Tuesday, May 22, 2018

 Pemkab Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110

Pemkab Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-110


kraksaan online


Posted: 21 May 2018 04:27 PM PDT
KRAKSAANONLINE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 di halaman Kantor Bupati Probolinggo, Senin (21/5/2018) pagi. Peringatan Harkitnas ini mengambil tema Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital.

Peringatan Harkitnas ke-110 ini diikuti oleh para pejabat dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono.

Dalam peringatan Harkitnas ke-110 ini semua petugas upacara berasal dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo. Komandan Upacara dipercayakan kepada Wahyu Hidayat (Kasi Informasi Publik), Pembaca Undang-undang Dasar (UUD) Tahun 1945 adalah Dody Kasman (Kasi Media Publik) serta dirigen adalah staf Diskominfo Widya Prabandari.

Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono ketika membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tidak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa.

"Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan," katanya.

Menurut Sekda Soeparwiyono, tema "Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital " dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha maupun masyarakat sendiri.

"Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia," jelasnya.

Generasi bonus demografi yang kebetulan juga beririsan dengan generasi millenial kita pada saat yang sama, juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

"Alhamdulillah, kita mencatat bahwa tak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya. Internet, media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas. Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi baik material maupun non material, " tegasnya.

Oleh sebab itu, mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya. "Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini," terangnya.

Sekda Soeparwiyono menegaskan, dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah. Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa.

"Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Diskominfo juga menyediakan 10 bingkisan kepada 10 Komandan Pleton (Danton) peserta upacara yang diserahkan secara langsung oleh Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono didampingi Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo. (Zidni Ilham)

Sunday, May 20, 2018

 Open Rekrutmen Tenaga Pendidik di MTS ZAHA 1 Genggong Probolinggo

Open Rekrutmen Tenaga Pendidik di MTS ZAHA 1 Genggong Probolinggo


kraksaan online


Posted: 20 May 2018 12:54 AM PDT
sumber
https://www.mtszaha1.sch.id/file/lowongan-tenaga-pendidik/

Posted: 19 May 2018 05:46 PM PDT
PROBOLINGGO,KRAKAAANONLINE.COM - Muncul pesan berantai yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp untuk menghindari tempat keramaian karena disasar teroris, Pasca penangkapan empat terduga terorisme di Probolinggo oleh Densus 88 bersama Polresta Probolinggo.

"Rek untuk sementara ojok ng tempat2 keramaian...istri teroris seng ng sumber taman ws buat pengakuan...tujuan ledakan di kds...kantor polisi..sinter..gm. Dan bjbr..mohon konco2 ati2 yo.."

(Rek, sementara jangan ke tempat-tempat keramaian...istri teroris yang di Sumber Taman sudah buat pengakuan. Tujuan ledakan di KDS, kantor polisi, sinter, GM dan BJBR. Mohon teman-teman hati-hati ya, Red).

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal S.H, S.I.K, M.Hum di depan media, Sabtu (19/05/18) menyebut bahwa pesan tersebut adalah HOAX alias bohong. Kapolres juga meminta masyarakat tetap waspada namun juga meminta warga masyarakat jangan gampang percaya terhadap suatu berita yang beredar tanpa jelas darimana sumber tersebut. Kapolres juga berharap, sebelum menshare suatu berita, ada baiknya berita tersebut di cek dan ricek terlebih dahulu sebelum menimbulkan hoax yang dapat meresahkan warga masyarakat.

"Tidak ada statemen seperti itu. Itu jelas Hoax / Bohong. Jangan gampang percaya terhadap suatu berita yang sumber informasinya tidak jelas. Mari bersama – sama kita ciptakan situasi Kota Probolinggo yang kondusif dan aman," ujarnya.

Sampai saat ini, empat terduga terorisme sudah diamankan Densus 88 dan Polresta Probolinggo di Perumahan Sumber Taman Indah (STI), Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.(CHOIRUL)
Posted: 19 May 2018 05:34 PM PDT
PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM - Terbongkar fakta yang sangat mengejutkan pasca penangkapan tiga terduga teroris di Perumahan Sumber Taman Indah (STI) Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dua dari tiga terduga teroris ternyata sudah dipersiapkan menjadi pengantin teror.

