Thursday, August 9, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Ikhtiar Misbakhun Perjuangkan Dana Desa demi Konstituen di Kabupaten Probolinggo

Posted: 09 Aug 2018 04:51 AM PDT


PROBOLINGGO - Legislator Partai Golkar Mukhamad Misbakhun memanfaatkan masa reses DPR untuk menemui konstituennya di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (8/8). Anggota Komisi XI DPR itu berdialog dengan ratusan warga di kantor bupati Probolinggo guna mendiskusikan persoalan dana desa.



Dalam kesempatan itu, Misbakhun bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar workshop bertema Evaluasi Implementasi Sistem Tatakelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes. Ada 325 kepala desa, lima lurah dan 24 camat se-Kabupaten Probolinggo yang menghadiri workshop itu.

"Kepala desa harus memahami bagaimana sistem pelaporan, sistem akuntabilitas dan bagaimana mereka menyusun rancangan anggaran dengan baik," kata Misbakhun di hadapan ratusan kades.

Wakil rakyat asal Pasuruan itu menambahkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini menempatkan pembangunan desa sebagai prioritas. Tujuannya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan.

Menurut Misbakhun, pemerintahan Presiden Jokowi punya komitmen tinggi dan konsisten dalam menerapkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Buktinya, jumlah alokasi dana desa terus meningkat dari tahun ke tahun.

Misbakhun lantas memerinci peningkatan dana desa dari tahun ke tahun. Pada 2015, alokasi dana desa mencapai Rp 20,7 triliun.



Jumlahnya lantas naik pada 2016 menjadi Rp 46,98 triliun. "Tahun 2017 kembali meningkat menjadi Rp 60 Triliun, dan tahun 2018 lebih kurang Rp 61 triliun," kata politikus yang dikenal gigih membela kebijakan Presiden Jokowi itu.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu pun berjanji untuk terus memperjuangkan penambahan alokasi dana desa, terutama bagi daerah pemilihannya di Jawa Timur II yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo. Misbakhun mengaku sudah menyampaikan hal itu secara langsung kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Waktu bertemu Bu Menkeu, saya sampaikan bahwa dana desa khusus untuk dapil Jatim II bisa ditambah. Tugas saya bagaimana dana desa meningkat di daerah pemilihan saya," tegasnya.(*)

BACA :


Wednesday, August 8, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


BPKP Gelar Workshop Evaluasi Implementasi Siskeudes

Posted: 08 Aug 2018 06:25 AM PDT

KRAKSAANONLINE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelenggarakan acara Workshop Hasil Evaluasi Implementasi Sistem Tatakelola Keuangan Desa (Siskeudes) dengan Aplikasi Siskeudes, Rabu (8/8/2018) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.



Percepatan Implementasi Aplikasi yang dikemas dengan workshop ini sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 bertujuan agar Kepala Desa memahami aplikasi Siskeudes dengan baik.

Acara ini dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH, MM. Bertindak sebagai narasumber anggota DPR RI Komisi XI Faisol Riza dan H. Mukhamad Misbakhun, Made Artawa dari Polda Jatim, Ramli Median Sihombing dari BPKP Pusat dan Agus Setianto selaku Kepala BPKP Perwakilan Jatim.

Anggota DPR RI Komisi XI Faisol Riza menegaskan, workshop ini sangat bermanfaat bagi pengelola dana desa. "Pemanfaatan aplikasi Siskeudes bagi aparat Pemerintahan Desa mempermudah proses pengelolaan keuangan, serta dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya." Tegasnya.



H. Mukhamad Misbakhun menyampaikan, desa adalah ujung tombak pembangunan. Undang undang desa telah menempatkan desa menjadi ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. " ungkapnya.

Ramli Median Sihombing dari BPKP mengingatkan agar anggaran desa digunakan sesuai aturan dan pengelolaan keuangan berjalan baik aman dan jauh dari pelanggaran. Dijelaskan pula bahwa Aplikasi Siskeudes yang dibuat oleh BPKP ini sesuai dengan Peraturan Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2018 tentang Perubahan Pengelolaan Keuangan Desa.(Mujiono)

BACA :

Kasdivif 2 Kostrad Pimpin Upacara Penutupan TMMD Ke-102

Posted: 08 Aug 2018 02:08 PM PDT

GADING,KRAKSAANONLINE.COM – Kasdivif 2 Kostrad Brigjen TNI Haryanto memimpin upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 tahun anggaran 2018 oleh Kodim 0820 Probolinggo di Lapangan Desa Condong Kecamatan Gading, Rabu (8/8/2018) pagi. Upacara penutupan ini diikuti oleh personil TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, Banser, PPM, FKPPI, pramuka dan pelajar.

