Thursday, October 4, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


TP PKK Pantau Pelaksanaan Pemeriksaan IVA

Posted: 04 Oct 2018 07:07 AM PDT

KRAKSAAN,Kelompok Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak PKK Kabupatwn Probolinggo melakukan pemantauan pelaksanaan pemeriksaan IVA (Inspekulo Visual Acetat). Pemantauan ini dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko pada 3 (tiga) puskesmas di Kabupaten Probolinggo.

Ketiga puskesmas tersebut diantaranya Puskesmas Maron (2/10/2018), Puskesmas Sumberasih (3/10/2018) dan Puskesmas Dringu (8/10/2018). Selain TP PKK Kabupaten Probolinggo, pemantauan ini juga melibatkan lintas sektor terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo.

Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Probolinggo Ny Yayuk Shodiq mengungkapkan mengajak masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama mencegah terjadinya kanker serviks secara dini. Sasarannya adalah masyarakat yang mau memeriksaan diri supaya bisa mencegah terjadinya penyakit kanker serviks.

"Untuk mencari peserta pemeriksaan IVA ini kami memberikan sosialisasi kepada para pengurus TP PKK Kecamatan. Selanjutnya mereka meneruskannya kepada para pengurus TP PKK Desa di wilayahnya. Kemudian PKK Desa menyampaikan informasi tersebut kepada para kader untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mencegah terjadinya kanker serviks secara dini pada kaum perempuan," katanya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko mengungkapkan kanker menjadi masalah kesehatan yang serius terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena kanker merupakan penyebab utama kematian salah satunya adalah kanker serviks. Kanker serviks merupakan beban masalah serius pada kesehatan reproduksi perempuan di seluruh dunia, meskipun faktanya hal tersebut dapat dicegah dan dideteksi.

"Kanker serviks adalah tumor ganas yang menyerang pada leher rahim dan bisa menyerang organ-organ sekitar dan menyebabkan kematian. Kasus kanker serviks sering terjadi pada perempuan yang telah menikah yang berusia antara 35 sampai 55 tahun. Salah satu cara deteksi dini atau skrening yang paling mudah dan murah yaitu pemeriksaan metode IVA (Inspekulo Visual Acetat)," ungkapnya.

Istri Wakil Bupati Probolinggo ini menerangkan di Kabupaten Probolinggo kaum perempuan masih menganggap hal yang tabu apabila memperlihatkan aurat pada orang lain. Padahal diketahui sasaran di Kabupaten Probolinggo tahun 2018 sebanyak 18.534 wanita pasangan usia subur sedangkan yang telah dideteksi sampai bulan September sebesar 2.019 (10,9%) masih jauh dibawah target.

"Oleh karena itu Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, khususnya Pokja IV bekerja sama dengan sektor terkait mengadakan pemantauan pelaksanaan IVA dan penyuluhan dengan tujuan mengajak dan menyebarluaskan pentingnya skrening kanker secara lebih dini pada kaum perempuan," pungkasnya. (Zidni Ilham)

Lowongan Kerja Probolinggo, Dibutuhkan Desain Grafis

Posted: 04 Oct 2018 06:48 AM PDT

Dibutuhkan Tenaga Desain Grafis

Persyaratan

  1. Laki/Perempuan
  2. lulisan SMA/SMK
  3. Menguasai Desain Grafis
  4. Kreatif
  5. Disiplin

Bentuk Da'i Pelajar Penyuluh Kamtibmas, Polresta Undang Ratusan Pelajar

Posted: 04 Oct 2018 06:10 AM PDT

PROBOLINGGORadikalisme ada sebuah ajaran yang sangat berbahaya. Sebuah pemahaman yang salah tentang agama yang bisa mengakibatkan hal sangat buruk karena sebuah keyakinan yang pemahamannya tidak sesuai dengan intisari sebuah agama. Oleh karena itu, Polri selalu terus berupaya melaksanakan kegiatan antisipasi terhadap penyebaran sebuah ajaran radikal agar tidak semakin tumbuh dan berkembang di negeri ini.

Kamis pagi,  ( 04/10/18 ) Jajaran Polresta Probolinggo mengundang ratusan perwakilan siswa tingkat SMA/SMK dan MA sewilayah hukum Polres Probolinggo Kota untuk mengikuti kegiatan Focus Grup Diskusi Keagamaan dalam rangka membentuk Da'I  pelajar penyuluh Kamtibmas dan Deklarasi Pelajar pelopor kontra Radikal, tertib lalu lintas , anti Narkoba dan bijak bermedia sosial.

Kegiatan yang berlangsung di gedung serbaguna Polresta Probolinggo tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K M.Hum dan diikuti oleh Kepala Kemenag Kota Probolinggo, PJU Polresta, Ketua MUI Kota Probolinggo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, Ketua FKUB Kota Probolinggo ( Bpk. DR. Halim ), Ketua PCNU Kota Probolinggo, Bhabinkamtibmas Polres Probolinggo Kota sebanyak-+ 67 personil serta para siswa perwakilan sebanyak kurang lebih 320 siswa

Dalam kesempatan ini, Kapolresta Probolinggo mengungkapkan Bahwa kegiatan FGD ini bertujuan membentuk Da'i pelajar penyuluh Kamtibmas dan Deklarasi Pelajar pelopor kontra Radikal, tertib lalu lintas , anti Narkoba dan bijak bermedia sosial, dan permohonan. Kapolresta juga menjelaskan perlu diketahui bahwa akhir-akhir ini di media sosial maupun cetak berkembang informasi-informasi yang sangat pesat dan cepat yang berbau Hoax, sehingga kita harus bersama-sama saling membantu karena para siswa inilah sebagai penerus bangsa agar paham-paham radikalisme dan penyalahgunaan narkotika bisa ditiadakan.