Berdasarkan hasil interogasi polisi, MF diketahui merupakan amir atau pimpinan kelompok terduga teroris Probolinggo. Rencananya, IS dan MF sudah disiapkan menjadi pengantin dalam melaksanakan amaliah. Sementara HA disiapkan menjadi amir, jika MF tewas dalam aksinya.

"Ya dua dari tiga terduga teroris tersebut, sudah siap menjadi pengantin dalam sebuah aksi. Namun, kami belum mengetahui dimana mereka akan beraksi. Yang pasti mereka terkait dengan sejumlah aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo," kata Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizal.

BACA : 

Tiga Terduga Teroris Warga Perum STI Ditangkap Densus 88


Tiga terduga teroris ini, merupakan jaringan Dita, pelaku pengeboman gereja Santa Maria Tak Tercela di Surabaya. Kini ketiganya berada di Mapolda Jatim guna dimintai keterangan terkait keterlibatannya dalam sejumlah aksi terorisme.(choirul)
Posted: 19 May 2018 05:41 PM PDT
PROBOLINGGO,KRAKSAANONLINE.COM - Penangkapan terhadap terduga terorisme terus dilakukan. Densus 88/AT menangkap terduga teroris AP di rumah kontrakannya di Perumahan Sumber Taman Indah Kota Probolinggo, Jumat (18/5/2018). Terduga teroris AP dan barang bukti sitaan akhirnya dibawa ke Polda Jatim. Dibantu jajaran Polresta Probolinggo, penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti di rumah kontrakan tersebut.

Usai penggeledahan di rumah kontrakan, Tim gabungan melanjutkan penggeledahan di rumah orang tua AP di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Disana, petugas menyita bahan peledak dan puluhan butir amunisi. Bahan peledak itu belum sempat dirakit menjadi bom rakitan oleh terduga pelaku.

BACA : 

Tiga Terduga Teroris Warga Perum STI Ditangkap Densus 88



Dengan disaksikan pihak keluarga dan ketua RT setempat, Sugianto, Tim Densus 88/AT melakukan penggerebekan di rumah orang tua terduga teroris AP di. Dalam penggeledahan di rumah masa kecil AP itu, tim Jihandak dari Polda Jawa Timur, mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti itu adalah 4 kaleng berisi flash powder seberat 300 gram dan senapan angin. Kemudian amunisi sebanyak kaliber 5,5 sebanyak 60 butir, 2 jerigen berisi cairan kimia HCl (hidrogen klorida) dan H2O2 (hidrogen peroksida). Ada juga sebuah bendera warna hitam khas ISIS, buku panduan jihad dari Al-Qaeda dan dan sebuah pedang.

Tim Jihandak memastikan barang bukti flash powder atau serbuk hitam yang ditemukan di rumah pasutri Slamet dan Tumi itu, merupakan bahan baku pembuatan bom yang mempunya daya ledak tinggi. Semua barang bukti dibungkus dalam kardus air mineral dan dibawa ke Mapolda Jawa Timur.

"Ya, itu yang ditemukan akan dikaitan dengan sebuah chasing untuk dimasukkan sebagai bahan peledak. Ya tentunya ada sasaran yang akan dilakukan peledakan karena kita dapatkan bahan kimia yag tadi disebutkan ada benda cair H2O2, HCl dan serbuk yaitu flash powder. Tidak ada elektronik disini, elektronik hanya ditemukan di Sumber Taman," terang Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal.

Sementara orang tua dan sejumlah kerabat, terlihat berbicang di rumah orang tua AP yang digaris polisi oleh petugas. Mereka sebenarnya sudah tahu aktivitas AP dan melarang keras.

"Sudah dilarang, keluarga tidak mau semua. Termasuk juga dengan warga. Dia sudah diingatkan untuk tidak ikut-ikutan itu," kata Endang, tetangga depan rumah orangtua AP.

