan Nashirul F dari SD Taruna DZ Leces, juara 2 diraih oleh M. Z. Ilmia Rafi dari SDN Sebaung 1 dan juara 3 diraih Ghibran Mohammad Ridho dari SDN Sukodadi II.

Selanjutnya untuk kategori Bahasa Jawa juara 1 diraih oleh Bayu Yuda H dari SDN Patokan I, juara 2 diraih M. Salwa Arya Kalingga dari SDN Taruna DZ Leces dan juara 3 diraih oleh Alama'atus Sholeha Fitri A dari SDN Selogudig Kulon.

Kemudian untuk kategori Bahasa Madura, juara 1 diraih oleh Andika Sakim dari SDN Kotaanyar 1, juara 2 diraih oleh Mega Arifah Hidayatullah dari SDN Alas Tengah 2 dan juara 3 diraih oleh Mar'atun Hamidah dari SDN Pakuniran 2. (Zidni Ilman)

Tuesday, November 13, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Bupati Tantri Buka Porkab 2018 di Alun-alun Kraksaan

Posted: 13 Nov 2018 06:19 AM PST

Probolinggo, KraksaanOnline.com - Sambil Basah Kuyup, Pekan Olah Raga Pelajar SMP/SMA se-Kabupaten (PORKAB) Probolinggo 2018 resmi dibuka oleh Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari di Alun-alun Kota Kraksaan, Selasa (13/11) sore.

Porkab Kabupaten Probolinggo itu sendiri, di ikuti oleh 1238 atlet dan 286 wasit dari 23 Kecamatan, dari 24 Kecmatan, dengan Cabor yang di pertandingkan sebanyak 12 cabor. Di antaranya Atletik, Bola Basket, Bola Voli, Panahan, Pencak silat, Sepak Takraw, Tenis Meja, dan Renang.

Ketua Koni Kabupaten Probolinggo, Sugeng Nufindarko mengatakan, kalau Porkab untuk mencari ajang unjuk bukti atlet Kabupaten Probolinggo.

Sebab, Pemkab Probolinggo sangat serius untuk mebina atlet berbagai cabang olah raga untuk berprestasi. "Dari PORKAB, bisa langsung ke PORPROV,PON, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade," paparnya.

Sugeng melanjutkan, kalau Porkab adalah even olahraga resmi pemerintah untuk mencari bibit atlet berprestasi. Selain itu, memasyarakatkan olah raga demi kesehatan tubuh. "PORKAB ini khusus untuk prestasi bukan rekreasi," paparnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada atlet yang telah mampu meraih prestasi.

"Semoga peningkatan kuantitas atlet ini diikuti pula oleh kualitas atlet. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh atlet dan Ketua KONI Kecamatan yang telah menunjukkan semangat untuk meraih prestasi. Tetapi semangat atlet ini juga ditentukan oleh support orang tua," katanya.

Kegiatan keolahragaan dan apapun yang berkaitan olahraga, Bupati Tantri mempunyai harapan besar agar mampu menyibukan para generasi muda dengan hal-hal positif sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif.

"Saya menaruh harapan besar, semoga kegiatan Porkab ini bisa menghindarkan para generasi muda dari hal-hal negatif. Mudah-mudahan Porkab ini bisa berjalan sportif dan menelurkan atlet untuk selanjutnya bisa mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo," harapnya.(yan)

Monday, November 12, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Live Streaming Malam Kenal Pamit Dan Pengantar Tugas Polres Probolinggo

Posted: 12 Nov 2018 05:30 AM PST


Sumber :
Humas Polres Probolinggo

Ziarah Makam Dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan

Posted: 12 Nov 2018 12:14 AM PST

KRAKSAAN - Usai upacara bendera di halaman Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan, prosesi peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018 dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kraksaan, Senin (12/11/2018) tepat pukul 09.00 WIB.

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE beserta anggota Forkopimda Kabupaten Probolinggo dan jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo turut hadir acara ziarah tersebut.