"Apabila ada teman kita yang sudah menyimpang wajib kita ingatkan, dan agama salah satu landasan mental kita agar tidak terjerumus kedalam suatu permasalahan hingga kita menyesal dibelakang harinya", Ucap Kapolres.

Ketua MUI Kota Probolinggo, KH. Nizar mengatakan MUI Kota Probolinggo memberikan apresiasi yang sangat tinggi untuk memfasilitasi kegiatan Focus Grup Diskusi Keagamaan dalam rangka membentuk Da'o pelajar penyuluh Kamtibmas dan Deklarasi Pelajar pelopor kontra Radikal, tertib lalu lintas , anti Narkoba dan bijak bermedia sosial dari kalangan pelajar ini. KH. Nizar juga mengungkapkan mudah-mudahan kegiatan ini dapat berguna bagi kita semua, dan setelah kegiatan ini diharapkan para pelajar bisa menyampaikan dan meneruskannya kepada rekan-rekannya yang ada disekolah masing-masing.

"Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk memerangi kemungkaran, sehingga mari kita bersama-sama bekerja ,karena hal ini bukan saja kewajiban pihak kepolisian namun kita juga harus mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kamtibmas di Wilayah Kota Probolinggo", Ucap KH. Nizar


Selama kegiatan Focus Grup Diskusi Keagamaan dalam rangka membentuk Da'i pelajar penyuluh Kamtibmas dan Deklarasi Pelajar pelopor kontra Radikal, tertib lalu lintas , anti Narkoba dan bijak bermedia sosial berjalan aman, lancar dan kondusif. Kegiatan tersebut di isi dengan materi dengan berbagai fungsi kepolisian diantaranya Lalu – lintas yang menyajikan materi lalu – lintas, humas yang menyajikan materi bijak bermedsos dan fungsi – fungsi yang lainnya

Pemkab Evaluasi Pelaksanaan ORI Difteri Putaran II

Posted: 04 Oct 2018 06:09 AM PDT


KRAKSAAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan evaluasi pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) difteri putaran II (kedua) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (4/10/2018).

Kegiatan yang dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Achmad Arif ini diikuti oleh 126 orang peserta terdiri dari Polres dan Polresta Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Kabid pada Dinas Pendidikan, Kabid pada Kementerian Agama (Kemenag), Pokja IV TP PKK Kabupaten Probolinggo, Camat, Ketua TP PKK Kecamatan, Koordinator Pengawas SD tingkat kecamatan, Pengawas SMP, Muslimat NU dan lintas sektor Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi penanggulangan difteri oleh Bambang Wuryanto Kartiko dari WHO dan evaluasi ORI putaran kedua oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Liliek Ekowati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi hasil kegiatan ORI di Kabupaten Probolinggo putaran II (kedua) dimulai tanggal 2 Juli hingga 30 September 2018 di Kabupaten Probolinggo.

"ORI difteri diharapkan mampu menurunkan angka kematian dan angka kesakitan pada penyakit difteri serta menurunkan jumlah kasus dan memutus rantai penularan penyakit difteri," katanya.

Menurut Liliek, sasaran kegiatan ORI difteri meliputi anak usia 1 tahun sampai < 5 tahun diberikan imunisasi DPT/HB/Hib, anak usia 5 tahun sampai < 7 tahun diberikan imunisasi DT dan anak usia 7 tahun sampai < 19 tahun diberikan imunisasi Td.

"Untuk memberikan dampak secara epidemiologi yang bermakna dalam rangka penurunan angka kesakitan dan kematian, maka target cakupan kegiatan ORI difteri diharapkan minimal 90% dari sasaran," tegasnya.

Sementara Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Achmad Arif mengungkapkan penyakit difteri adalah penyakit infeksi yang sangat menular disebabkan oleh bakteri corybacterium difteri. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap (imunisasi dasar pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan dan usia sekolah dasar).

"Di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2017 terdapat 15 kasus dengan 3 kasus meninggal. Sedangkan untuk tahun 2018 sampai bulan September telah ditemukan 10 kasus," ungkapnya.

Menurut Arif, ORI dilaksanakan sebanyak 3 putaran dengan sasaran anak usia 1 < 19 tahun. Putaran pertama bulan Pebruari hingga Maret, putaran kedua bulan Juli hingga September dan putaran ketiga bulan Nopember 2018. Target cakupan kegiatan ORI difteri diharapkan minimal 90% sasaran.

"Program ORI dilaksanakan dengan kerja sama lintas program maupun lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Camat, Kepala Desa/Lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan peran masyarakat untuk membantu memberikan perlindungan pada sasaran dan memutus rantai penularan dari penyakit difteri," jelasnya.

Arif menerangkan ORI putaran kedua di Kabupaten Probolinggo telah dilaksanakan mulai 2 Juli sampai 30 September 2018. Jumlah yang telah diimunisasi sebanyak 299.524 anak atau 93,2% berdasarkan sasaran proyeksi dan 96,5% berdasarkan sasaran riil pendataan. Puskesmas yang mencapai minimal 90% berdasarkan sasaran proyeksi sebanyak 15 puskesmas (46,46%). Sedangkan berdasarkan sasaran riil sebanyak 33 puskesmas (100%).

"Pencapaian ORI minimal 90% di semua tingkatan sangatlah penting untuk membentuk kekebalan populasi terhadap penyakit difteri. Jika kekebalan populasi sudah terbentuk maka penularan penyakit tersebut bisa dihentikan. Oleh karena itu perlunya peningkatan capaian pada ORI difteri putaran selanjutnya. Kami mengharapkan dukungannya untuk mensukseskan imunisasi tambahan ORI difteri putaran ketiga yang akan dilaksanakan bulan Nopember 2018 mendatang," pungkasnya. (Zidni Ilham)

Wednesday, October 3, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Aksi Nekad Candra , Mulai Aniaya WNA Kanada Hingga Curi Sepeda Patroli Polisi

Posted: 03 Oct 2018 08:09 AM PDT

Foto : Istimewah
NGADISARI,Apa yang dilakukan Candra Edy Prasetyo (36), warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ini sangat mencoreng dunia pariwisata Indonesia.