Dalam dua titik pengerebekan, polisi menangkap AP yang diduga kuat teribat dalam serangkaian bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo pekan lalu. Tim Densus 88/AT hingga kini masih mengembangkan keterlibatan jaringan ini di Probolinggo. (choirul)
Posted: 19 May 2018 05:25 PM PDT
KRAKSAANONLINE.COM - Kota Probolinggo rabu malam dikejutkan dengan kedatangan Tim Densus 88. Densus 88 Antiteror dengan dibantu oleh jajaran Polresta Probolinggo berhasil mengamankan 3 terduga teroris di Perum Sumber Taman Indah, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, kamis (17/5/2018) dinihari.

Ketiga terduga teroris, langsung dibawa ke Mapolresta Probolinggo untuk menjalani penyidikan. Penggerebekan ini melibatkan Densus 88 Antiteror dan puluhan personil dari Polresta Probolinggo.

Tim gabungan tersebut berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, beberapa senapan angin, busur panah, satu buah golok dan rakitan elektronik.

AKBP Alfian Nurrizal, Kapolresta Probolinggo mengatakan, dari dua titik lokasi, polisi mengembangkan menjadi tiga titik di daerah Perumahan Sumbertaman Indah yang menjadi target Densus 88 anti teror. Ketiga titik itu, di blok Taman Tirta 4 ada 1 titik dan di jalan Taman Puspa Indah terdapat 2 titik, dan semua terduga teroris berhasil diamankan tanpa perlawanan.

"Kami beserta tim Densus 88 antiteror telah mengamankan 3 orang terduga teroris yaitu inisial F, F dan H, ketiga terduga teroris ini langsung kami bawa ke Mapolresta untuk menjalani penyelidikan, kemungkinan ketiga terduga teroris ini ada kaitannya dengan teror bom yang terjadi di Surabaya," kata Kapolresta Probolinggo.(choirul)
Posted: 19 May 2018 05:28 PM PDT
KREJENGAN,KRAKSAANONLINE.COM – Perpustakaan Desa (perpusdes) Aqila, Desa Krejengan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo menerima visitasi tim juri Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018, Rabu (16/05/2018) petang.

Perpustakaan Aqila, berhak mewakili Kabupaten Probolinggo setelah sebelumnya berhasil meraih predikat Perpustakaan Desa Terbaik di Kabupaten Probolinggo dan masuk dalam 10 nominator Lomba Perpustakaan Desa se-Jawa Timur Tahun 2018.

Agar masuk dalam nominator bergengsi tersebut, perpustakaan Aqila harus bersaing dengan delegasi dari 38 Kabupaten/Kota se-Jatim dalam tes presentasi dan seleksi instrument kegiatan dan administrasi perpustakaan desa.

Pada tanggal 4 Mei 2018 yang lalu tim juri dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur memutuskan bahwa Perpustakaan Aqila mewakili Kabupaten Probolinggo dan berhak untuk berkompetisi dengan 9 delegasi lainnya yakni Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, Nganjuk, Trenggalek, Pamekasan, Malang, Gresik, dan Pacitan.

Agus Samiaji, salah satu tim penilai mengemukakan, kunjungan visitasi tersebut bertujuan untuk melihat dan menilai secara langsung apa yang sudah di kerjakan perpustakaan Aqila. Sekaligus menyesuaikan di lapangan apa yg sudah dipresentasikan sebelumnya.

"Visitasi sama dengan memotret, alat potret yang baik adalah yang bisa memotret warna seindah dengan aslinya dan kami punya alat potret itu. Kami akan memotret apa yang ada, dan mudah – mudahan apa yg kami potret disini dapat memberikan warna yang indah pada perpustakaan Aqila," ungkap Agus Samiaji.

Pria berkacamata yang kesehariannya bertugas sebagai Kasi Pengembangan Perpustakaan tersebut menegaskan, pada dasarnya 10 nominator dalam lomba perpustakaan desa ini adalah juara. Namun pihaknya sebagai juri harus membuat peringkat untuk menentukan pemenang untuk kemudian maju ke perlombaan tingkat nasional kedepannya.

"Memenangkan sebuah lomba memang penting sebagai bentuk pengakuan dan mampu memotivasi ke arah yg lebih baik. tapi juara sejati adalah manakala perpustakaan itu mampu memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar," tandasnya.