Pelaksanaan TMMD ke-102 ini dilakukan di Desa Wedusan Kecamatan Tiris selama 30 hari mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2018 dengan mengambil tema Manunggal Membangun Karakter Generasi Milineal.



Upacara penutupan TMMD ke-102 ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH., M.Hum, pejabat dari Kodam V/Brawijaya dan Korem 083/BDJ Malang, Forkopimda Kabupaten/Kota Probolinggo, sejumlah Kepala OPD, Forkopimka Tiris dan Gading, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan. Serta para kepala desa dan perangkat desa yang ada di Kecamatan Tiris.

Penutupan TMMD ke-102 ini ditandai dengan penandatanganan naskah penyerahan dan penerimaan proyek TMMD ke-102 dari Dandim 0820 Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi kepada Pj Bupati Probolinggo Tjahjo Widodo.

Pj Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo menyampaikan ucapan terima kasih atas proyek TMMD ke-102 di Desa Wedusan Kecamatan Tiris yang dilaksanakan oleh Kodim 0820 Probolinggo di wilayah Kabupaten Probolinggo. Terutama pada pembangunan jalan sepanjang 1.300 meter.

"Kalau naik kesana sangat sulit, Pemerintah Daerah sudah beberapa kali memperbaiki tetapi begitu terkena hujan rusak lagi. Padahal jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan," katanya.



Tjahjo Widodo menerangkan bahwa kegiatan TMMD ke-102 ini juga diisi dengan merenovasi 1 masjid dan 1 musholla serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit dari keluarga miskin.

"TMMD ke-102 juga diisi dengan kegiatan non fisik seperti penyuluhan hukum dan sosialisasi berwirausaha yang bagus dari HIPMI. TMMD ini sangat luar biasa untuk mendorong masyarakat dalam membangun desanya," tegasnya.

Sementara Kasdivif 2 Kostrad Brigjen TNI Haryanto mengungkapkan TMMD ke-102 ini bertujuan untuk bisa membantu meringankan kesulitan masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo sekaligus untuk mencari pemecahan permasalahannya.

"Salah satunya membuka jalan sepanjang 1.300 meter, rehabilitasi dan bedah rumah serta tempat ibadah. Itulah salah satu wujud yang diinginkan oleh TNI AD bersama Polri dan Pemerintah Daerah yang dimotori Kodam V Brawijaya untuk membantu kesulitan masyarakat," katanya.

Dengan selesainya kegiatan TMMD ke-102 ini Brigjen TNI Haryanto mengharapkan agar hasil dari TMMD ini bisa dipelihara dalam kurun waktu yang lama dalam membantu kelancaran kegiatan masyarakat. "Terutama dalam hal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik dalam bidang pertanian maupun transportasi," pungkasnya.

Penutupan TMMD ke-102 ini dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Remo dari Sanggar Tari Panji Laras Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, binaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Probolinggo.

Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan stand produk unggulan Kabupaten Probolinggo di lokasi penutupan TMMD ke-102 di Lapangan Desa Condong Kecamatan Gading. (Zidni Ilham)

BACA :

Sasar Remaja, Dua Pengedar Beserta Ribuan Pil Koplo Diamankan Polisi

Posted: 08 Aug 2018 06:30 AM PDT

Foto ilustrasi
PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM - Jajaran Polresta Probolinggo terus berupaya untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta. Jajaran Polsek Wonoasih berhasil mengamankan dan menangkap pengedar obat berbahaya jenis Dextro dan Trhexyphenidil dengan dua orang tersangka yang berhasil diamankan dengan inisial " IE " 22 Th warga desa Jangur Kec. Sumberasih Kab. Probolinggo yang diamankan pada senin, (06/08/18) dan " S " 27 Th, warga desa Pohsangit Leres Kec. Sumberasih Kab. Probolinggo yang diamankan pada selasa, (07/08/18)