Respon cepat tanggap satuan polres probolinggo mampu menangkap tersangka.Kini, pria yang setiap hari bekerja sebagai tukang ojek wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini di tampung di rumah pesakitan.




Informasi yang dihimpun. Tersangka nekad menganiaya korban yang seorang diri itu, lantaran korban menolak ajakan tersangka untuk ngojek. Yang saat itu korban akan menuju ke Seruni poin Bromo. Karena merasa ditolak dan tidak terima, terjadilah cekcok mulut hingga aksi penganiayaan terhadap korban.

Menurut pelaku ,awalnya Ia bermaksud mengantar korban menuju kawasan Seruni Point.Namun Maria Teresa Cua (31), WNA asal Kanada itu menolak tawaran pelaku dengan berkata kasar sembari mengacungkan jari tengah ke muka pelaku.

"Dia memancing amarah saya, dia menolak ajakan saya ngojek. Dia sambil marah-marah ke saya, akhirnya saya cekat dan saya pukuli dia," kata tersangka Candra



Terpisah, menurut Fadly, Kapolres Probolinggo, keterangan tersebut berdasarkan penjelasan alias versi tersangka. Sedangkan versi korban, tersangka menawarkan jasa ojek sedikit memaksa, sehingga korban pun terusik bahlan naik pitam.

"Korban sudah menolak, tapi tetap dipaksa, sampai akhirnya korban marah-marah kepada pelaku. Tidak terima dimarahi, akhirnya korban dicekat dan dipukul wajahnya oleh tersangka," teranngya.

Penganiayaan tersangka ini usai, saat melihat rombongan teman korban datang. Tersangka meninggalkan korban dengan luka di wajahnya. Tidak terima, korban melaporkan aksi tersangka ke polisi.

Perlu diketahuai, selain melakukan aksi penganiayaan terhadap WNA , pelaku juga nekad mengondol sepeda motor dinas milik Polsek Sukapura,Kawasaki KLX nopol N-5758-PS, Kamis (13/9/2018) lalu.

Mantan Kapolres Tuban ini menambahkan, atas tindakan nekad , tersangka dijerat dengan pasal berlapis ,yaitu Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pasal 351 tentang penganiayaan, ancaman hukuman 7 dan 4 tahun penjara.


"Kami akan kembangkan kasus ini. Tersangka ini juga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor dinas milik Polsek Sukapura. Ada juga kasus pencurian lainnya, makanya akan kami dalami lebih lanjut," pungkas Fadly(*)

REKOMENDASI PEMBACA :


Tetapkan 12 Perubahan Propem Perda Tahun 2018

Posted: 03 Oct 2018 07:13 AM PDT

KRAKSAAN,DPRD Kabupaten Probolinggo menyetujui penetapan 12 Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propem Perda) Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2018. Rancangan Keputusan penetapan 12 Perubahan Propem Perda tersebut dibacakan pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (3/10/2018) siang.




Penetapan 12 Perubahan Propem Perda tersebut dituangkan dalam Rancangan Keputusan DPRD Kabupaten Probolinggo Tentang Perubahan Kedua Keputusan DPRD Kabupaten Probolinggo Nomor 35 Tahun 2017 Tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2018.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman tersebut dihadiri oleh Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, perwakilan Forkopimda, para Staf Ahli dan Asisten, Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.




Ke-12 Perubahan Propem Perda tersebut diantaranya Raperda Tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Raperda Tentang Tenaga Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Raperda Tentang Perubahan Ketiga Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 06 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Usaha dan Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2017.

Selanjutnya, Raperda Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018, Raperda Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik, Raperda Tentang Penyertaan Modal BUMD, Raperda Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Raperda Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Terakhir, Raperda Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 03 Tahun 2014 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol, Raperda Tentang Pencabutan Atas 3 (tiga) Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo dan Raperda Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Ponkesdes Banyuanyar Lor Masuk Nominasi Lima Besar Sejatim

Posted: 02 Oct 2018 05:25 PM PDT

GENDING, Sebuah prestasi membanggakan ditorehkan oleh Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Banyuanyar Lor Kecamatan Gending dalam lomba ponkesdes berprestasi tingkat Jawa Timur. Pasalnya ponkesdes yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gending ini berhasil masuk nominasi 5 (lima) besar tingkat Jawa Timur.

Atas prestasi tersebut, Ponkesdes Banyuanyar Lor kedatangan tim penilai dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Selasa (2/10/2018). Kedatangan tim ini diterima di Balai Desa Banyuanyar Lor Kecamatan Gending.

Kedatangan tim penilai sebanyak 7 (tujuh) orang yang dipimpin oleh drg Lili Aprilianti ini disambut oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono bersama keluarga besar Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Camat Gending Asep Chairul Saleh dan perwakilan Forkopimka Gending, Kepala Puskesmas Gending Mujoko, Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa, bidan desa, perawat dan para kader di Desa Banyuanyar Lor Kecamatan Gending.

Ketua tim penilai drg Lili Aprilianti mengatakan kedatangannya bertujuan untuk menilai apakah pelayanan Ponkesdes Banyuanyar Lor sudah sesuai standart baik kepada petugas ini sesuai kompetensinya ataukah standar pelayanannya. Pelayanan itu tidak hanya dalam gedung tetapi juga luar gedung. Karena ponkesdes ini miliknya masyarakat, sehingga juga ada kunjungan ke rumah masyarakat.