Senada hal itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo, Raharjo yang turut mendampingi tim penilai saat itu menambahkan bahwa masuk 10 besar nominator lomba tingkat provinsi merupakan prestasi baru dalam pengembangan perpustakaan di Kabupaten Probolinggo. Dimana pihaknya sejak awal tahun 2017 berkonsentrasi dalam pengembangan perpusdes.

"Lomba merupakan salah satu pendorong kami untuk berprestasi selanjutnya dalam peningkatan minat baca masyarakat dan merubah image lama masyarakat terhadap perpustakaan. Perpustakaan kini merupakan pusat segala informasi," ungkap pria berkumis ini.

Terkait lomba tersebut ia menegaskan, perpustakaan Aqila secara umum telah memenuhi 12 kriteria yang menjadi tolak ukur penilaian saat ini. Diantaranya adalah organisasi, gedung, sarana pasarana, tenaga kerja, operasional perpustakaan, tingkat kunjungan, implementasi di lapangan, kerjasama pihak ke tiga, dan yang utama adalah dampak perpustakaan pada perekonomian masyarakat sekitar.

"Seperti yang telah kita ketahui bersama perpustakaan Aqila mampu memberikan manfaat besar bagi warga sekitar, tidak hanya pada perekonomian namun juga pada pendidikan dan kesehatan masyarakat," pungkasnya. (hendra)

Friday, May 18, 2018

Selama Ramadhan 1439 Hijriyah, Jam Kerja ASN Dikurangi

Selama Ramadhan 1439 Hijriyah, Jam Kerja ASN Dikurangi


kraksaan online



Posted: 17 May 2018 05:20 PM PDT

KRAKSAANONLINE.COM – Selama bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah tahun 2018, jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Probolinggo berkurang. Biasanya dalam seminggu ASN bekerja sekitar 37,5 jam, selama bulan Ramadhan dikurangi menjadi 32,5 jam.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono kepada sejumlah Kepala OPD dan Camat dalam rapat koordinasi (rakor) bidang pemerintahan di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (16/5/2018).

Menurut Sekda Soeparwiyono, ketentuan ini didasarkan kepada Surat Edaran (SE) Bupati Probolinggo Nomor: 065/0261/426.53/2018 Tentang Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

"SE ini merujuk kepada SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN-RB) Republik Indonesia Nomor 336 Tahun 2018 tanggal 8 Mei 2018 Tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI dan Polri pada bulan suci Ramadhan bahwa jumlah jam kerja efektif untuk 5 (lima) dan 6 (enam) hari kerja adalah 32,5 jam per minggu," katanya.

Surat Edaran tersebut sudah disampaikan kepada para Staf Ahli, asisten, Inspektur, Sekretaris DPRD, Kepala OPD dan Camat serta Direktur Perusahaan Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo. "Dengan perubahan jam kerja ini diharapkan para ibu-ibu masih memiliki banyak waktu untuk menyiapkan masakan untuk berbuka puasa bagi keluarganya," harapnya.

Berdasarkan SE, bagi instansi yang memberlakukan 5 (lima) hari kerja (tanpa istirahat), hari Senin hingga Kamis masuk pukul 07.30 dan pulang pukul 14.45 WIB. Hari Jum'at masuk pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 11.00 WIB. Kegiatan di hari Jumat diawali dengan olahraga pada pukul 07.00 hingga 07.30 WIB.

Kemudian bagi instansi yang memberlakukan 6 (enam) hari kerja (tanpa istirahat), hari Senin hingga Kamis masuk pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 13.45 WIB. Hari Jumat masuk pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 11.00 WIB. Diawali dengan olahraga pukul 07.00 hingga 07.30 WIB. Sementara hari Sabtu masuk pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 11.30 WIB.