Ziarah makam diawali upacara penghormatan dan peletakan karangan bunga oleh Bupati Tantri, dilanjutkan prosesi tabur bunga di makam para pahlwawan oleh seluruh peserta ziarah.

Bupati Tantri menyampaikan, peringatan Hari Pahlawan merupakan momentum untuk melakukan intropeksi diri seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewariskan nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan demi tercapainya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Bupati Tantri menambahkan, ziarah makam para pejuang ini, selain mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur juga untuk menumbuhkan nilai kepahlawanan sebagai modal sosial untuk diimplementasikan. "Semangat kepahlawanan dan cintai tanah air menjadi sumber motivasi dan modal untuk mengatasi berbagai masalah dan sekaligus memacu semangat guna terwujudnya tujuan dan harapan bersama, " jelasnya.(y0nO)

Kapolres Ajak Anggota Pakai LPG Non Subsidi

Posted: 12 Nov 2018 12:11 AM PST

PROBOLINGGO - Sebagai warga negara yang baik, sudah menjadi kewajiban untuk bisa membantu memperkuat dan membangun perekonomiaan bangsa. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Jajaran Polresta Probolinggo pada senin pagi, (12/11/18) ini. Dipimpin langsung oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum, jajaran Polresta Probolinggo melaksanakan kegiatan Gerakan Polisi Gunakan LPG non subsidi guna memperkuat perekonomian bangsa. Kegiatan yang berlangsung di lapangan apel mapolresta ini dihadiri oleh PJU polres Probolinggo kota, SE Pertamina regional 5 ( Bpk. Ancala),Agen LPG PT. Putra Sudirja jaya ( Ibu. Maria ), Pihak SPBE PT. Sumber gas Inti Utama ( Sdr. Diminati), Pihak SPBE PT. Bumi permata indah (Sdr. Alfian) serta 200 anggota polres Probolinggo kota.

Dalam sambutannya, kapolres mengatakan bahwa LPG 3 kg memang diperuntukkan untuk masyarakat menengah kebawah atau masyarakat yang tidak mampu. Kapolresta juga mengungkapkan anggota Polri sudah mendapatkan gaji dan tunjangan kinerja yang cukup besar dari pemerintah dan oleh sebab itu, anggota jajaran Polresta yang masih menggunakan tabung gas subsidi akan segera diganti menjadi tabung gas non-subsidi.

"Jajaran kami berupaya mengganti pemakaian tabung gas Elpiji 3 kilogram dengan tabung gas non subsidi, karena menilai kuota untuk tabung gas tersebut merupakan jatah untuk kalangan warga tidak mampu. Mereka beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram.," Ucap kapolresta.

Ancala Ega menambahkan, Bright Gas menawarkan berbagai kelebihan bagi konsumen yakni, regulator menggunakan katup pengaman ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung.

Selain itu, fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan, serta lebih nyaman dengan layanan antar ke rumah.

"Kami berupaya memperluas jaringan pemasaran sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan elpiji non subsidi. Dengan begitu, tidak perlu belajar ragu lagi untuk beralih dari elpiji subsidi ke non subsidi," ungkapnya

Sinergi dukungan terhadap penggunaan elpiji non subsidi bagi Polisi ini ditandai dengan penandatanganan dan penukaran tabung Bright Gas 5,5 Kg kepada 412 personil.(Choirul/Pol)

Saturday, November 10, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Pesona Pantai Bohay Paiton

Posted: 10 Nov 2018 04:26 AM PST

PAITON - Masyarakat Desa Bhinor Kecamatan Paiton boleh dibilang sebagai masyarakat yang sadar wisata. Mereka tahu betul bagaimana cara berinovasi yang tepat sesuai dengan kultur dan kekayaan alamnya yang ternyata memiliki potensi wisata yang besar.

Tumbuhnya wisata pantai Bohay (Bhinor Harmony) dalam satu tahun terakhir ini adalah sebagai penanda bahwa masyarakat Dusun Pesisir Desa Bhinor tidak mau tanggung – tanggung dalam membangun sebuah destinasi wisata yang lain dari pada yang lain.