"Harus ada perjanjian dulu dengan masyarakat, tetapi pagi harus memberikan pelayanan dulu. Nanti kalau ada pasien yang berkunjung ke sini dikasih tahu kembalinya jam berapa," tegasnya.

Menurut Lili, kriteria penilaian dilakukan sesuai standar ponkesdes meliputi administrasi managemen, pelayanan, SDM hingga gedungnya. Mereka melakukan penilaian pada promosi kesehatan, pelayanan kesehatan ibu hamil, cara pencegahan penyakit menular dan tidak menular, kesehatan lingkungan rumah, kunjungan keluarga rawan dan cara menerima pasien ketika datang ke ponkesdes. "Kita ingin ponkesdes yang kita nilai tetap mempertahakan standar pelayanannya," harapnya.



Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengungkapkan ponkesdes merupakan sarana pelayanan kesehatan yang berada di desa yang merupakan pengembangan dari Pondok Bersalin Desa (Polindes), sebagai jaringan puskesmas dengan tenaga minimal bidan dan perawat dalam rangka mendekatkan akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Ponkesdes Banyuanyar Lor ini merupakan juara 1 dalam lomba ponkesdes berprestasi tingkat Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya ponkesdes ini diikutkan ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Setelah itu mendapatkan informasi masuk lima besar," ungkapnya.

Sebagai persiapan penilaian ini terang Shodiq, pihaknya rutin melakukan pembinaan dengan melibatkan semua bidang di Dinkes Kabupaten Probolinggo. "Mudah-mudahan dalam penilaian ini, Ponkesdes Banyuanyar Lor bisa meraih hasil yang maksimal dan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," harapnya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Gending Mujoko menyampaikan bahwa penilaian ini tentunya akan memberikan dampak yang sangat luar biasa khususnya kepada Desa Banyuanyar Lor dan semua desa yang ada di Kecamatan Gending.

"Dengan penilaian ini diharapkan bisa mendapatkan nilai yang bagus dan setidak-tidaknya masuk 3 besar. Dengan demikian bisa memberikan suatu dampak positif dan daya ungkit bagi desa yang lain. Sebab pasti mempunyai keinginan mencoba apa yang dilakukan oleh Desa Banyuanyar Lor," katanya.

Menurut Mujoko, sesuai dengan program Hati yang sehat nantinya akan terkonsentrasi kepada ponkesdes dan polindies. Tentunya ini sangat linier sekali karena semua berbasis desa. "Kalau sampai lolos nantinya bisa menjadi pemicu bagi desa-desa yang lain di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Tuesday, October 2, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Pemkab, Galang Dana Untuk Korban Gempa Dan Tsunami Sulteng

Posted: 02 Oct 2018 06:14 AM PDT

KRAKSAAN, Duka yang sedang dialami oleh para korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah juga memantik perhatian serta empati Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bersama segenap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Hal itu ditunjukkan secara spontanitas oleh Bupati Tantri dengan cara menghimbau dan menggalang dana kemanusiaan saat tengah memimpin rapat koordinasi (rakor) internal lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Senin (01/10/2018) siang, di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo.




Untuk memotivasi seluruh peserta rakor pada aksi sosial kali ini, Bupati Tantri mengawalinya dengan menyumbangkan gaji pertama sekaligus tunjangan operasionalnya seraya memerintahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono untuk sekalian mengajak ASN agar ikut serta dalam menyumbang para korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah.

"Terserah nanti mau dirupakan apa, Pak Sekda tolong Diakomodir dan dikumpulkan dulu dana dari seluruh ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo , ini adalah kesempatan kita bersodaqoh jariyah," imbau Bupati Tantri.



Istri Hasan Aminuddin ini menambahkan bahwa shodaqoh jariyah selain menjadi kewajiban bagi sesama umat muslim, juga merupakan satu bentuk ikhtiar umat manusia agar terhindar dari bala serta musibah baik bagi dirinya, keluarga, maupun tempat tinggalnya.

"InsyaAllah Shodaqoh jariyah juga akan menghantar terkabulnya doa – doa baik dan akan membawa kebarokahan bagi kita semua,dan bagi Kabupaten Probolinggo," tandasnya.

Kemudian agar penggalangan dana kemanusiaan ini segera terlaksana Sekda Soeparwiyono menunjuk Kepala Dinas Sosial dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo untuk segera menindak lanjuti arahan Bupati Tantri.

"Terkait Dana kemanusiaan, alhamdulillah sudah diberi contoh oleh beliau pimpinan kita, saling tolong menolong adalah budaya Indonesia dan juga sebagai ungkapan wujud syukur atas karunia tuhan yang telah kita terima, tentunya sesuai dengan keiklasan kita masing-masing," pungkasnya. (Trisianto)

REKOMENDASI PEMBACA :

Hari Batik Nasional, Bupati Tantri Sambangi Batik Ronggo Mukti

Posted: 02 Oct 2018 04:33 PM PDT

KRAKSAAN, Momentum peringatan Hari Batik Nasional tahun 2018 dimanfaatkan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dengan mengunjungi sentra Batik Ronggo Mukti di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Selasa (2/10/2019) siang.

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini disambut oleh owner Batik Ronggo Mukti Mahrus Ali didampingi oleh Camat Kraksaan Edy Suryanto dan Lurah Sidomukti Syamsul Arifin. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo.

Selain melihat-lihat produk batik yang dihasilkan oleh Batik Ronggo Mukti, dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri juga berkesempatan mencanting batik dengan dipandu oleh Mahrus Ali.




Bupati Tantri menyampaikan sejak 5 (lima) tahun periode sebelumnya pihaknya telah berkomitmen bersama-sama mengembangkan batik di Kabupaten Probolinggo. Ternyata upaya ini mendapatkan dukungan dan support dari semua rakyat Kabupaten Probolinggo yang belum mempunyai batik khas.