"Perubahan jam kerja ini berlaku selama bulan Ramadhan 1439 Hijriyah. Pelayanan kepada masyarakat tidak akan terpengaruh meskipun jam kerja berkurang. Oleh karena itu, kami menghimbau agar masyarakat mengurus segala sesuatunya sesuai dengan jam kerja yang ditetapkan," pungkasnya. (Zidni Ilham)

Wednesday, May 16, 2018

Pemkab Gelar Rakor Bidang Pemerintahan

Pemkab Gelar Rakor Bidang Pemerintahan


kraksaan online



Posted: 16 May 2018 07:38 AM PDT
KRAKSAANONLINE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Administrasi Pemerintahan menggelar rapat koordinasi (rakor) bidang pemerintahan di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (16/5/2018).

Rakor yang diikuti oleh para Staf Ahli dan Asisten, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH., M.Hum dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono.

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Kepala OPD dan atas Camat atas kinerjanya selama ini yang sudah sangat baik. Terbukti sudah mendapatkan penghargaan kinerja terbaik urutan 54 se-Indonesia.

"Ini berkat kerja sama dan kerja keras kita semua. Salah satunya berkat kekompakan dan kebersamaan kita. Karena sesuatu akan sukses manakala ada kekompakan dan kebersamaan," ungkapnya.

Sekda Soeparwiyono menyampaikan pada tanggal 25 Mei 2018 mendatang, Pemkab Probolinggo akan mendapatkan laporan keuangan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI Perwakilan Jawa Timur. "Mudah-mudahan kita masih tetap bisa mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dan semoga ke depan pengelolaan keuangan kita bisa lebih baik, " harapnya.

Lebih lanjut Sekda Soeparwiyono meminta kepada semua Kepala OPD dan Camat agar melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan perencanaan dan aturan perundang-undangan. "Fungsikan semua staf yang ada di instansinya masing-masing dan jangan sampai ada staf yang tidak difungsikan. Mari bangun sistem informasi penganggaran dengan baik. Jangan takut sepanjang kita benar," jelasnya.

Mulai bulan Juni 2018 mendatang terang Sekda Soeparwiyono, Pemkab Probolinggo bersama DPRD Kabupaten Probolinggo akan melakukan pembahasan Perubahan APBD tahun 2018. "Mulai sekarang harus sudah dikaji dengan baik semua program yang ada. Jangan hanya mengharapkan tambahan anggaran, tetapi bagaimana program itu harus jelas manfaatnya," tegasnya.

Menyikapi situasi saat ini Sekda Soeparwiyono meminta semua aparat ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemkab Probolinggo agar meningkatkan kewaspadaan. Tingkatkan persatuan dan kesatuan demi menjaga NKRI.

"Jaga keluarga dan anak-anak kita agar jangan sampai terpengaruh oleh ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Marilah kita perkuat rasa nasionalisme dan patriotisme kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia," terangnya.

Sementara Pj Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo menyampaikan untuk menangkal ancaman terorisme dan meningkatkan ideologi di daerah maka perlu untuk dibentuk sebuah posko di tiap-tiap sekolah. Dimana personil dari posko ini nantinya setiap seminggu sekali bisa mengadakan operasi dengan memeriksa tas-atas anak sekolah. Termasuk memeriksa ruangan-ruangan kosong sekolah karena selama ini masih ada anak sekolah yang dibully temannya.

"Kalau posko ini berjalan dengan baik, maka upaya preventif dan pembinaan kepada anak sekolah bisa dilakukan dengan baik. Sebagai orang tua kita wajib melindungi anak-anak kita. Mohon nantinya dibentuk posko mulai dari kecamatan hingga tingkat desa," katanya.

Menurut Tjahjo Widodo, posko ini rencananya akan diberi nama Lindu Abang Gernas (Lindungi Anak Bangsa Gerakan Anti Narkotika dan Psikotoprika Lainnya). Sekaligus membangun ideologi bangsa Indonesia.

"Kita wajib melindungi anak-anak supaya menjadi anak yang berkualitas dan memiliki ideologi yang kuat. Dalam sebuah sekolah pasti ada anak yang nakal. Tentunya hal itu perlu pembinaan untuk meningkatkan prestasi anak," terangnya.