Dari sekian banyak pilihan desain dan konsep wisata yang ada, disini mereka memilih Ekowisata atau Ecotourism sebagai dasar dalam membangun dan mengembangkan potensi alamnya itu. Tentu saja dibutuhkan wawasan lingkungan yang mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan sebagai penopang utamanya.

Dan jauh hari sebelumnya mereka telah mengupayakan hal itu melaui sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan PT. YTL Jawa Timur Paiton. "Kami tahu ini tidak mudah, namun dengan menjaga kelestarian alam, kami yakin alam akan memberikan manfaat yang sangat luar biasa bagi kami," ungkap Hostifawati Kepala Desa Bhinor saat meninjau pasar minggu Harmony di pantai wisata Bohay.

Pasar Minggu Harmony adalah salah satu terobosan baru pemerintah Desa Bhinor untuk mendongkrak minat masyarakat luas agar berkunjung dan berwisata di pantai Bohay kebanggaannya itu. Seperti namanya, pasar ini hanya muncul setiap hari Minggu pagi dan berakhir sampai pukul 11.00 saja. Lokasi nya memanfaatkan jalur paving joging track sepanjang 300 meter di Pantai Bohay sisi Barat.

Pasar ini tak ubahnya seperti pasar kaget di daerah lain, namun bedanya latar belakangnya adalah pantai yang sudah disiapkan sebagai destinasi wisata dan
seluruh pedagangnya adalah warga dari masing-masing lingkungan RT masyarakat desa Bhinor itu sendiri.

Sejak launching perdananya Minggu (14/10/2018), Jumlah kunjungan berangsur – angsur meningkat, dan kini minimal 25 stand siap beroperasi setiap minggunya. Masing-masing stand menawarkan produk yang berbeda, mulai dari Ikan segar baik mentah maupun sudah diolah menjadi masakan, jajanan ndeso alias kuliner tradisional khas desa Bhinor sampai sayur organik hasil Kawasan Rumah Pangan lestari (KRPL) pun turut mewarnai didalamnya.

Menurut Hostifawati konsep dasar dari Pasar Minggu Harmony adalah untuk mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat Desa Bhinor untuk menambah penghasilan keluarga, karena warga masyarakat Desa Bhinor adalah warga yang kreatif dan ulet dalam berdagang.

"Ide ini sebelumnya muncul dari Tim PKK Desa Bhinor, selain untuk menunjang sektor wisata juga agar ikut merasakan berkah dari pelestarian ekosistem pantai yang selama ini sudah kami upayakan bersama ," jelas Hostifawati.

Sebagai seorang Kepala Desa yang memiliki visi dan misi jauh ke depan Hostifawati mengemukakan bahwa apa yang sudah dilakukan bersama elemen desa dan beberapa aktivis peduli lingkungan ini masih jauh dari apa yang di cita – citakannya. Pihaknya berharap hal ini juga akan menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Probolinggo untuk pengembangan selanjutnya.

"Untuk pengembangan selanjutnya sebenarnya kami sudah memiliki Grand Desain Pantai Bohay dan InsyaAllah SDM kami juga sudah cukup mampu sebagai penunjangnya. Kami harap Pemkab Probolinggo melihat hal ini sebagai salah satu potensi yang bisa di kembangkan secara berkelanjutan," tandasnya.

Terpisah, Sidik Widjanarko kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo mengapresiasi Pemdes Bhinor atas inovasi wisata dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di sekitar pantai Bohay. Dimana multiplayer effect pariwisata akan bermuara pada peningkatan putaran ekonomi khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar distinasi wisata.

Adanya Pasar wisata yang kini tumbuh berinteraksi dengan kunjungan wisata di destinasi wisata pantai Bohay merupakan indikasi positif. Artinya keberadaan destinasi wisata tersebut bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Sidik menjelaskan hal ini sesuai dengan salah satu sasaran pada 9 Program prioritas Nawa Hati yang akan dijalankan Pemkab Probolinggo selama 5 tahun mendatang, yaitu Penguatan Ekonomi dengan 'Program Pesona Hati' dan Pemberdayaan Desa dengan 'Program Hati Sejuk'.