"Alhamdulillah sampai dengan tahun 2018 ini telah berdiri sebanyak 13 UKM dan IKM pengrajin batik, salah satunya adalah Batik Ronggo Mukti. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk kreatif memanfaatkan dan mengolah bagaimana ekonomi kreatif, dalam hal ini salah satunya adalah batik dan turunannya ada penguatan kualitas dan kuantitasnya," katanya.

Ke depan Bupati Tantri akan mendorong warga masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya para anak muda untuk mengolah dan membidik bisnis fashion baju batik. "Kembali lagi saya ingin mengajak masyarakat untuk memperjuangkan bersama-sama salah satunya dari batik ini. Bagaimana batik menjadi senjata perang ekonomi melawan perdagangan tekstil khususnya dari luar negeri seperti Cina dan lain sebagainya," tegasnya.

Bupati Tantri menyampaikan bahwa batik merupakan warisan budaya yang sudah secara resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya. Tentunya ini manfaatnya akan sangat banyak dan mempunyai multi player efek yang luar biasa. Budayanya dapat dari sisi pengembangan ekonomi dan penguatan ekonominya juga dapat dan lain sebagainya, termasuk tentunya bagaimana kita semuanya dan khususnya para generasi muda mencintai batik.



"Tahun lalu saya menantang para pengrajin batik untuk berani mulai belajar memproduksi massal. Salah satu caranya saya ingin memulai menyeragamkan siswa dan siswi setingkat SD dan SMP untuk berseragam batik. Tentunya sebagai daya dukung kami kepada 13 UKM dan IKM batik. Minimal harus memesan pada IKM batik yang ada di Kabupaten Probolinggo. Manakala ini terealisasi maksimal di tahun ajaran 2019 esok tentunya ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi perekonomian di Kabupaten Probolinggo," terangnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mencontohkan Batik Ronggo Mukti yang mulai meniti karir pada tahun 2015 lalu. Dimana waktu awal membuat, produk batiknya masih belum bagus. Tetapi hal itu masih bisa dimaklumi karena memang masih awal belajar.

"Alhamdulillah setelah 3 tahun IKM Ronggo Mukti ini telah mampu menghasilkan sesuatu yang jauh lebih berkualitas dan yang lebih menyenangkan hati saya sudah ada minimal 29 orang tetangga kanan kirinya yang kecipratan rezeki dengan masuk pada bisnis batik ini," tegasnya.

Bupati Tantri mengharapkan UKM dan IKM batik di Kabupaten Probolinggo terus mengembangkan batiknya karena menjadi sesuatu bisnis yang menjanjikan. "Pemerintah Daerah tentunya akan terus berkomitmen untuk mendukung semua IKM-IKM, tidak hanya batik untuk bersama-sama membesarkan mulai dari pembinaan, pemasaran dan pasca produksi," ungkapnya.

Banyaknya motif batik yang diklaim oleh daerah lain membuat Bupati Tantri akan berupaya dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan sudah ada hak paten batik khas Kabupaten Probolinggo. "Ini memang menjadi sebuah PR ke depan. Saya menginginkan ada hak paten bagi batik di Kabupaten Probolinggo. Sehingga manakala ada hak paten itu tentunya akan lebih mudah mengenalinya. Disamping untuk diwariskan pada generasi selanjutnya di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

AKBP Fadly Samad, Mengajar di Lembaga Pendidikan

Posted: 02 Oct 2018 02:33 AM PDT

PROBOLINGGO - Peduli Pendidikan di pedalaman, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad menjadi Guru Dakdakan di yayasan pendidikan MI Miftahul Hasan Dusun Asinan Desa Brani Wetan Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo, Selasa (02/10).

Kapolres datang menggunakan Motor Trail dengan melewati jembatan gantung serta jalan bebatuan untuk menuju ke lokasi tersebut.




Dilokasi, AKBP Fadly Samad langsung di sambut oleh puluhan siswa yang sedang istirahat usai belajar di jam pertama.

"Assalamualaikum anak-anakku,"ucap AKBP Fadly Samad. "Walaikum Salam Bapak Kapolres,"jawabannya dengan serentak.

Selang beberapa menit kemudian, Bel sekolah untuk jam kedua berbunyi, sontak para siswa berlarian menuju kelas masing-masing. "Pelajaran apa hari ini anak-anak,"tanya Kapolres Fadly. "Mata Pelajaran PPKN pak,"jawabnya.

Kemudian oleh Kapolres, siswa diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya serta di beri pertanyaan soal tokoh Pahlawan Nasional Indonesia.



Selanjutnya, siswa tersebut diajak untuk minat baca menuju Perpustakaan Keliling yang di sediakan oleh Polres Probolinggo. "Ayo pilih yang mana, biar saya ambilkan,"ucap Kapolres.

Oleh Kapolres, kemudian siswa tersebut di ajak menuju Lokasi Edukasi Kesehatan yang sebelumnya sudah di siapkan Dokter Gigi oleh Dokpol Polres Probolinggo.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad menyatakan, pihaknya memang sengaja menyentuh dunia Pendidikan, untuk memagnet siswa ke minat baca.

"Ini sebagai memancing minat baca siswa, supaya siswa terus membaca dan membaca,"aku Kapolres.

Kepala Sekolah MI Miftahul Hasan Ali Murhas, mengapresiasi perhatian Polres Probolinggo dan jajarannya tehadap dunia pendidikan.