Tjahjo Widodo mengaku sangat kagum terhadap kekompakan dan kebersamaan seluruh Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Kekompakan dan kebersamaan ini salah satunya dibuktikan dengan diraihnya penghargaan WTP selama 4 (empat) kali berturut-turut.

"Prestasi yang luar biasa ini mohon untuk terus dijaga. Semua ini adalah modal kita untuk bersama-sama mempertahankan opini WTP. Mohon kekompakan dan kebersamaan bagaimana kita membina staf di instansi masing-masing. Jadi pemimpin tidak hanya pintar saja, tetapi juga harus menjaga integritas," tambahnya.

Untuk menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif serta sebagai upaya menangani terorisme terang Tjahjo Widodo, maka mulai saat ini program siskamling harus diaktifkan di masing-masing desa. "Marilah kita berdoa bersama-sama semoga Kabupaten Probolinggo selalu dilindungi dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, sehingga bisa terus tercipta suasana yang aman dan kondusif, " pungkasnya. (Zidni Ilham)
Posted: 15 May 2018 11:58 PM PDT

Posted: 16 May 2018 07:35 AM PDT
KRAKSAANONLINE.COM – Para juara seleksi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Probolinggo yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Selasa (15/5/2018) pagi menerima penghargaan di halaman Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo.

Untuk Lomba Menyanyi Solo, juara 1 diraih Nuva Riski Romadon dari SMPN 1 Kraksaan, juara 2 diraih Yunita Dwi Wulandari dari SMPN 1 Kotaanyar dan juara 3 diraih Ifa Ayu F dari SMPN 1 Lumbang. Lomba Gitar Solo, juara 1 diraih M. Alif R dari SMP Taruna Dra Zulaeha Leces, juara 2 diraih Tio Putra Romadoni dari SMPN 3 Gading dan juara 3 diraih Dimas Permadi SMPN 1 Wonomerto.

Selanjutnya Lomba Desain Poster, juara 1 diraih Bintang Emas Excellenta Fabengkoro Putra dari SMPN 1 Krucil, juara 2 diraih Muhammad Firdaus Sifa Yulianto dari SMPN 1 Leces dan juara 3 diraih Syahrani dari SMP Taruna Dra Zulaeha Leces.

Lomba Festival Kreativitas Tari, juara 1 diraih Ester Debora Manawan, dkk dari SMPN 1 Sumberasih, juara 2 diraih Selda Aliftra Nirrasyawal, dkk dari SMPN 1 Lumbang dan juara 3 diraih Yuni Afita Khoirun Nisa, dkk dari SMPN 1 Pajarakan. Sedangkan Lomba Kreativitas Musik Tradisional, juara 1 diraih Rakha Kharisma W, dkk dari SMPN 1 Sumberasih, juara 2 diraih Lanendo Raufbar RS, dkk dari SMPN 1 Lumbang dan juara 3 diraih M. Ainul Yakin, dkk dari SMP HATI BBS Kraksaan.

Penghargaan ini diserahkan oleh Sekretaris Dispendik Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono dan Kabid Pembinaan SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo. Selain piagam dan tropy, masing-masing juara mendapatkan uang pembinaan dan souvenir.

Dalam sambutannya Sekretaris Dispendik Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono menyampaikan ucapan selamat kepada para juara FLS2N tingkat SMP tahun 2018 lebih semangat lagi.

"Ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan untuk lebih memacu prestasi anak-anak SMP di bidang non akademik (seni). Mohon kerja sama kepada semua pelatih, pakar seni dan utamanya kepala SMP untuk berlatih lebih giat lagi dan mengevaluasi semua kekurangan baik teknis maupun non teknis," ungkapnya.

Sementara Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo Sunalis mengatakan seleksi FLS2N SMP ini bertujuan memotivasi sekolah agar berperan aktif memfasilitasi siswa dan guru pembina dalam pelestarian seni dan budaya.

"Kegiatan ini merupakan sebuah wadah mengembangkan sikap kompetitif dalam diri siswa yang berwawasan global. Sekaligus memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dalam berbakat di bidang seni," katanya.