"Pantai Bohay termasuk dalam kluster 4 B (Bromo, Bentar, Bhinor dan Bremi) yaitu konsep pengembangan pariwisata di Kabupaten Probolinggo kedepannya. Untuk kebutuhan Infrastruktur pendukung pasti akan dibangun secara bertahap sesuai dengan status tanah/lahan yang sekarang digunakan," pungkasnya. (Trisianto)

Download Laporan Hasil CAT SKD CPNS kabupaten Probolinggo

Posted: 10 Nov 2018 03:03 AM PST

Klik Disini untuk Download

Ini Makna Hari Pahlawan Zaman Now, Kata Direktur Eksekutif Manifest Institute Adi Wibowo

Posted: 10 Nov 2018 02:58 AM PST

PASURUAN - Direktur Eksekutif Manifest Institute (Social Development, Politic and Economic Studies) Adi Wibowo mengatakan, pahlawan selalu identik dengan perjuangan. Maka seorang pahlawan di Zaman Now, yang memiliki semangat besar memberikan terbaik bagi bangsa dan negara.

Hal tersebut di ungkapkan Adi Wibowo, ketika Ngopi Bareng di warung loWe Kota Pasuruan bersama sejumlah pemuda dengan mengambil tema 'Pahlawan Zaman Now', Sabtu (10/11).

Menurut Aktifis PB HMI ini menyatakan, kalau harapan akan munculnya pahlawan baru yang mampu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadinya, merupakan suatu keniscayaan.

"Seorang pahlawan tidak lagi harus mengangkat senjata dan berperang melawan musuh apalagi mengangkat senjata untuk berkelahi dan tawuran dengan saudara sendiri hanya karena perbedaan pendapat dan SARA,"jelasnya.

Sehingga, Spirit dan nilai kepahlawanan saat ini, yang mampu memperjuangkan nilai-nilai kebaikan secara terus menerus dan tidak pernah berhenti dalam keadaan apapun.
"yaitu mereka yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi terhadap kondisi, permasalahan, dan nasib masyarakat serta bangsanya saat ini,"aku Caleg DPRD Jatim yang berangkat dari Dapil Pasuruan-Probolinggo dari Partai Golkar dengan Nomor urut 4 ini.

Pahlawan masa kini masih kata Adi, hendaknya tidak bersikap masa bodoh terhadap permasalahan yang ada, siap turun tangan, ambil peran, siap didepan menjadi garda terdepan, siap menjadi lokomotif perubahan dan menjadikan setiap permasalahan tersebut sebagai bagian dari dirinya dan ikut bertanggung jawab untuk bersama-sama membawa ke arah yang lebih baik.

"Spirit dan nilai pahlawan yang perlu dilakukan generasi zaman now adalah mengisi kemerdekaan dengan tindakan- tindakan kontributif dengan aksi positif, kreatif inovatif, anti hoax, anti narkoba, anti radikalime dan aksi lain untuk kemajuan dan kedaulatan bangsa serta keutuhan NKRI,"paparnya.

Sebab, dengan Kemajuan teknologi dan komunikasi di zaman Now ini lanjut Adi, tidak bisa dijadikan alasan untuk saling menjatuhkan antara saru dengan yang lainnya dan berakibat cerai berai.
"Justru menjadi alat untuk memudahkan konsolidasi kebangsaan kita. Tinggalkan bercaerai berai dengan saudara sebangsa setahah air, saatnya kita mengambil spirit dan nilai kepahlawanan pendahulu kita, saatnya anak muda memandu perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,"pungkasnya. (*)

Info Lowongan Kerja CV Generasi Jasa Dibtuhkan Administrasi dan Helper

Posted: 09 Nov 2018 10:54 PM PST


Friday, November 9, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Wabup Kunjungi Sekolah Inklusif Dan Sambangi Adik Melisa Diana Putri

Posted: 09 Nov 2018 02:32 AM PST

SUMBER - Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko nampak berkaca – kaca saat menyaksikan langsung keseharian Melisa Diana Putri (8), siswi difabel yang sedang belajar di SDN 2 Tukul kecamatan Sumber, Jum'at (09/11/2018) pagi.