Kapolsek Wonoasih Kompol Sukatno mengungkapkan dua penangkapan tersebut berawal dari informasi yang didapatkan oleh jajaran Polsek bahwa dua orang tersangka tersebut memang menjual dan mengedarkan pil jenis dextro dan trex dengan sasaran para pelajar sekolah yang ada di wilayah di Kota Probolinggo. Dari penangkapan kedua orang tersangka tersebut, polisi berhasil mengamankan 1000 ( seribu ) Pil Dextro dan 2400 ( dua ribu empat ratus ) Pil trihexypenidil.

" Tindakan pelaku selain melanggar undang-undang, juga membahayakan para generasi muda. Sebab, selama ini pembeli sediaan farmasi itu mayoritas remaja. " kata Kapolsek, Selasa,(07/08/18)

Kapolsek juga menghimbau kepada warga masyarakat apabila ada warga yang mempunyai informasi apapun yang berkaitan dengan peredaran narkoba di sekitar wilayah mereka, jangan sungkan untuk segera melapor atau memberikan informasi kepada jajaran Polsek ataupun Polres



" Mari secara bersama – sama kita bekerja sama untuk memberantas peredaran segala bentuk dan jenis narkoba di wilayah kota Probolinggo ini. Dalam hal ini, bantuan apapun dari masyarakat sangatlah membantu bagi jajaran kami dalam upaya untuk memberantas peredaran pil setan tersebut," Ucap Kapolsek.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancamannya, hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.(*)

BACA :


Info Lowongan Kerja Paiton, Rekruitmen Karyawan Rumah Sakit Rizani Paiton

Posted: 06 Aug 2018 09:52 PM PDT









Monday, August 6, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Info Lowongan Kerja Probolinggo, Dibutuhkan Tenaga Pustakawan/i

Posted: 06 Aug 2018 05:55 AM PDT

SMA Tunas Luhur (Full day School) Paiton
LOWONGAN KERJA

Dibutuhkan tenaga Pustakawan/i dengan persyaratan:

1. Laki-laki  atau Perempuan
2. Lulusan S1 di utamakan lulusan 
        jurusan perpustakaan.
3. Mampu bekerja dalam team
4. Amanah, tekun, mandiri , Jujur dan
        bertanggung Jawab.

Silahkan kirimkan lamaran pekerjaan paling lambat tanggal 25 Agustus 2018 ke:
SMA Tunas Luhur (Fullday School ) Paiton
Jln. Sumberanyar – Kotaanyar Paiton Probolinggo Jawa Timur

Info lebih lanjut hub .
Telp (0335) 771666 Atau  Hp. 085234133418

Catatan 5:am_Photography: Ketika Kelompok Tani dan Komunitas Fotografi Bersinergi Lestarikan Keberagaman Satwa Liar

Posted: 06 Aug 2018 05:42 AM PDT


KRUCIL,KRAKSAANONLINE.COM -Kelompok Tani (Poktan) Rejeki 17 binaan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya gandeng komunitas 5:am_Photography (fotografer satwa liar Probolinggo) dalam upaya pelestarian keberagaman satwa liar di areal kebun kopi dusun Pesapen desa Watupanjang kecamatan Krucil, Sabtu (04/08/2018) pagi.

Sinergitas ini diwujudkan melalui sosialisasi mengenai manfaat keanekaragaman hayati, pemasangan himbauan larangan berburu satwa liar di areal kebun kopi organik yang tercatat seluas 37,02 hektar, serta identifikasi satwa burung yang menjadi predator alami bagi hama kebun kopi.

Kus Junaidi, Kepala Desa Watupanjang sekaligus mewakili poktan Rejeki 17 saat itu menuturkan, dalam regulasi dan tata kelola perkebunan organik adalah harus mengacu pada teknik perawatan alami tanpa bahan kimia sedikitpun. Hal ini mutlak dilakukan semata-mata untuk memperoleh kualitas kopi arabika organik yang telah dikembangkan sejak tahun 2016 lalu.

"Kami berharap melalui sinergi ini kami mampu mengupayakan pelestarian satwa liar di sekitar perkebunan kopi organik kami, khususnya pada jenis burung yang menjadi musuh alami pada hama kopi," ungkap Kus Junaidi.