Sunalis mengharapkan agar dengan prestasi yang sudah diraih para pemenang bisa lebih giat berlatih. Terlebih selanjutnya para juara 1 FLS2N tingkat SMP akan berlaga di tingkat Provinsi Jawa Timur pada 5 hingga 6 Juli 2018 d UPT Bina Prestasi Peserta Didik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Rombongan kita nantinya berjumlah 25 orang terdiri dari kontingen didampingi guru pendamping serta Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Kami meminta agar latihan terus dioptimalkan di masing-masing lembaga dengan pembinaan dari Dispendik Kabupaten Probolinggo," tegasnya.

Sedangkan Yuni Rusdianti, guru pendamping SMPN 1 Sumberasih mengaku sangat respek terhadap pelaksanaan FLS2N sebagai wadah pengembangan kreativitas dari peserta didik jenjang SMP di Kabupaten Probolinggo. "Sungguh luar biasa inovasi dan perubahan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, " katanya. (Zidni Ilham)

Monday, May 14, 2018

Pemkab Probolinggo Tandatangani MoU Dengan Perum Perhutani

Pemkab Probolinggo Tandatangani MoU Dengan Perum Perhutani


kraksaan online



Posted: 14 May 2018 04:22 PM PDT
SURABAYA,KRAKSAANONLINE.COM – Dalam rangka pemanfaatan dan pengelolaan lahan hutan di Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Perum Perhutani Probolinggo melaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama/Memorandum of Understanding (MoU), Senin (14/5/2018) di ruang pertemuan Kantor Perum Perhutani Jawa Timur.

Penandatanganan MoU dilaksanakan tepat pukul 09.00 WIB oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo, SH, M.Hum dan Administratur Perhutani Probolinggo Tubagus Aep Saepudin. Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra H. Asy'ari diikuti oleh segenap pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut pertemuan sebelumnya yang membahas pemanfaatan lahan hutan untuk meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Pada pertemuan tersebut juga dibahas kerjasama pengelolaan lahan perhutani menjadi lahan yang lebih produktif.

Pada acara yang sama dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja antara Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo dengan Perum Perhutani Probolinggo.

Pada sambutannya Pj. Bupati R. Tjahjo Widodo mengatakan MoU tersebut melanjutkan program tahun lalu yang diperbarui kembali. Dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Pj. Bupati Tjahjo Widodo menambahkan, beberapa hal yang perlu dikembangkan adalah kawasan wisata, pemanfaatan lahan pertanian, pemanfaatan sumber air bersih,
pemanfaatan alur jalan dan pemanfaatan lahan untuk swasembada pangan. Sedangkan program pembangunan infrastruktur berupa penanaman pipa dan kabel, pembangunan embung sebagai tadah hujan dan pengelolaan sampah untuk pupuk," imbuhnya.

Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Timur Ir. Sangudi Muhammad yang juga hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan, kerjasama ini merupakan awal yang baik untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Terkait destinasi wisata di Jawa Timur, Sangudi menjelaskan terdapat 200 lebih yang sudah dieksplor dan dikembangkan. "Ini sejalan dengan tiga tugas yang dilakukan Perhutani yakni mengelola hutan,. mengelola lingkungan sosial dan memberikan fungsi ekonomi kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara itu Administratur Perhutani Probolinggo Tubagus Aep Saepudin menyampaikan, terdapat 20 titik yang bisa dikembangkan di area KPH Kabupaten Probolinggo khususnya di bidang kepariwisataan. Area yang sedang dikembangkan adalah destinasi alam Air Terjun Madakaripura. Selain itu juga dikembangkan destinasi wisata alam yang akan menggandeng investor yaitu air terjun Guyangan Kecamatan Krucil dan destinasi alam di belakang Gunung Bromo dan Gunung Semeru pada lokasi puncak B29 dan B30.(Mujiono)
Posted: 14 May 2018 04:18 PM PDT
Penulis: Moh Taufir
Senin 14 Mei 2018

Probolinggo, KaraksaanOnline.com – Pasca ledakan bom di tiga Gereja di Surabaya. Ikatan Alumni Universitas Nurul Jadi (IKA UNUJA) di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menyampaikan ungkapan 'Turut Berduka Cita yang Sangat Mendalam' kepada para korban.