Bagaimana tidak, siswi cerdas yang bercita cita menjadi guru Matematika itu nampak tidak kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas, meskipun segala aktifitas nya harus dilakukan dengan menggunakan kaki (cacat pada kedua belah tangan).

Kunjungan Wabup Probolinggo bersama beberapa OPD terkait ini, selain menyantuni keluarga Melisa, juga untuk meninjau secara langsung suasana dan proses Kegiatan Belajar Mengajar di salah satu pelaksana Program Pendidikan Inklusif di Kabupaten Probolinggo.

Wabup Joko sapaan akrab Wakil Bupati Probolinggo ini menjelaskan pendidikan Inklusif yang sudah berjalan selama tiga tahun di Kabupaten Probolinggo memang diperuntukkan bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus dan ingin masuk ke sekolah reguler seperti SD, SMP SMA.

"Alhamdulillah, bagian dari program Pemerintah Daerah Probolinggo yaitu sekolah inklusif ini betul – betul terlaksana di sini. Terlihat suasana belajar dan teman – teman yang menyenangkan dan saling tenggang rasa terhadap adanya seorang Melisa diantara mereka," kata Wabup Joko bangga.

Menyaksikan suasana kelas yang ternyata terlihat begitu normal meskipun ada seorang difabel diantaranya, Wabup Joko yakin bahwa program pendidikan Inklusif ini bisa untuk terus dikembangkan di Kabupaten Probolinggo. Pihaknya berharap meskipun di tempat terpencil, dengan adanya Program Pendidikan Inklusif segala kebutuhan pendidikan anak difabel bisa di penuhi dan tidak ada lagi yang tidak bersekolah.

"Seperti ananda Melisa, akan tidak mungkin bagi keluarganya yang tergolong keluarga Prasejahtera ini untuk menyekolahkannya di Sekolah Luar Biasa yang notabene hanya ada di kota," tandasnya.

Sementara Dewi Korina Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo dalam kesempatan tersebut mengemukakan, bahwa Program Pendidikan Inklusif juga menjadi salah satu prioritas dalam program Nawa Hati Bupati Probolinggo kedepannya. Sementara ini di Kabupaten Probolinggo terdapat satu sekolah Inklusi di masing-masing kecamatan.

"Ibu Bupati sudah menetapkan target harus ada penambahan sejumlah seratus sekolah Inklusi untuk setiap tahunnya, jadi diharapkan lima tahun kedepan di Kabupaten Probolinggo sudah ada limaratus sekolah Inklusi yang melayani siswa berkebutuhan khusus," kata Dewi Korina.

Untuk mendukung target tersebut kini pihaknya juga telah mempersiapkan adanya pelatihan dan bimbingan bagi guru pembimbing khusus di sekolah Inklusi, karena Jumlah guru pembimbing khusus tersebut masih sangat kurang khususnya untuk siswa autis, tuna wicara dan tuna grahita.

"Sudah kita data beberapa sekolah yang menjadi prioritas utama dan sudah kita anggarkan untuk pelatihan guru pembimbing khusus. karena saat ini untuk mencapai target tersebut minimal di satu sekolah ada satu guru pembimbing khususnya," pungkasnya. (Trisianto)

Tahap Seleksi Pemilihan Duta Kesehatan Remaja 2018

Posted: 09 Nov 2018 02:19 AM PST

PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pemilihan Duta Kesehatan Remaja (DKR) tahun 2018 di ruang pertemuan Hotel dan Restoran Paseban Sena Probolinggo, Rabu hingga Minggu (7-11/11/2018).