Lebih lanjut Kus Junaidi mengutarakan, bahwa saat ini beberapa jenis burung umum yang di ketahui sebagai pemangsa serangga di kebun kopinya sudah jauh berkurang. Menurut ia hal ini juga disebabkan oleh maraknya perburuan burung yang akhir-akhir ini semakin tak terkendali.

"Kondisi ini menjadi kekhawatiran bagi kami para petani kopi organik, karena burung pemakan serangga itu tak ubahnya sebagai sahabat kami dalam membantu mengendalikan hama penyakit, oleh karenanya kedepan larangan berburu ini juga akan kami rumuskan ke dalam Perdes Watupanjang," tandasnya.

Joko Prasetio, salah satu anggota 5:am_Photography menyambut baik atas langkah yang tengah diambil poktan Rejeki 17 dan Pemdes Watupanjang ini, menurutnya dalam sebuah ekosistem alam yang sehat sangat erat kaitannya dengan keberagaman berbagai jenis hidupan liar di dalamnya, baik itu vegetasi maupun satwa liarnya.

"Ketika ekosistem ini terusik maka satwa didalamnya akan meninggalkannya, dan jika itu terjadi maka selanjutnya proses rantai makanan didalamnya pun akan terganggu bahkan putus atau rusak. Contoh nya pada kebun kopi jika satwa burungnya sebagai predator alami tidak betah disini, maka pertumbuhan serangga yang menjadi hama pada tanaman kopi akan menjadi tidak terkendali," jelas Cowie sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Alumni ITN Malang ini menjelaskan, berdasarkan literatur yang ada di habitat yang berada di ketinggian 1.200 mdpl dengan karakter alam seperti lereng gunung Argopuro ini seharusnya akan sangat mudah dijumpai beberapa ragam satwa liar bangsa burung dan mamalia.

"Seharusnya beberapa jenis burung merbah atau cucak-cucakan akan banyak kita jumpai disini selain burung kutilang, jenis zoothera atau punglor juga tidak nampak, hanya jenis punglor yang kurang diminati penghobi tadi sempat terlihat. Selain itu burung yang sangat umum di habitat perkebunan adalah jenis prenjak juga sudah sulit kita temukan," tandasnya.

Terkait tentang kondisi ini, anggota 5:am_Photography lainnya Nur Akhmad menambahkan, sepinya penampakan aktifitas burung di areal perkebunan kopi merupakan indikator awal bahwa ekosistem didalamnya tidak sehat. Menurut pengamatannya saat itu hanya burung yang kurang diminati penghobi saja yang masih sering terlihat, diantaranya adalah, Kaladi ulam (pelatuk), Cipoh kacat (sirpu), Kutilang, Anis sisik (punglor sisik), Wiwik uncuing, Gemak loreng, dan sepah kecil.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap untuk diadakan pengamatan lebih intens dan lebih luas lagi agar bisa mendapatkan data yang lebih detail dan valid. Dengan memasang papan himbauan kata ia, paling tidak akan mengurangi aktifitas perburuan di kawasan kebun kopi organik ini.

"Birdwatching kali ini adalah langkah awal untuk kemudian sebisa mungkin didukung oleh Perdes yang mengacu kepada konservasi satwa liar di desa Pesapen. Harapannya adalah untuk mengembalikan keberagaman hidupan liar agar normalisasi rantai makanan tetap terjaga," harap bapak 4 orang anak ini.

Harapan ini rupanya juga diamini oleh Sutrisno, Sekretaris Camat Krucil yang juga turut serta dalam giat tersebut. Ia menuturkan bahwa pihaknya akan selalu mensuport giat konservasi ini karena nantinya warga masyarakat lah yang akan langsung merasakan sisi positifnya, khususnya dampak ekonomi.

"Komoditas kopi Arabika organik ini tidak hanya menjadi harapan warga desa Watupanjang, tetapi juga harapan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk mendongkrak perekonomian warga masyarakatnya," kata pria berkumis tebal ini.

"Kedepan kami bersama komunitas 5:am_Photography ini akan berencana untuk menggandeng beberapa pihak yang lebih kompeten lagi dalam hal ini, untuk melakukan sosialisasi dan penyadartahuan masyarakat yang lebih luas lagi di scope Kecamatan Krucil," pungkasnya. (Hendra)

BACA :

Info Lowongan Kerja Probolinggo Tingkat SMK, Dibutuhkan Mekanik Mobil

Posted: 05 Aug 2018 09:42 PM PDT









Sunday, August 5, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Embun Salju Selimuti Kawasan Bromo

Posted: 05 Aug 2018 07:56 AM PDT

BROMO,KRAKSAANONLINE.COM - Akibat cuaca ekstrem yang hingga menyentuh angka 2 derajat celcius membuat tanaman maupun lahan pertanian warga di kawasan obyek wisata Gunung Bromo, Jawa Timur membeku, seakan tengah diguyur hujan salju.



Menurut penuturan salah seorang warga setempat, kondisi seperti itu sudah dirasakan sejak 4 hari terakhir. "Sudah 4 harian seperti ini dinginnya, padahal biasanya tidak. Semoga tidak terus-terusan, takutnya mengganggu ke kesehatan," kata Winarni, warga Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu, 04 Agustus 2018, dikutip dari detik.com.

Dia mengungkapkan, biasanya suhu mulai dirasakan sangat dingin ketika sudah berada di pukul 00.00 dini hari hingga 06.00 WIB. "Mulai terasa dinginnya saat menjelang pagi, Pak, sampai matahari terbit," ungkapnya, lebih lanjut.



Masih dikutip dari detik.com, bahwa kondisi terparah terjadi di areal Kaldera Lautan Pasir Gunung Bromo. Dari saking dinginnya suhu, sebagian pasir di daerah tersebut berubah menjadi butiran-butiran menyerupai salju. Fenomena tersebut sempat diabadikan dalam bentuk video oleh Kepala Pos Pengamatan Gunung Bromo, Ahmad Subhan, kemudian diunggah ke YouTube.

Dalam video berdurasi sekitar 51 detik itu terlihat rumput dan ilalang, di sekitar Pos Pengamatan Gunung Bromo, daunnya memutih tertutup embun beku. Pos Pantau Gunung Bromo berjarak sekitar 3 kilometer dari puncak kawah Gunung Bromo. (detik.com/alif/vem)

BACA :

Saturday, August 4, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Desa Watupanjang Dan Binor Masuk Nominasi Proklim Nasional

Posted: 04 Aug 2018 12:04 AM PDT

PAITON,KRAKSAANONLINE.COM – Desa Watupanjang Kecamatan Krucil dan Desa Binor Kecamatan Paiton masuk sebagai nominasi dalam lomba Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Utama Nasional. Oleh karenanya, 2 (dua) desa yang dinilai peduli terhadap perubahan iklim ini didatangi oleh Tim Verifikasi Proklim Tingkat Nasional, Kamis dan Jumat (2-3/8/2018).

Tim verifikasi ini terdiri dari Yulianto Teguh Wibowo dari Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Asri Cahaya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dan Zaenal Ansori dari DLH Kabupaten Probolinggo.



Jum'at (3/8/2018), Tim Verifikasi Proklim Tingkat Nasional ini melakukan verifikasi di Desa Binor Kecamatan Paiton. Rombongan tim ini diterima oleh Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo didampingi Sekretaris DLH Sumaidi dan Kasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Sutopo, Camat Paiton M Yasin dan Kepala Desa Binor Hostifawati di Balai Desa Binor Kecamatan Paiton.

Camat Paiton M. Yasin berharap supaya Desa Binor bisa memberikan informasi baik apa yang sudah dilakukan selama ini dengan harapan apa yang diraih sesuai dengan harapan bersama. Mudah-mudahan apa yang kita lihat hari ini bisa memberikan gambaran bahwa kita siap menjadi juara, katanya singkat.

Sementara Kepala Desa Binor Hostifawati mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya bersama segenap elemen tokoh agama dan tokoh masyarakat berupaya untuk merubah mindset masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan dan BAB (Buang Air Besar) pada tempat yang sudah disediakan.



"Karena lingkungan kita harus tetap dijaga dengan baik. Sebab jika tidak dijaga maka lingkungan akan berdampak negatif. Dari situ kami tergerak untuk membangun desa ini," ungkapnya.

Menurut Hostifawati, selama ini berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari transplantasi terumbung karang dan mengajak masyarakat untuk menggunakan jaring yang ramah lingkungan. Selain itu juga ada kubus berongga dan fish apartement untuk meningkatkan populasi ikan di laut.

"Kami juga terus upaya untuk menjaga kebersihan laut dengan melibatkan segenap nelayan. Kebersihan laut sudah dikapling sesuai perahu yang ada. Sehingga nelayan dengan sukarela membersihkan sampah yang ada sesuai kaplingnya masing-masing, " terangnya.

Hostifawati menambahkan bahwa pihaknya juga membuat program bank sampah. Sebelum sampah dibuang, maka masyarakat melakukan pemilahan terlebih dahulu. Sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan dipilah dan dijual ke bank sampah.

"Ketika laut bersih maka saat ini sudah banyak tumbuh bermacam-macam pohon di bibir pantai. Kami juga gencar melakukan pembuatan resapan biopori sehingga airnya tidak terlalu asin. Semua ini bisa terwujud berkat keterlibatan dari pihak CSR perusahaan yang peduli terhadap lingkungan," tegasnya.

Sedangkan Yulianto Teguh Wibowo dari KLHK RI menyampaikan di Jawa Timur terdapat sekitar 21 lokasi yang ikut serta dalam verifikasi Proklim nasional. Sementara secara nasional dilakukan di 208 lokasi. Fokusnya adalah desa yang merupakan penggiat lingkungan yang peduli terhadap perubahan iklim.

"Proklim adalah program nasional untuk mendorong partisipasi aktif dan kontribusi peran serta masyarakat di tingkat utama dalan aksi pengendalian perubahan iklim. Disini kami mengapresiasi kondisi aktif dari masyarakat," ujarnya.

Menurut Bowo, panggilan akrab dari Yulianto Teguh Wibowo, selain silaturahim kedatangannya di Desa Binor Kecamatan Paiton adalah untuk melihat dari dekat kondisi di lapangan dan sejauh mana peran serta masyarakat.

"Lomba ini merupakan ajang untuk saling memotivasi. Oleh karenanya anggaplah sebagai share pengalaman. Kalau ada kendala diselesaikan secara detail dan bersama," jelasnya.

Bowo menerangkan ada beberapa hal yang ditugaskan KLHK kepada tim verifikasi Proklim. Salah satunya mengidentifikasi adaptasi dan masalah lingkungan serta ingin melihat dari dekat potensi laut dengan berbagai upaya untuk menjaga kebersihannya sebagai kepedulian terhadap perubahan iklim. Isu mengendalikan perubahan iklim merupakan tanggung jawab kita bersama.

"Ternyata sudah banyak adaptasi dan mitigasi yang sudah dilakukan di Desa binor. Kunci utama untuk merubah lingkungan adalah masyarakat itu sendiri. Kalau tidak ada perubahan pola pikir maka tidak akan menjadi nominasi utama nasional, " terangnya.

Lebih lanjut Bowo meminta agar Proklim jangan dijadikan even biasa. Tetapi kalau bisa menghimbau sebagai budaya atau kebiasaan yang baik tentang kepedulian terhadap lingkungn. "Marilah membiasakan diri dengan kegiatan baik untuk mendukung perubahan iklim," pungkasnya.

Terpisah Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo menyambut baik verifikasi Proklim tingkat nasional di Desa Binor Kecamatan Paiton ini. Menurutnya, upaya ini tentunya akan dapat merangsang masyarakat agar supaya melakukan upaya penyelamatan lingkungan dari segala sektor baik penyelamatan dari bahaya banjar, erosi laut maupun longsor.

"Saya memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan selama ini oleh Desa Binor Kecamatan Paiton. Memang demikian pastinya masih saja ada kekurangan. Tinggal bagaimana kita memoles agar bisa dijadikan acuan oleh masyarakat. Semoga apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Binor ini mampu memberikan dampak yang positif sehingga bisa terpilih sebagai yang terbaik dalam Proklim Tingkat Utama Nasional," katanya.

Selanjutnya tim verifikasi ini melakukan tes wawancara dengan sejumlah masyarakat terkait hal-hal yang sudah dilakukan dalam rangka mendukung peran sertanya terhadap perubahan iklim. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan survey ke lapangan. (Zidni Ilham)

BACA :

Ratusan Santriwan – Santriwati Ikuti Talkshow Temu Santri 2018

Posted: 03 Aug 2018 11:58 PM PDT

KRAKSAANONLINE.COM – Ratusan remaja santriwan – santriwati dari 8 Pesantren di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Talkshow dengan tajuk "TEMU SANTRI 2018", Kamis (02/08/2018) di aula Pesantren Hati, Toroyan – Rangkang.

Kegiatan talkshow yang di inisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo itu secara resmi dibuka oleh Plh. Sekda Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono SH. M.Si.



Dalam sambutannya Sigit menuturkan bahwa seiring dengan perjalanan jaman dengan segala problematika didalamnya. Khususnya di era globalisasi saat ini dimana remaja cenderung aktif, selalu ingin eksis (hits) mengikuti pergaulan serta tidak mau ketinggalan jaman.

Pada fase tersebut para remaja biasa disebut fase mencari Jati diri, dan menurut Sigit Sumarsono dalam kondisi seperti ini mereka para remaja sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari teman sebaya dan pengaruh budaya asing yang jelas tidak sesuai dengan budaya ketimuran di Indonesia.

"Mereka semua adalah calon pemimpin di masa depan, oleh sebab itu mereka harus mempersiapkan dan dipersiapkan untuk menyongsong masa depan yang lebih maju dan bermartabat," jelas Sigit Sumarsono.

Menurut Sigit Sumarsono, dipersiapkan artinya dijaga dan diselematkan dari hal-hal negatif yang akan merusak mental spiritual. Mempersiapkan artinya merencanakan hidup untuk lebih baik dan mampu bersaing dengan negara-negara yang maju. Untuk menunjang dua hal itu, orang tua dan pemerintah memiliki peran utama.

"Kalian adalah generasi zaman now yang jauh lebih cerdas dari kami ini, oleh karena itu siapkan diri kalian untuk masa depan yang lebih baik. Ingat hindari tiga hal yaitu sex sebelum menikah, pernikahan dini dan jauhi pengaruh Narkotika, Psikotropika, Narkotika dan zat adiktif (Napza)," tandasnya.

Sementara Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto dalam laporannya mengungkapkan, melalui kegiatan ini pihaknya berharap akan ada dampak positif ke depannya terkait masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Probolinggo.



"Dengan metode Talkshow seperti ini kami mencoba mengajak berkomunikasi keoada para remaja ini agar mereka mampu merencanakan masa depannya. Kami juga akan beri mereka informasi pendukung sebagai tambahan wawasan mereka,

Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini kata Anang ialah agar nantinya para remaja ini memiliki gambaran yang lebih tentang perencanaan masa depannya. Dengan begitu mereka tidak berfikir untuk menikah dini, namun menunggu sampai kemampuan mereka cukup matang secara usia dan secara ekonomi.

"Harapannya adalah masing-masing dari 500 santriwan/ti ini bisa menjadi agen penyebar informasi ini di lingkungan nya, di sekolah mereka serta di pergaulan sehari-hari mereka," pungkasnya.

Talkshow ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber sekaligus. Bertindak sebagai narasumber pertama saat itu adalah Haydar Iskandar, Ketua Insan Genre Provinsi Jawa Timur yang saat itu mengangkat tema pentingnya pendidikan dan pengalaman hidup sebagai bekal untuk menapaki masa depan.

Narasumber kedua adalah dari Kemenag Kabupaten Probolinggo (seksi Bimas Islam/Penyuluh agama Islam fungsional) Yazid Zain, S.Ag M.Pdi. Dalam Talkshow ke dua ini Yazid Zain mengangkat tema utama dalam kegiatan ini yaitu "menghapus perkawinan anak". Dimana Kabupaten Probolinggo berada pada kondisi yang cukup memprihatinkan pada perkawinan usia muda.

Sementara untuk narasumber pamungkas, tidak lain adalah Wakil Bupati terpilih Kabupaten Probolinggo, Drs HA Timbul Prihanjoko. Dalam Talkshow nya itu Timbul Prihanjoko mengisahkan tentang perjalanan hidupnya mulai dari masa sekolah, perjalanan karier, serta filosofi-filosofi yang telah menginspirasinya. (tri)

BACA :

Friday, August 3, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Info Lowongan Kerja Probolinggo, Dibutuhkan Tentor Bahasa Inggris Di PT Ganesha Operation

Posted: 03 Aug 2018 07:31 AM PDT








Thursday, August 2, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Kakek Asal Bali Dicokok Polisi Usai Gasak Puluhan Burung Berkicau

Posted: 01 Aug 2018 10:28 PM PDT

PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM - INS, Kakek berusia 63 Tahun warga Bali ini akhirnya harus menyesali perbuatannya di balik jeruji besi. Dia merupakan pelaku pencurian puluhan burung berkicau di Pasar Burung Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.



Polisi menangkap pria lanjut usia ini berdasarkan keterangan saksi dan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Dia baru tiga hari yang lalu tiba di Probolinggo dengan tujuan menemui pacarnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku terpaksa melakukan pencurian burung di toko milik MHD itu, untuk biaya ongkos pulang kampung. "Terpaksa mas untuk bekal pulang kampung ke Bali," ujar INS di Mapolresta Probolinggo.

Modus pencuriaannya pun cukup rapi. Pada siang hari dia jalan-jalan di Pasar burung untuk mengamati situasi, dan malam harinya dia membobol toko burung milik korban menggunakan obeng. Sebanyak 19 burung perkutut dan 2 ekor jalak putih berhasil dia curi.

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal mengatakan bahwa pelaku ditangkap sehari pasca pencurian. "Pelaku merupakan warga Bali yang tahu saat ke pasar tak ada penjaga malam. Karena kesempatan itulah pelaku memanfaatkan untuk membobol toko pada malam hari," kata Alfian seusai menginterogasi tersangka.



Atas perbuatannya, pelaku kini terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi tahanan Mapolresta Probolinggo. Ia dijerat Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian. "Hukumannya maksimal 5 tahun penjara," tutup Alfian.

Diketahui, pelaku melakukan aksi pencurian di toko burung milik MHD, Kamis (26/7/2018) lalu. Tindakan pencurian ini membuat puluhan burung berkicau yang hendak dijual korban raib, dengan kerugian mencapai Rp. 20 juta.(*)

BACA :

Tujuh Orang Dibekuk Polisi Karena Sabu-sabu, Dua Diantaranya Pasangan Kekasih

Posted: 01 Aug 2018 10:24 PM PDT

PROBOLINGGO,KRAKAAANONLINE.COM - Perang terhadap narkoba terus dilancarkan oleh jajaran Kepolisian. Terbaru (31/7/2018), Polres Probolinggo Kota berhasil membekuk tujuh orang pengedar dan pengguna barang haram tersebut. Mereka terdiri dari lima pria dan dua wanita.



Pengungkapan tersebut bermula dari informasi dari masyarakat bahwa ada pengedar yang menjual sabu-sabu. Dua orang, ER dan SD berhasil dibekuk saat sedang melakukan transaksi jual beli. Dari penangkapan tersebut, ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,53 gram.

Upaya petugas tak berhenti disitu. Pengembangan dilakukan sehingga berhasil menangkap empat orang lainnya yang selesai pesta sabu-sabu. Keempat orang tersebut yaitu MK, MDF, KD dan seorang perempuan bernama DF yang merupakan kekasih dari MK. Dari mereka didapat barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,23 gram dan perangkat untuk nyabu.

Tak berhenti disitu, rupanya petugas berhasil mengungkap sosok penyuplai barang tersebut yaitu EYS, seorang ibu rumah tangga. Padanya, didapati mengusai barang bukti sabu-sabu seberat 0,38 gram siap edar. Menurut pengakuan EYS, sudah menjual barang tersebut kurang lebih 3(tiga) bulan yang mana didapat dari seseorang dari Bangkalan, Madura.



AKBP Alfian Nurrizal, SH, S.IK, M.Hum menjelaskan bahwa upaya kepolisian untuk memberantas peredaran narkoba akan terus dilakukan. "Untuk ketujuh tersangka dijerat Undang-undang No35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," tandas Kapolres.(*)

Baca :