"Pengeboman Gereja tersebut dengan bentuk alasan apapun, adalah merupakan kejahatan kemanusiaan terbesar yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa manusia dgn disengaja," ungkap Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Nurul Jadid Paiton, H. Abd Azis, Senin (14/5/2018).

Dengan demikian kata dia, maka pelaku teror bom tersebut pasti merupakan musuh kita bersama, musuh agama, musuh bangsa dan negara Republik Indonesia.

"Suatu Pembunuhan tanpa sebab yang disahkan oleh keputusan Pengadilan Negara, adalah dosa besar setaraf dengan dosa membunuh semua manusia," tandas Azis.

"Kami segenap Alumni UNUJA menghimbau masyarakat dan seluruh umat beragama agar tetap tenang, senantiasa saling toleransi, saling menjaga saudara-saudara kita yang beda agama, dengan tiada henti-hentinya tanpa lelah menebarkan pesan  kedamaian dan kearifan masyarakat sekitarnya," sambung dia.

Ia mengungkapkan, segenap Alumni UNUJA mengajak kepada alumni alumni Perguruan Tinggi se Indonesia, untuk terus dapat saling mengingatkan diri dalam mengabdirikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara dengan menjaga keutuhan NKRI dan menyatakan serentak mengutuk kepada  para teroris.(tfr)

Editor: Wicahyo






Posted: 14 May 2018 04:16 PM PDT
TIRIS,KRAKSAANONLINE.COM – Ratusan personil dari TNI, FKPPI dan Pemuda UPM Probolinggo meramaikan kegiatan Pra TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-102 yang digelar Kodim 0820 Probolinggo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di Desa Wedusan Kecamatan Tiris, Senin (14/5/2018).

Kegiatan pra TMMD ke-102 ini diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0820 Probolinggo Mayor Arh. Ciptadi. Apel ini juga diikuti oleh masyarakat Desa Wedusan Kecamatan Tiris.

Pra TMMD ini dilakukan dengan cara melakukan perapian sisi kanan dan kiri jalan. Sekaligus menutup lubang-lubang dengan sirtu pada bagian yang permukaannya tidak rata. Nantinya jalan ini akan dibangun dengan sistem rabat beton sepanjang 1,3 kilometer yang melibat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya Pabung Kodim 0820 Probolinggo Mayor Arg Ciptadi mengungkapkan seharusnya kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Mei mendatang. Namun karena pertimbangan akan memasuki bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah, maka pelaksanaannya dimajukan.

"Kegiatan ini dilaksanakan secara serempak. Untuk wilayah Kodam V/Brawijaya, TMMD dilaksanakan di Probolinggo, Madiun, Jombang, Gresik, Tuban dan Mojokerto. Barang-barang sudah didrop sejak beberapa hari lalu demi efisiensi pekerja," katanya.

Pada TMMD ini jelas Mayor Ciptadi, kegiatan fisik yang akan dilakukan di Desa Wedusan meliputi jalan rabat, RTLH dan perbaikan masjid. Karena memang ingin meningkatkan fungsi dan peranan infrastruktur di Desa Wedusan.

"Tetapi agar lebih maksimal, kami meminta kepada perangkat desa dan masyarakat Desa Racek untuk menutup jalan yang tidak rata sehingga bisa lebih memperlancar arus kendaraan yang lewat. Disini, para personil ini akan bersama-sama merapikan jalan, " terangnya.

Mayor Ciptadi menambahkan pembangunan non fisik yang akan dilakukan di Desa Wedusan Kecamatan Tiris mencapai 17 jenis. "Oleh karena itu, diharapkan nanti para personil TNI bisa bergabung dengan masyarakat agar pelaksanaan TMMD bisa berjalan secara maksimal," tegasnya.

Rencana pelaksanaan TMMD ke-102 ini akan dibuka secara resmi pada 10 Juli 2018 di Lapangan Desa Condong Kecamatan Gading. Kegiatan yang dilaksanakan serentak bersama 530 Kodim se-Indonesia ini akan berakhir pada 8 Agustus 2018. (Zidni Ilham)