Pemilihan DKR yang mengambil tema Remaja Berkualitas Akan Mewujudkan Keluarga yang Sehat ini diikuti oleh 66 orang peserta yang berasal dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing puskesmas terdiri dari 2 orang (1 laki-laki dan 1 perempuan) dari sekolah tingkat SMA/MA di wilayah puskesmas.

Selama tahap pemilihan DKR para peserta ini mendapatkan materi dari narasumber lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo. Yakni, kebijakan kesehatan remaja, PHBS sekolah, kesehatan lingkungan sekolah dan jajanan sehat, penyakit menular dan tidak menular, penyalahgunaan obat dan Narkoba serta KIA dan GIZI remaja.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Sutilah mengatakan masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis maupun sosial.

"Remaja memiliki karakteristik yang khas, cenderung energetik, selalu ingin tahu, emosi yang tidak stabil, cenderung berontak dan mengukur segalanya dengan ukurannya sendiri dengan cara berpikirnya yang terkadang tidak logis. Hal ini sering menyebabkan adanya konflik dengan orang tua, guru maupun figur otoritas lainnya. Namun demikian tahap ini adalah tahap yang memang harus dilalui oleh remaja dalam mencari identitas dirinya," katanya.

Menurut Sutilah, masalah kesehatan remaja mendapat perhatian penting dalam kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap kehidupan masa depannya. Masalah kesehatan yang dihadapi remaja di Indonesia antara lain meningkatnya jumlah remaja dengan HIV AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan penyalahgunaan NAPZA.

"Saat ini remaja sering terjebak dalam kehidupan yang dapat membawa mereka dalam suatu keadaan yang berbahaya dalam bidang kesehatan reproduksi. Jumlah remaja yang terlibat dalam aktifitas seksual dari tahun ke tahun semakin bertambah. Selain itu pada masa remaja terjadi perubahan emosi serta remaja mulai tertarik kepada lawan jenisnya, terikat pada kelompok dan mencoba menarik perhatian lingkungannya," jelasnya.

Sutilah menerangkan bahwa perilaku remaja banyak yang berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut lebih cenderung ke arah hal yang negatif. Hal ini terjadi karena informasi yang terbatas dan emosi yang masih labil dan mereka sudah dihadapkan pada berbagai tuntutan arus globalisasi yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.

"Kompleksitas permasalahan remaja perlu mendapat perhatian secara terus menerus baik dari pihak pemerintah, LSM, masyarakat maupun keluarga, guna menjamin kualitas generasi mendatang," tegasnya.

Lebih lanjut Sutilah menjelaskan selain untuk memilih Duta Kesehatan Remaja tahun 2018, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran remaja terhadap kesehatan. "Serta memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang peran kader kesehatan sekaligus masalah-masalah kesehatan pada remaja," pungkasnya. (Zidni Ilman)

DKPP Dan BPTP Gelar Rakor Peningkatan Pengelolaan Lahan Dan Air

Posted: 08 Nov 2018 08:18 PM PST

KRAKSAAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi (rakor) peningkatan pengelolaan lahan dan air di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (8/11/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari para petugas PPL dan Non PPL serta staf UPTD se-Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari BPTP Jawa Timur.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan bahwa rakor peningkatan pengelolaan lahan dan air ini sangat menarik karena ke depan persoalan data sesuatu sangat penting. Ada dua hal yang disampaikan dalam kegiatan ini, terutama terkait dengan analisa tanah.

"Saya ingin penggunaan pupuk betul-betul sesuai dengan kebutuhan tanaman dan bukan keinginan petani. Nantinya akan ada tindak lanjut di masing-masing BPP secara teoritis bagaimana ke depan kita ingin pengetahuan kandungan hara dalam tanah dan data. Karena setiap saat dan setiap hari ada perubahan luas sawah dikarenakan perumahan dan lain sebagainya. Saya ingin data yang sebenarnya yang ada di Kabupaten Probolinggo, sehingga tidak salah mengambil kebijakan," ungkapnya.