"Saya sangat tersentuh oleh sikap Pak Kapolres (AKBP Fadly Samad). Saya ucapkan terimakasih banyak atas kepedulian dan perhatiannya pada lembaga kami ini,"pungkasnya.(*)

REKOMENDASI PEMBACA :

Kampung Zakat Desa Guyangan Diharapkan Berantas Kemiskinan

Posted: 02 Oct 2018 04:18 PM PDT

KRUCIL,Sehari pasca diresmikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo serta Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke Kampung Zakat di Dusun Jaran Goyang Desa Guyangan Kecamatan Krucil, Selasa (2/10/2018) sore.

Turut serta dalam kegiatan ini Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Samsul Bahri, Kabag Administrasi Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Moh Syarifuddn, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil, perwakilan Disporaparbud dan DPPKB serta Camat Krucil Budi Hariyanto.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso mengatakan kampung zakat ini dibentuk untuk mendorong agar semua elemen masyarakat zakat bergerak bersama secara sinergi mencapai tujuan pengelolaan zakat. Karena pengelolaan zakat bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah namun juga masyarakat.




"Desa Guyangan Kecamatan Krucil sengaja dipilih karena Kemenag memiliki program disini berupa pembangunan MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang mendapatkan program bantuan dari Australia. Selain itu, potensi yang dimiliki oleh desa disini sangat besar sehingga harapannya mampu mengangkat perekonomian masyarakat," katanya.

Menurut Santoso, kampung zakat ini juga akan menjadi percontohan yang kuat tentang bagaimana sinergi antar Baznas bersama Kemenag di Kabupaten Probolinggo. "Diharapkan, kehadiran kampung zakat ini nantinya dapat membantu pemberdayaan masyarakat secara lebih optimal," harapnya.



Sementara Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Samsul Bahri menyampaikan bahwa kampung zakat ini merupakan dakwah bil hal, dakwah yang bersifat praktek nyata atau konkrit yang saat ini perlu lebih digiatkan kembali. "Semoga program kampung zakat ini bisa sukses dan akan menjadi percontohan terutama bagi pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan," ungkapnya.

Sedangkan Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzammil mengungkapkan bahwa untuk di internal Desa Guyangan ada lahan yang banyak dimiliki Perhutani sudah disepakati setiap penggarap lahan lahan akan dititipi 2 (dua) pohon pisang dan pohon jambe.

"Dimohon kepada penggarap lahan yang ada di Desa Guyangan untuk berpartisipasi kepada UPZ Baznas Desa Guyangan per penggarap sebesar Rp 10.000 setiap kali panen," ungkapnya.

Menurut Muzammil, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak mampu, di kampung zakat ini juga meluncurkan program berupa realisasi penggemukan kambing sebanyak 35 ekor yang dibagi dalam 3 (tiga) kelompok dengan sistem kandang komunal dan 1 (satu) ekor sapi.

"Untuk Baznas Kabupaten Probolinggo melalui program Pemberdayaan Ekonomi Umat menyerahkan bantuan sebesar Rp 20 juta yang diwujudkan dalam 3 (tiga) ekor sapi yang dikelola melalui UPZ Desa Guyangan. Sistemnya adalah penggemukan sapi yang nantinya dipelihara oleh masyarakat kurang mampu. Dari situ nanti dijual dan modalnya dikembalikan ke UPZ untuk digulirkan kembali kepada yang lain," tegasnya.

Dalam kampung zakat ini terang Muzammil juga akan dibentuk koperasi syariah yang difasilitasi oleh Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo. Disamping itu juga teknologi tepat guna berupa pelatihan ketrampilan kepada masyarakat miskin, istbat nikah gratis serta pemberian sertifikat wakaf.

"Dengan kampung zakat ini, kami berupaya bagaimana bisa mengangkat orang-orang yang awalnya lemah menjadi mampu serta memberantas kemiskinan. Tidak ada jarak antara yang kaya dengan miskin. Semuanya bisa saling membantu dengan baik. Harapannya kampung zakat ini mampu memberantas kemiskinan. Terlebih di Desa Guyangan banyak potensi alam yang apabila dikembangkan akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat," pungkasnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Monday, October 1, 2018

kraksaan online

kraksaan online

kraksaan online


Bupati Tantri Langsung Pimpin Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Posted: 01 Oct 2018 10:38 AM PDT

KRAKSAAN, Hari Kesaktian Pancasila tahun ini diperingati oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan menggelar upacara secara sederhana di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo di Kota Kraksaan, Senin (1/10/2018) pagi. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini mengambil tema "Pancasila Sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa".




Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Ini merupakan upacara pertama kalinya bagi Bupati Tantri setelah resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Timur pada 24 September 2018 lalu sebagai Bupati Probolinggo masa jabatan 2018-2023.

Sementara semua petugas berasal dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo. Seperti Komandan Upacara adalah Dodik Hermansyah, pembaca Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Annisa Dewi Larasati, pembaca doa Triyono dan Perwira Upacara adalah Donny Adianto.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini juga diiringi oleh penampilan Marching Band Gita Wibawa Praja Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Sesuai jadwal, upacara dimulai pada pukul 07.30 WIB. Pesertanya adalah seluruh pejabat dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo.



Berbeda dengan upacara lainnya, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini berlangsung relatif lebih singkat karena tidak ada sambutan atau amanat dari Irup. Meski demikian, Irup tetap membacakan Teks Pancasila. Puncaknya adalah pembacaan naskah ikrar kesetiaan kepada Pancasila oleh anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Sugito.

Usai upacara, Bupati Tantri menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini mengingatkan semua tentang perjuangan para pendahulu dalam membangun dan memberikan kemerdekaan yang bisa dinikmati saat ini bersama.

"Tentunya ini perjuangan yang tidak mudah, Kesaktian Pancasila mengingatkan bagaimana kita berjuang. Tentunya perjuangan sekarang berbeda dengan pendahulu. Bagaimana bersama-sama kita mampu mensejahterakan masyarakat, utamanya membangun kebersamaan dan kekompakan sehingga bisa bersatu padu untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur,"katanya.

Terkait dengan tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Tantri menyebutkan bahwa para pendahulu bangsa Indonesia telah begitu cerdas, kata-kata mutiara yang terangkum dalam 5 sila betul-betul mendasari masyarakat bagaimana melaksanakan seluruh tanggung jawab dan kewajibannya dalam pekerjaan bersosial masyarakat dalam lima sila.

"Ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tugas kita bersama bagaimana menuangkan lima sila itu dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

1.250 Anak Yatim Terima Santunan Dari Baznas Kabupaten Probolinggo

Posted: 01 Oct 2018 09:33 AM PDT

KRAKSAAN,Sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Probolingo menyelenggarkan acara Pemberian Santunan kepada 1.250 Anak Yatim, Senin (1/10/2018) di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan.




Pemberian santunan anak yatim ini bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam yang dikemas dalam acara Semarak Bulan Muharram 1440 Hijriyah l dengan tema "Hidup Berkah dan Mulia bersama Anak Yatim."

Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE beserta Wakil Bupati (Wabup) Drs. H. A. Timbul Prihanjoko serta Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo Drs. H. Hasan Aminuddin M.Si turut hadir dalam acara tersebut. Hadir pula anggota Forkopimda Kabupaten Probolinggo, tokoh agama serta tokoh masyarakat Kota Kraksaan.

Program Baznas kali ini berupa pemberian bantuan tas sekolah kepada 24 Korwas Pendidikan masing masing 30 anak, Ormas PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan, Al Irsyad dan PD Muhammadiyah, 38 Yayasan Pendidikan se Kabupaten Probolinggo. Bupati Tantri dan Wabup Timbul menyerahkan santunan secara simbolis yang diterima oleh 10 orang penerima.



Untuk unit pengumpulan zakat pemberdayaan ekonomi umat diserahkan kepada UPZ Desa Guyangan Kecamatan Krucil, UPZ Desa Sumber Kecamatan Sumber dan UPZ Desa Sukapura Kecamatan Sukapura. Bantuan berupa beasiswa program satu keluarga dan satu sarjana kepada 11 orang secara simbolis diterima oleh 2 (dua) orang, Bantuan insidental kepada 8 (delapan) orang secara simbolis diterima oleh 2 (dua) orang.

Bupati Tantri menghimbau kepada yang diberikan kemampuan maupun kelebihan baik kesehatan maupun kehidupan haruslah peduli dengan orang yang tidak mampu. "Bersedekah dan memulyakan anak yatim membawa keberkahan," ujarnya.

Bupati Tantri berpesan kepada anak anak yatim yang telah bersekolah agar rajin belajar, menjadi anak yang soleh dan sholehah. "Patuhlah kepada guru pendidik agar memperoleh ilmu yang berkah dan bermanfaat. Semoga menjadi anak yang hebat dan kelak menjadi pemimpin yang amanah dan bermanfaat," harapnya.(y0nO)

REKOMENDASI PEMBACA :

PMI Galang Dana Untuk Korban Gempa Dan Tsunami Donggala Dan Palu

Posted: 01 Oct 2018 09:28 AM PDT

KRAKSAAN,Sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian warga Kabupaten Probolinggo terhadap sesama yang terkena musibah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo melakukan penggalangan dana untuk korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah.




Penggalangan dana untuk korban bencana Donggala dan Palu ini dilakukan di sela-sela jalan sehat dan senam dayung dalam rangka tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo masa jabatan 2018-2023 di Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu (30/9/2018).

Tidak hanya masyarakat umum, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan suaminya anggota Komisi VIII DPR RI Drs H. Hasan Aminuddin, M.Si, Forkopimda, anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kabupaten Probolinggo serta Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo turut serta memberikan sumbangan untuk aksi kemanusiaan tersebut.




Ketua PMI Kabupaten Probolinggo Asy'ari mengungkapkan penggalangan dana ini bertujuan untuk membantu meringankan beban para korban gempa bumi dan tsunami yang berada di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah.

"Harapannya warga masyarakat memiliki empati kepada sesama yang terkena musibah dengan menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu mereka," harapnya.

Dari hasil penggalangan dana tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 2.141.400. Untuk teknis penyalurannya, dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat akan segera dikirimkan ke Donggala dan Palu setelah berkoordinasi dengan PMI Jawa Timur dan PMI Sulawesi Tengah.

"Masyarakat masih mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan lewat PMI. Silahkan datang ke PMI atau hubumi kami ke nomor telp 0335- 841119. Masyarakat juga bisa mengirimkan baju layak pakai dengan diantarkan ke kantor PMI atau Markas PMI Kabupaten Probolinggo di utara RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kami tunggu 1 hingga 2 hari ke depan. PMI segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ini," pungkasnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Meriahnya Tasyakuran Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Probolinggo

Posted: 01 Oct 2018 09:20 AM PDT

KRAKSAAN,Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi suaminya yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs H. Hasan Aminuddin, M.Si menghadiri jalan sehat dan senam dayung dalam rangka tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo masa jabatan 2018-2023 di Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu (30/9/2018) pagi.

Kegiatan yang diikuti oleh ribuan masyarakat tersebut juga dihadiri oleh Forkopimda, sejumlah anggota DPR RI, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pimpinan organisasi kemasyarakat di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri didampingi suaminya Hasan Aminuddin memimpin pengundian hadiah utama berupa paket umroh. Dimana hadiah umroh diraih oleh Arbainah, guru TK di Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran. Diundi juga lima ekor kambing, empat unit kulkas dan ratusan hadiah lainnya.




Anggota Komisi VIII DPR RI H Hasan Aminuddin, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo yang telah bersama-sama mensukseskan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo tahun 2018.