Menurut Hasyim pemberian pupuk harus sesuai kebutuhan tanaman sehingga tidak ada pemborosan. Terlebih ke depan ada wacana subsidi pupuk akan dikurangi. Oleh karenanya jika perilaku petani seperti ini maka akan berkaitan dengan pendapatan di usaha tani padi.

"Data yang kita miliki adalah data valid sehingga kami nanti bisa mengambil kebijakan apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah terkait dengan luas lahan yang kita miliki. Kita tidak boleh berbohong apalagi terkait data. Kesimpulan yang benar dari data yang salah akan berbahaya dari pada kesimpulan yang salah dari data yang benar," terangnya..

Sementara Kepala BPTP Jawa Timur Chendy Tafakresnanto mengungkapkan informasi Sumber Daya Lahan (SDL) sangat diperlukan karena tanaman membutuhkan lahan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Ada keragaman SDL menyebabkan keragaman tanaman sesuai dengan potensi lahan.

"Selama ini sering terjadi kegagalan dalam budidaya karena tidak atau kurang informasu SDL. Informasi SDL diperlukan untuk menentukan dosis pupuk yang tepat serta mengurangi degradasi lahan karena penggunaannya tidak sesuai dengan daya dukung lahan," ungkapnya.

Menurut Chendy, karakteristik tanah akan sangat ditentukan oleh bahan induk tanah. Untuk mengetahui karakteristik tanah maka harus dilakukan evaluasi lahan yang merupakan proses dalam menduga kelas kesesuaian lahan atau potensi lahan untuk penggunaan tertentu, baik untuk pertanian maupun non pertanian.

"Evaluasi lahan ini bertujuan untuk menentukan tipe penggunaan lahan yang berkelanjutan (suitainable). Cara menetapkan kelas kesesuaian lahan dilakukan dengan cara matching. Yakni mencocokan antara sifat tanah termasuk kondisi fisik lingkungannya dengan persyaratan penggunaan lahan tertentu.," jelasnya.

Chendy menambahkan peningkatan produksi pertanian dilakukan melalui peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman (IP) serta perluasan areal tanaman. Peningkatan produktivitas dilakukan dengan menggunakan benih unggul, perbanyakan populasi dan penggunaan pupuk berimbang. Peningkatan indeks pertanaman dilakukan dengan pengaturan jadwal tanam serta panen hujan dan pemanfaatan air bawah tanah. Perluasan areal tanam dilakukan dengan pembukaan lahan baru dan tumpangsari.

"Mengenal SDL dan potensinya sangat penting untuk arahan penggunaan lahan, pengembangan komoditas pertanian harus sesuai dengan potensi lahannya agar tidak terjadi degradasi lahan, peningkatan produksi pertanian perlu dilakukan melalui produktivitas, IP dan perluasan tanam. Serta tanaman membutuhkan pupuk untuk pertumbuhannya," pungkasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengatakan rakor peningkatan pengelolaan lahan dan air ini bertujuan untuk memvalidkan data luas sawah di Kabupaten Probolinggo apakah sudah benar atau sudah ada perubahan.

"Selain itu untuk mengidentifikasi sawah kita ada potensi untuk meningkatkan profit. Cuma permasalahannya dimana kekurangannya selama ini. Karena ada informasi sawah kita bahan organiknya ada yang dibawah 1 sehingga tahu informasi sawah dan tahu pupuk organik sangat rendah sehingga kita bisa melakukan pemupukan yang tepat," katanya.

Dengan adanya kegiatan ini Bambang mengharapkan agar para PPL dan Non PPL bisa melaporkan apa adanya di wilayahnya sehingga bisa mengoreksi luas lahan sawah. "Ke depan kita akan mengadakan pertemuan lagi sehingga aplikasi ini mudah dipahami dan akan cepat menyebar," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan materi terkait aplikasi Avenza Map yang dapat didownload di Playstore. Aplikasi ini nantinya akan digunakan untuk pemetaan lahan sawah yang ada di Kabupaten Probolinggo dan dilaporkan secara online. Sehingga nantinya akn terjadi data yang benar-benar valid dan akurat. (Zidni Ilman)