"Saya ingin memberikan pembelajaran politik yang berakhlakul karimah bahwa berproses menciptakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang aman. Walaupun beda politik tetapi tidak ada konflik di Kabupaten Probolinggo. Tasyakuran ini dilakukan karena suksesnya pilkada tanpa ada dusta antara rakyat dan pemimpinnya," katanya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas nikmat rahmat, nikmat sehat dan nikmat kedamaian yang diberikan oleh Allah SWT sehingga warga masyarakat Kabupaten Probolinggo dan kita semuanya telah mampu melewati pesta demokrasi tanpa ada halangan dan perpecahan serta mampu berjalan dengan baik dan lancar.



"Endingnya pada 24 September 2018 lalu, saya resmi dilantik sebagai Bupati Probolinggo bersama saudara Drs. HA. Timbul Prihanjoko sebagai Wakil Bupati Probolinggo oleh Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya," katanya.

Bupati Tantri meminta doa ikhlas agar dirinya bersama Wabup Probolinggo, segenap Aparat Sipil Negara sampai tingkat desa diberi kekuatan dalam melayani rakyat Kabupaten Probolinggo serta mampu mewujudkan rakyat Kabupaten Probolinggo yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur.

"Sering saya menyampaikan, sepintar dan secerdas apapun seorang pemimpin manakala tidak didukung oleh rakyat maka tidak akan mampu berbuat untuk rakyat," tegaskan.

Selain doa, Bupati Tantri mengajak seluruh masyarakat bersama-sama membangun Kabupaten Probinggo lima tahun ke depan sehingga apa yang dicita-citakan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo guyub bersama-sama dapat diwujudkan dan ditingkatkan.

"Terima kasih pada kegiatam jalan sehat dan senam dayung kali ini siapapun yang mendapatkan umroh maupun hadiah hiburan semoga memberikan manfaat dan barokah bagi kita semuanya," harapnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Alhamdulillah, Guru TK Raih Hadiah Ibadah Umrah

Posted: 01 Oct 2018 09:13 AM PDT

KRAKSAAN,Jalan sehat dan Senam Dayung dalam rangka tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo masa jabatan 2018-2023 di Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu (30/09/2018) itu menjadi barokah tersendiri bagi Arbainah (53), seorang guru TK asal Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran.




Pasalnya saat Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE berkesempatan mengundi hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah, kupon dengan nomor 24090 miliknya terpilih sebagai penerima hadiah utama tersebut.

Saat memanggil nama Arbainah, Bupati Tantri juga sempat memuji ibu berjilbab biru yang terlihat begitu khusyuk berdoa saat pengundian. "Alhamdulillah hadiah utama ini rupanya jatuh pada wanita sholehah, meski di bawah panas matahari beliau masih terlihat sangat khusuk berdo'a," kata Bupati Tantri.



"Ibadah umroh ini akan dilaksanakan pada bulan Maulid nanti ya, Alhamdulillah semalam mimpi apa, mimpi ketiban duren kah,"?, tanyanya.

Saat menerima hadiah utama tersebut wajah Arbainah nampak sembab dan berlinang air mata. Sejak dari bawah panggung mulutnya pun tidak berhenti berdzikir senada dengan gerak jarinya menekan sebuah tasbih elektrik yang melingkar pada jari tangan kanannya.

Bu Inah sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa hadiah yang baru saja diterimanya itu merupakan sebuah barokah dari Allah melalui tangan Bupati Tantri dan Pak Hasan. Ia mengungkapkan bahwa selama ini selain ibadah wajib dirinya dan suaminya juga rutin mengamalkan ibadah sholat sunnah dan dzikir.

"Subhanallah, sejak sholat Subuh tadi saya tidak putus baca sholawat sampai detik pengundian hadiah utama, begitu juga dengan suami saya juga berdzikir kalimat Bismillaahirrohmanirrohim," ungkap ibu tiga orang anak ini sambil menunjukkan tasbih elektrik kecil miliknya.

Ibadah Haji maupun Umroh memang menjadi cita – cita bersama suaminya sejak lama, karena jumlah tabunganya belum mencukupi untuk berangkat berdua, mereka pun memutuskan untuk bersabar dulu.

"Alhamdulillah Allah telah menjawab doa kami, InsyaAllah nanti bulan Maulid kami akan berangkat umroh berdua karena sebelumnya kami juga telah memiliki tabungan persiapan," tandasnya dengan wajah sumringah. (Trisianto)

REKOMENDASI PEMBACA :

Ribuan Masyarakat Senam Dayung Bersama

Posted: 01 Oct 2018 09:06 AM PDT

KRAKSAAN,Suasana semarak terlihat di sisi tengah Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu (30/9/2018) pagi. Ribuan masyarakat dari segala penjuru Kabupaten Probolinggo mengikuti senam dayung sebagai rangkaian dari tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo masa jabatan 2018-2023.




Turut serta dalam senam dayung ini suami Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin, M.Si, Forkopimda, sejumlah anggota DPR RI, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dan Provinsi Jawa Timur serta para pimpinan partai politik baik pusat, Provinsi Jawa Tinur dan Kabupaten Probolinggo.



Tampak pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pimpinan organisasi kemasyarakat di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Senam dayung ini terlihat meriah dan semarak dengan iringan lagu Meraih Bintang theme song Asian Games 2018 yang dipopulerkan oleh Via Vallen. Ribuan peserta terlihat semangat mengikuti gerakan dari instruktur yang berada di atas panggung. Bahkan dari semangatnya, senam dayung ini sampai diulang dua kali.

Kegiatan senam dayung bersama ini merupakan satu rangkaian dengan jalan sehat yang dilaksanakan dalam rangka untuk memeriahkan tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo masa jabatan 2018-2023. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :